Now Playing :
Showing posts with label Arkeologi. Show all posts
Showing posts with label Arkeologi. Show all posts

Transkripsi Kuno Menunjukkan Yesus Beristri Dan Punya Dua Anak

Sebuah naskah kuno yang disimpan di Perpustakaan Inggris dan  berusia hampir 1.500 tahun menyebutkan bahwa Yesus ternyata menikah dengan Maria Magdalena dan memiliki dua orang anak, naskah tersebut juga menyebutkan nama dan keturunan mereka  secara rinci dalam teks kuno tersebut. Namun demikian fihak Gereja Inggris telah menolak klaim tersebut , dan mengatakan bahwa hal hanyalah cerita fiksi 'Da Vinci Code' dalam catatan sejarah.
 'Yesus digambarkan mempunyai istri dan dua orang anak ' (1845), oleh Marie Ellenrieder (Wikimedia)
 'Yesus digambarkan mempunyai istri dan dua orang anak ' (1845), oleh Marie Ellenrieder (Wikimedia)

Sebuah naskah yang yang juga disebut "Lost Gospel", yang  diterjemahkan dari bahasa Aram oleh Profesor Studi Agama Barrie Wilson dan penulis sejarah Simcha Jacobovici, diduga juga mengungkapkan hal tersebut dan cukup  mengejutkan, demikian menurut The Sunday Times.

Profesor Wilson mengatakan di dalam situsnya bahwa ia menemukan " naskah Syriac kuno yang tersembunyi di British Museum, yang berasal dari abad ke-6,yang juga mengungkapkan hal ini dan  telah  diterjemahkan dari tulisan Yunani jauh lebih awal." Dia menambahkan bahwa "para agamawan Kristen tahu tentang hal itu selama hampir 200 tahun, tetapi tidak diketahui apa yang membuat mereka tidak mengakui hal tersebut. "

Menurut Wilson dan Jacobovici, dalam naskah ini  juga termasuk rincian tentang hubungan politik Yesus dan  kaisar Romawi Tiberius dan salah satu jenderalnya, Sejanus, dia juga mengatakan bahwa ada upaya pembunuhan terhadap Yesus tiga belas tahun sebelum eksekusi terhadapnya. Namun, klaim paling kontroversial adalah bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena dan mempunyai dua anak dengan dia selama di Nazareth.
Yesus dan Maria Magdalena
Yesus dan Maria Magdalena (1534) oleh Antonio da Correggio (Wikimedia)
Wilson dan Jacobovici sebenarnya bukanlah yang pertama mengklaim bahwa Yesus memiliki hubungan romantis dengan Maria Magdalena. Para teolog dan peneliti juga telah berspekulasi tentang masalah ini selama berabad-abad, tetapi kemudian hal ini menjadi populer setelah dirilis 'The Holy Blood and Holy Grail', yang mengedepankan hipotesis bahwa Yesus sebenarnya  menikahi Maria Magdalena, dan memiliki satu anak atau lebih, yang kemudian  anak-anak atau keturunan mereka beremigrasi ke tempat yang sekarang Perancis selatan. Sesampai di sana, mereka menikah dengan keluarga bangsawan yang akhirnya  menjadi dinasti Merovingian.

Teori ini ini kemudian menginspirasi tulisan Dan Brown dalam film thriller yang laris dengan judul  'The Da Vinci Code', yang menulis bahwa sosok di sebelah kanan Yesus dalam lukisan Leonardo da Vinci "The Last Supper" bukanlah rasul Yohanes, namun sebenarnya sosok tersebut adalah istrinya, Maria Magdalena. Memang kalau diperhatikan dengan seksama gambar di sebelah Yesus adalah sosok seorang perempuan dan bukan laki-laki, pelukis sebesar Leonardo Da Vinci tidak mungkin salah dalam menggambar karakter laki-laki atau perempuan.
The Last Supper oleh Leonardo da Vinci
The Last Supper oleh Leonardo da Vinci (Wikimedia). Dalam novel, 'The Da Vinci Code', Dan Brown menulis bahwa seseorang yang di sebelah kanan Yesus adalah Maria Magdalena.
 Klaim bahwa Yesus menikah juga pernah menjadi sorotan berbagai kalangan pada tahun 2012 ketika sebuah fragmen papirus yang di temukan Mesir diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan ditemukan mengandung referensi eksplisit  bahwa sebenarnya Yesus menikah.  Disebutkan dalam “ Gospel of Jesus’ Wife” dari abad ke-8 , dalam salah satu bagian disebutkan: "Yesus berkata kepada mereka, istri saya ....", Dan "dia akan dapat menjadi murid-Ku".
Injil Istri Yesus
 'Injil Istri Yesus'. Foto kredit: Karen L. Raja
Hal ini memang agak sulit untuk bisa difahami ada  apa sebenarnya, kenapa bagian-bagian dari Injil tersebut bisa  hilang..?  Kita berharap agar beberapa bukti sejarah ini dapat segera di verifikasi oleh dunia akademis yang mengedepankan kebenaran dan kejujuran fakta, dan tidak disembunyikan di balik kepentingan tertentu untuk menutupi fakta sejarah yang ada. Dunia butuh penjelasan siapa sebenarnya Yesus? Benarkah dia sosok Tuhan yang tidak pantas disebut sebagai punya anak, atau dia hanya seorang Nabi seperti Nabi-Nabi lainnya yang juga mempunyai anak dan istri?

Gereja Inggris telah menolak klaim yang dibuat di 'The Lost Gospel', dan mengatakan bahwa hal itu lebih mendekati  fiksi populer ketimbang sejarah yang akurat. ," kata seorang juru bicara gereja Sunday Times.

 

Mumi Wanita Peru Berusia 1000 Tahun Ditemukan Dalam Posisi Meringkuk

Baru-baru ini sebuah Mumi ditemukan oleh arkeolog di Peru, Mummi tersebut diperkirakan telah berusia 1.000 tahun dalam posisi meringkuk . Diperkirakan Mumi perempuan ini saat meninggal berusia 50 tahun dan dikuburkan dalam sebuah ritual kuno di Pachacamac, dekat Lima, Peru.

Kerangka mumi ini ditemukan di situs pemakaman yang luas dan hanya berjarak beberapa meter dari kuil lama yang telah ditinggalkan, mumi ditemukan dalam posisi meringkuk seperti janin. Para Arkeolog sangat berhati-hati dalam menangani mummi ini agar  tidak merusak  tubuh mumi wanita ini.

Ribuan orang  tinggal di wilayah ini antara tahun 800 dan 1450, mereka memuja  dewa Pacha Kamaq - yang mereka yakini sebagai dewa yang menciptakan pria dan wanita pertama.

Warga kota telah membangun piramida 17 dan bergabung dengan suku Inca karena mereka menaklukkan sebagian besar Amerika Selatan. Situs monumental, yang mencakup hampir 600 hektar lahan kering, dianggap salah satu pemukiman kuno yang paling penting di Amerika Selatan, secara luas dianggap sama pentingnya dengan Machu Picchu dan Nazca Lines.

Mumi yang ditemukan oleh Ychsma Project, yang diprakarsai oleh dari Université Libre de Bruxelles, Belgia ini telah mengadakan penggalian arkeologi di Pachacamac sejak tahun 1999.

Mumi Wanita Peru Berusia 1000 Tahun Ditemukan Dalam Posisi Meringkuk

Mumi Wanita Peru Berusia 1000 Tahun Ditemukan Dalam Posisi Meringkuk

Mumi Wanita Peru Berusia 1000 Tahun Ditemukan Dalam Posisi Meringkuk

Mumi Wanita Peru Berusia 1000 Tahun Ditemukan Dalam Posisi Meringkuk

Mumi Wanita Peru Berusia 1000 Tahun Ditemukan Dalam Posisi Meringkuk

Mumi Wanita Peru Berusia 1000 Tahun Ditemukan Dalam Posisi Meringkuk

Mumi Wanita Peru Berusia 1000 Tahun Ditemukan Dalam Posisi Meringkuk






Penemuan Desa Tua Berusia 7500 Tahun Terendam Di Bawah Laut Haifa, Israel

Sebuah situs penggalian yang terletak dibawah laut di Haifa, Israel, telah mengungkap sebuah sumur air tawar kuno berusia 7.500 tahun dari sebuah  desa Neolitik. Temuan ini berasal dari sebuah pemukiman pra-logam dan pra-tembikar yang berada di situs Kfar Samir. Desa ini tenggelam didalam kedalaman air sedalam  5 meter (16 kaki) yang diperkirakan disebabkan oleh kenaikan permukaan laut pada jaman prasejarah, dan menenggelamkan sebuah tempat yang diperkirakan sebagai pusat produksi minyak zaitun dunia.
Penemuan Desa Tua Berusia 7500 Tahun Terendam Di Bawah Laut Haifa, Israel
Seorang penyelam di Atlit Yam baik, situs neolitikum lain di lepas pantai Haifa, Israel. Kredit: Israel Antiquities Authority
Beberapa Tim peneliti dari Universitas Flinders di Australia, Israel Universitas Haifa dan Israel Antiquities Authority, telah melakukan penggalian struktur yang tenggelam ini dengan  menggunakan  fotogrametri, dengan harapan dapat memperoleh informasi tentang kehidupan  masyarakat kuno yang pernah berkembang di daerah ini, tentang  apa yang mereka makan, bagaimana mereka berburu, dan model perdagangan masyarakat ketika itu.
Penemuan Desa Tua Berusia 7500 Tahun Terendam Di Bawah Laut Haifa, Israel
Dr Benjamin (kiri) dan tim Universitas Haifa membersihkan pasir di lokasi penggalian. Kredit: J. McCarthy.
Sumur ini diperkirakan dijadikan sebagai sumber air tawar bagi masyarakat  desa. Menurut Arkeolog Kelautan, Jonatahan Benjamin dari Flinders University , "sumur air tawar ini sangat berguna  bagi arkeologi Neolitik karena setelah sumur ini tidak digunakan, masyarakat  menggunakannya  sebagai tempat sampah besar." Setelah permukaan laut mulai naik dan menyebabkan  air sumur yang semula tawar menjadi asin, dan akhirnya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah seperti  tulang hewan dan sisa makanan.

"Ini merupakan temuan yang luar biasa bagi para  arkeolog, karena  berarti kita dapat mengetahui tentang kehidupan masyarakat  ketika itu melalui sampah yang dibuang oleh masyarakat prasejarah - termasuk tulang hewan, serat tanaman dan alat – alat yang mereka gunakan, hal ini berguna  untuk mengetahui tentang  bagaimana kehidupan peradaban kuno , bagaimana mereka berburu dan apa yang mereka makan," kata Benjamin.

Situs Ilmu pengetahuan dan penelitian Phys.org melaporkan bahwa hasil sampel inti dari situs Kfar Samir akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makanan jaman Mediterania awal, dan system  perdagangan yang terjadi desa ini. Para peneliti  berharap akan menemukan alat-alat yang tebuat dari batu,  jarum yang terbuat dari tulang, biji-bijian, serat tanaman, dan bahan organik lainnya.

Benjamin mencatat bahwa lokasi ini mungkin merupakan  pusat produksi minyak zaitun tertua di dunia, berdasarkan penggalian sebelumnya. Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Archaeological Science menggambarkan tentang  ribuan batu zaitun yang hancur dan bukti awal tentang teknologi produksi minyak zaitun yang ditemukan di lubang-lubang di situs prasejarah pada tahun 1990-an.

Penemuan Desa Tua Berusia 7500 Tahun Terendam Di Bawah Laut Haifa, Israel
Sumur air tawar yang terendam di situs arkeologi Kfar Samir. Kredit: Israel Antiquities Authority
Tekhnologi canggih  fotogrametri yang digunakan oleh tim peneliti dan Wessex Arkeologi, dalam mengembangkan foto "mosaik", dan model 3-D dari sumur ini. Fotogrametri, mampu menentukan ukuran dan posisi yang tepat dengan menggunakan foto-foto yang diperoleh, sebetulnya hal ini bukanlah ilmu baru, namun penggunaannya memungkinkan untuk melakukan ekspansi ke perbatasan bawah air adalah merupakan ekhnologi terbaru. Benjamin menjelaskan teknik  tersebut "bukan hanya tentang menciptakan gambar cantik untuk arkeolog maritime, namu  alat ini dapat kita gunakan untuk mempelajari situs dan membuat interpretasi arkeologi. Kita bisa menghabiskan beberapa menit di bawah air, tapi kita dapat jam menganalisis materi secara detail hingga hal-hal terkecil di daratan. "

Bagi para  arkeolog dan sejarawan, informasi yang diberikan oleh situs prasejarah ini  sangat penting, untuk mengetahui banyak hal tentang kehidupan manusia prasejarah khususnya di sekitar lokasi penemuan ini. Penelitian akan terus dilakukan untuk mengorek informasi yang lebih lengkap mengenai  situs kuno  Haifa, karena permukaan air laut yang terus berubah dari waktu ke waktu. Kita tunggu informasi selanjutnya yang akan diperoleh oleh para ilmuwan dam penelitian mereka


Penemuan Tiga Mozaik Kaca Berusia 2200 Tahun Di Turki

Tim Arkeolog internasional telah melakukan penggalian terhadap  tiga mozaik kaca yang diperkirakan telah berusia 2.200 tahun, mosaik kaca tersebut masih dalam keadaan baik yang ditemukan pad lokasi kota kuno Zeugma di Turki.
Sembilan Muses. Gambar kredit: Ankara University.
Sembilan Muses. Gambar: Ankara University.
Kota kuno Zeugma, juga dikenal sebagai Seleukia-on-the-Efrat, terletak di provinsi Gaziantep modern, di mana aliran sungai Efratmelintasi kota ini ke arah ke barat hingga ke selatan ke gurun pasir di Suriah.

Kerajaan ini didirikan pada 300 SM oleh Seleukos I Nikator - salah satu jenderal Alexander Agung.

Pada tahun 64 SM kota ini ditaklukkan oleh Kekaisaran Romawi dan dengan kekalahan ini kemudian nama kota itu diubah menjadi Zeugma.

Di Pegunungan Taurus dari Anatolia dan di Efrat dari Mesopotamia, kota itu telah mempunyai  budaya yang sangat tinggi, tetapi tidak pernah bersatu. Populasi kota mencapai puncaknya hingga sekitar 80.000 jiwa.
Sembilan Muses. Gambar kredit: Ankara University.
Sembilan Muses. Gambar: Ankara University.
Kota ini terkenal dengan arsitektur yang sangat indah selama berabad-abad dan memberikan gambaran tentang peradaban Helenistik dan Romawi di perbatasan Efrat.

Mozaik Zeugma telah lama dikenal sebagai mozaik kuno yang sangat indah dan dibuat dengan detail yang tinggi. Salah satu mozaik yang paling terkenal adalah Gypsy Girl.

Tahun ini, tim yang dipimpin oleh Prof Kutalmis Görkay dari Universitas Ankara telah melakukan penggalian terhadap tiga mozaik kaca yang ditemukan masih dalam keadaan sangat utuh di lokasi tersbut.
Dewa Samudra dan adiknya Tethys. Gambar kredit: Ankara University.
Dewa Samudra dan adiknya Tethys. Gambar kredit: Ankara University.
Temuan ini diperkirakan telah  berusia 2.200 tahun. Yang pertama menggambarkan sembilan Muses - dewi inspirasi sastra, ilmu pengetahuan dan seni. Pada bagian tengah terdapat lukisan Muse Calliope.

Mosaik kedua menggambarkan Dewa Samudra dan adiknya Tethys yang menguasai laut. Dan yang ketiga, adalah mozaik dengan ukuran yang lebih kecil, yang menggambarkan seorang pemuda.

Menurut tim, semua mozaik terseebut terbuat dari kaca berwarna dan digunakan sebagai lantai bangunan. Para arkeolog menyebutnya sebagai House of Muses.


Pelayanan Kesehatan Mesir Kuno Di Deir el-Madina, Desa Para Pembuat Kuil Lembah Para Raja

Stanford adalah seorang arkeolog yang melakukan analisis secara rinci pertama tentang  jenazah manusia yang ditemukan di Deir el-Madinah, sebuah desa Mesir kuno yang dijadikan sebagai tempat  bagi para seniman yang bekerja pada pembuatan makam di pemakaman Lembah Para Raja untuk dinasti ke-20 dari periode Kerajaan Baru  (  1550-1080 SM), termasuk Ramses II dan keturunannya. Temuan tersebut memberikan gambaran secara rinci dan menarik dari sebuah model perawatan kesehatan  kuno.
Pelayanan Kesehatan Mesir Kuno Di Deir el-Madina, Desa Para Pembuat Kuil Lembah Para Raja
Kaki prostetik dari Mesir kuno, sekarang di Museum Mesir di Kairo. Jempol kaki diukir dari kayu dan melekat ke kaki dengan balutan kulit yang dijahit. (Wikipedia)
Deir el-Madinah, yang dulu dikenal sebagai Set Maat ("The Place of Truth") terletak di tepi barat Sungai Nil, di seberang sungai dari zaman modern Luxor. Sebuah tempat yang sangat  melelahkan bagi para pekerja karena merupakan daerah berbukit dan mereka harus mendaki  gunung  untuk membuat bangunan yang disebut sebagai  Lembah Para Raja. Desa tersebut mungkin dibangun secara terpisah dari pemukiman untuk menjaga kerahasiaan pembangunan tempat tersebut.

Deir el-Madinah Selain merupakan desa yang sangat terawat dengan baik, desa ini termasuk dalam   situs  Warisan Dunia UNESCO,  banyak ditemukan catatan kuno, termasuk surat-surat pribadi, tagihan, tuntutan hukum, doa, sastra Mesir kuno, dan ribuan papirus, yang  memungkinkan bagi para arkeolog untuk mengumpulkan berbagai macam informasi tentang pemukiman kuno para pembuat situs Makam para Raja ini. Dengan menggabungkan temuan-temuan tersebut serta mempelajari sisa-sisa kerangka, Stanford yang merupakan sarjana postdoctoral Anne Austin ini  mampu memberikan gambaran baru tentang apa yang dia sebut sebagai  “the earliest documented governmental health care plan”.
Pelayanan Kesehatan Mesir Kuno Di Deir el-Madina, Desa Para Pembuat Kuil Lembah Para Raja
Desa kuno Deir el-Madinah memiliki sistem  perawatan kesehatan dan sosial yang kompleks  (Wikipedia)
Menurut laporan dari penelitian yang dilakukan oleh Stanford, telah  menemukan bukti fisik  yang menguatkan catatan tentang sistem perawatan kesehatan yang komprehensif di masa itu, di mana para memperoleh pengobatan saat mereka sakit dan kemudian mengunjungi 'klinik' untuk check-up gratis, juga perawatan untuk orang cacat.

"Saya menemukan sisa-sisa seorang pria yang meninggal pada usia 19 atau 20 dan lahir tanpa kaki kanan yang berguna, mungkin karena polio atau gangguan neuromuskular lainnya," kata Austin. Untuk bekerja di makam kerajaan, ia harus melakukan pendakian bukit yang cukup sulit, namun "tidak ada tanda-tanda masalah kesehatan lainnya, atau menjalani kehidupan yang keras. Hal itu menunjukkan kepada saya bahwa mereka menemukan peran untuknya di komunitas ini meskipun peran utama bekerja di tempat ini tidak bisa dipenuhi. "

Seperti di masyarakat Mesir lainnya, pekerja dan penduduk Deir el-Madinah mendapatkan perawatan untuk masalah kesehatan mereka melalui perawatan medis, doa, dan sihir. Catatan di Deir el-Madinah, misalnya yang menyebutkan tentang ahli pengobatan “dokter” juga pawang kalajengking yang mengkhususkan diri dalam penobatan ajaib untuk gigitan kalajengking. Yang sangat luar biasa,bahkan seorang  arkeolog menemukan sebuah kaki palsu kuno, yang dapat membantu orang yang kehilangan kakinya hingga memungkinkan bagi pekerja untuk tetap terus bekerja dengan kaki yang hilang.
Kaki prostetik dari Mesir kuno, sekarang di Museum Mesir di Kairo
Pelayanan Kesehatan Mesir Kuno Di Deir el-Madina, Desa Para Pembuat Kuil Lembah Para Raja
Desa kuno Deir el-Madinah memiliki sistem  perawatan kesehatan dan sosial yang kompleks  (Wikipedia)
Stres kerja
Meskipun fasilitas kesehatan tersedia di Deir el-Madinah, Austin juga menemukan bukti stres kerja yang signifikan, yang mungkin disebabkan oleh tekanan untuk bekerja, baik dari negara atau dari rasa mereka sendiri sebagai bentuk tugas dan kewajiban. Hal tersebut terlihat pada salah satu tulang-tulang  mumi yang terindikasi mengalami osteomyelitis - peradangan pada tulang akibat infeksi melalui darah. "Sisa-sisa ulang tersebut menunjukkan bahwa ia  terus bekerja meskipun infeksi terus berkembang," kata Austin. "Daripada berhenti karena penyakit tersebut".
Pelayanan Kesehatan Mesir Kuno Di Deir el-Madina, Desa Para Pembuat Kuil Lembah Para Raja
Bukit  'Valley of the Kings'. Sumber: BigStockPhoto
"Semakin saya belajar tentang Mesir,  saya pikir masyarakat Mesir kuno lebih mirip dengan  masyarakat Amerika modern," kata Austin. "Hal yang kita anggap kreasi dari kondisi masyarakat modern, seperti pemogokan perawatan kesehatan dan tenaga kerja, juga terjadi di masa lalu."

Penelitian Austin di Deir el-Madinah terus berlangsung dengan harapan dapat mengidentifikasi penyakit tertentu yang ada di tempat tersebut, dan selanjutnya mengungkap tentang kehidupan social msyarakat, kesehatan, serta kehidupan masyarakat yang kompleks dalam pemukiman kuno dan penting ini.

Di China, Ditemukan Mayat Terkubur Selama 700 Tahun Dalam Keadaan Utuh

Beberapa tahun yang lalu warga China dikejutkan dengan ditemukannya sesosok mayat perempuan yang telah terkubur selama 700 tahun namun masih dalam keadaan utuh.  Belum ditemukan jwaban tentang bagaimana jasad ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang tanpa mengalami pembusukan, ada unsure kesengajaan atau karena terawetkan oleh alam? Jasad yang telah menjadi mumi ini kemudian membuat para Arkeolog melakukan penelitian tentang segala sesuatu yang terkait dengan mumi wanita ini.
Di China, Ditemukan Mayat Terkubur Selama 700 Tahun Namun Masih Utuh
Jari-jari tangan Mumi masih mengenakan cincin masih utuh dengan mata giok (sumber gambar: beforeitsnews.com )
Kebanyakan orang ketika mendengar kata-kata mumi, rata-rata mereka akan berfikir tentang budaya kuno bangsa mesir, dimana di Negara ini banyak ditemukan jasad-jasad yang diawetkan yang telah berusia ribuan tahun. Mumi juga diyakini sebagai jembatan antara kehidupan dan kematian, untuk kepentingan tersebut manusia pada jaman dahulu mengawetkan jasad-jasad orang yang telah meninggal. Dalam proses pengawetannya ada dua jenis mumi, yaitu mumi yang sengaja dibuat dan mumi yang terjadi secara alami.
Pada tahun 2011, pekerja jalan Cina menemukan sebuah mumi seorang wanita yang masih utuh dan diperkirakan telah berusia sekitar 700 tahun dari jaman Dinasti Ming. Penemuan ini memberikan banyak gambaran tentang gaya hidup orang-orang pada masa Dinasti Ming di China. Hingga kini penemuan ini masih  meninggalkan banyak pertanyaan, siapa sebenarnya wanita ini? Dan bagaimana dia dapat  terawatt dengan baik oleh alam selama berabad-abad?
Di China, Ditemukan Mayat Terkubur Selama 700 Tahun Namun Masih Utuh
Mumi ditemukan oleh pekerja jalan dalam kotak batu besar (Sumber gambar: beforeitsnews.com  )
Penemuan mumi China ini cukup mengejutkan para ahli, mumi ini ditemukan Di Taizhou, di Provinsi Jiangsu terletak di Cina Timur yang ditemukan oleh para pekerja jalan  untuk memperluas jalan di kota tersebut. Pekerjaan ini  ini melibatkan beberapa orang untuk menggali tanah beberapa meter ke dalam tanah. Mereka menggali sekitar enam meter di bawah permukaan tanah  ketika secara tidak sengaja alat yang mereka gunakan mengenai  benda keras dan  besar. Setelah diperhatikan dengan seksama ternyata benda tersebut adalah peti mati yang terbuat dari bongkahan baru besar berbentuk persegi, kemudian mereka melaporkan temuan tersebut ke Museum Taizhou, yang kemudian fihak museum Taizhou mengirimkan tim untuk mengetahui lebih lanjut tentang temuan ini. Setelah dilakukan penggalian, ternyata benda tersebut adalah sebuah makam dan ditemukan peti mati yang tediri dari tiga lapis. Setelah membuka salah satu peti mati utama, para arkeolog menemukan lapisan kain sutra dan linen  yang terendam  dalam cairan berwarna cokelat. Kemudian mereka membuka lapisan kain tersebut, pemandangan yang cukup mengejutkan terlihat oleh mereka, dimana mereka melihat sesosok mayat perempuan yang sudah menjadi mumi dalam keadaan utuh,  termasuk tubuhnya, rambut, kulit, pakaian, dan perhiasan bahkan bagian alis dan bulu mata masih sempurna terawetkan.
Di China, Ditemukan Mayat Terkubur Selama 700 Tahun Namun Masih Utuh
Mumi masih dalam keadaan utuh bahkan alis dan bulu matanya masih ada ( sumber gambar: beforeitsnews.com )
Para peneliti meyakini bahwa mumi wanita ini hidup pada jaman Dinasti Ming (1368 – 1644 M ),ini berarti mumi tersebut berusia sekitar 700 tahun terhitung sejak awal pemerintahan Dinasti Ming. Mumi Wanita ini ditemukan dengan dalam keadaan terbungkus kain sutra halua dan mengenakan perhiasan termasuk cincin batu giok yang masih dikenakannya, diyakini wanita ini adalah warga sipil kelas atas.

Peti mati ini juga berisi tulang, keramik, tulisan-tulisan kuno dan peninggalan berharga lainnya. Para arkeolog yang menggali peti mati tersebut  belum tahu apakah cairan cokelat di dalam peti mati itu digunakan sengaja untuk mengawetkan tubuh, atau hanya air tanah yang telah meresap ke dalam peti mati. Namun, beberapa peneliti telah mengklaim bahwa tubuh ini terawetkan karena terkubur  pada lingkungan yang tepat. Jika suhu dan oksigen pada air tepat, bakteri tidak dapat tumbuh, maka dekomposisi dapat diperlambat atau dihentikan.
Di China, Ditemukan Mayat Terkubur Selama 700 Tahun Namun Masih Utuh
Mumi ditemukan terendam dalam cairan berwarna coklat, belum diketahui warna coklat tersebut zat pengawet atau rembesan air dari luar peti mati (sumber gambar: beforeitsnews.com)
Penemuan mumi wanita ini memberikan gambaran kepada peneliti tentang cara hidup manusia pada masa kekuasaan Dinasti Ming di China. Para peneliti memiliki gambaran yang jelas dari pakaian dan perhiasan yang dikenakan, juga beberapa peninggalan yang ditemukan selama ini. Penemuan ini dapat menjawab banyak pertanyaan tentang gaya hidup, tradisi, dan kegiatan sehari-hari dari orang-orang pada  waktu itu.

Temuan ini juga membuka banyak pertanyaan baru tentang bagaimana jasad manusia yang telah terkubur selama ratusan tahun namun tidak mengalami pembusukan. Penemuan mumi wanita ini juga menyisakan pertanyaan tentang siapa siapa sebenarnya wanita ini, dia berperan sebagai apa di dalam  masyarakat, bagaimana dia meninggal, dan apakah ada unsure kesengajaan dalam pengawetan tubuhnya.  Karena hanya satu mumi yang ditemukan, membuat pertanyaan-pertanyaan tersebut sulit untuk ditemukan jawabannya, jika  kemudian ditemukan lagi  mumi serupa maka akan dapat membantu para peneliti untuk menemukan jawaban dari misteri mumi wanita ini.

Bangunan Peninggalan Fir'aun Berusia 3400 Tahun Ditemukan Dibawah Air

Bangunan Peninggalan Fir'aun Berusia 3400 Tahun Ditemukan Dibawah Air
Menteri kepurbakalaan Mesir telah mengumumkan sebuah penemuan  kuil Mesir kuno di dekat kota  Kairo, kuil terseut di perkirakan dibuat pada zaman Firaun Thutmose III. Kuil kuno ini ditemukan di bawah sebuah rumah dan  terendam di dalam air tanah. Pada awalnya kuil ini ditemukan oleh sekelompok penjarah benda kuno  yang menggunakan peralatan menyelam untuk menyelam hingga sembilan meter untuk mencapai reruntuhan kuil.

Para penjarah tersebut terdiri dari tujuh orang yang merupakan penduduk Giza, ke tujuh orang tersebut kemudian  ditangkap setelah mereka secara ilegal menggali sisa-sisa sebuah peninggalan kuil Mesir kuno. Penemuan tersebut berupa  blok batu kapur besar, yang diukir dengan teks-teks hieroglif, yang menunjukkan bahwa bangunan ini dibuat  pada  masa pemerintahan Kerajaan  Raja Tuthmose III,  reruntuhan ini ditemukan di daerah Hod Zeleikha distrik Al-Badrasheen.
Bangunan Peninggalan Fir'aun Berusia 3400 Tahun Ditemukan Dibawah Air
Penemuan peninggalan Raja Tuth mose III
Benda-benda kuno ini ditemukan dua pekan lalu, Mayor Jenderal Momtaz Fathi, seorang pembantu kementerian dalam negeri dan seorang direktur di polisi pariwisata, mengatakan “ polisi pariwisata dan barang antik mendengar tentang pekerjaan penggalian ilegal dan menangkap tujuh orang tersebut,  dua di antaranya adalah orang Palestina” kata Fathi, Polisi juga menemukan pakaian selam , tabung oksigen dan masker untuk menyelam .

Menteri Purbakala Mamdouh El-Damaty mengatakan bahwa blok yang ditemukan  adalah asli dan merupakan sebuah kuil besar dari pemerintahan Raja Tuthmose III. Benda-benda yang ditemukan berupa  tujuh relief,  dua tiang marmer dan  sebuah patung orang dalam posisi duduk berukuran besar  yang dibuat dari batu granit merah.
Bangunan Peninggalan Fir'aun Berusia 3400 Tahun Ditemukan Dibawah Air
Pilar yang ditemukan di tempat tersebut mirip dengan pilar-pilar ini (wikimedia commons)
Benda-benda ini kemudian  dibawa ke situs Saqqara untuk dilakukan restorasi dan studi lebih lanjut, kata menteri,  daerah Hod Zeleikha kini telah dinyatakan sebagai situs arkeologi dan berada di bawah pengawasan pemerintah untuk keperluan survey dan penggalian lebih lanjut.

Menurut Ahram Online, kuil, yang ditemukan ini berjarak  40km sebelah selatan dari Piramida Agung Giza, di kota Badrashin, berasal dari zaman Firaun Thutmose / Thutmosis III, salah satu raja terkemuka di Mesir.

Thutmose III adalah Firaun keenam dari Dinasti ke-18. Selama 22 tahun pertama pemerintahannya, ia bersama dengan ibu tiri dan bibinya Hatshepsut, yang terkenal sebagai ratu yang mengambil peran sebagai Fir’aun laki-laki. Setelah kematiannya dia digantikan oleh  Thutmose III yang kemudian membawa Mesir menjadi sebuah  kerajaan terbesar, melalui berbagai ekspansi.

"Kami akan memulai proyek penggalian di daerah ini untuk menemukan benda-benda lainnya yang mungkin  lebih banyak lagi ," kata menteri  kepurbakalaan Mesir  Mahmoud al-Damaty, yang juga menyatakan sebuah harapan bahwa tulisan di dinding kuil bisa membuka informasi baru tentang kerajaan dan pemerintahan Thutmose III lebih lengkap dari yang telah ditemukan sebelumnya.


Arkeolog Mememukan Kuburan Masal Binatang Berusia 2000 Tahun Di Mesir

 ancient tombs in Egypt
Tim gabungan arkeolog Internasional dari Polandia dan Amerika Serikat telah sukses mendapatkan dua penemuan penting di pelabuhan kuno berumur sekitar 2.000 tahun di Berenike di pantai Laut Merah Mesir, menurut laporan berita PAP (Sains dan Beasiswa di Polandia). Temuan tersebut juga termasuk lambung kapal dari zaman Romawi dan sebuah lahan pemakaman yang luas untuk binatang. Mereka juga telah menemukan sisa-sia peninggalan yang menunjukkan beberapa bangunan utama pelabuhan melalui penelitian geofisika.

Berenike, yang kadang juga disebut sebagai  Berenice, didirikan pada abad ke-3 SM oleh Firaun Ptolemy II (285-246 tahun SM), sepeninggal ibunya, Berenice I Mesir. Awalnya, pelabuhan ini digunakan untuk pengiriman gajah Afrika, yang digunakan dalam perang melawan Seleucid di daerah Timur Dekat, setelah impor gajah India diblokir. Kota ini juga merupakan tempat berlindung dan tempat tinggal sementara bagi para pelaut, pedagang dan masyarakat umum dari seluruh penjuru dunia, karena tempat ini memberikan tempat yang aman di sepanjang rute pelayaran berbahaya di Laut Merah yang terdapat banyak terumbu karang berbahaya dan perampokan oleh bajak laut. Pada periode Romawi, Berenike berkembang menjadi sebuah kota imperium perdagangan: rempah-rempah, kemenyan, mutiara dan tekstil yang dikirim melalui  Berenike ke Alexandria dan Roma.
 ancient tombs in Egypt

Berenike didirikan sebagai pelabuhan untuk mengimpor gajah perang Afrika. Gambar sumber.
Penggalian pertama kali dilakukan di Berenike pada tahun 1994 dan masih berlanjut hingga sekarang. Salah satu temuan yang paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir adalah lambung kapal, yang merupakan penemuan lambung kapal pertama yang telah terawetkan dan diperkirakan kapal ini dibuat pada periode Romawi di Mesir. Lokasi lambung kapal menunjukkan bahwa kapal telah dibongkar dan bagian-bagiannya disimpan di gudang dekat pelabuhan tersebut.

"Ini akan menjadi penemuan pertama kalinya yang membuat kita tahu ukuran kapal sebenarnya dan konstruksi kapal Laut Merah, karena tidak ada kapal kuno yang ditemukan, atau bahkan bangkai kapal yang masih bertahan sampai hari ini," kata Iwona Zych dari Pusat Arkeologi Mediterania, Universitas Warsawa.
 ancient tombs in Egypt

Rekonstruksi kerangka kapal. Gambar: Rys. J. Rądkowska / Berenike Project, PCMA UW
Penemuan kedua dan sedikit lebih menarik di Berenike adalah sebuah kuburan besar untuk binatang-binatang kecil. Sejauh ini, tim peneliti telah menemukan sisa-sisa 60 hewan yang terdiri dari sejumlah besar kucing, sejumlah kecil anjing, dua monyet vervet, dan babon. Sebagian besar hewan-hewan itu ditemukan di dalam tanah liat. Menariknya, salah satu monyet memiliki kalung logam, yang menunjukkan bahwa mungkin telah dipelihara sebagai hewan peliharaan.

Dr Marta Osypińska, yang memimpin proyek arkeologi ini,  berspekulasi bahwa konsentrasi besar penguburan hewan mungkin menandakan semacam wabah atau penyakit yang terjadi di pelabuhan tersebut. Atau, mungkin binatang-binatang tersebut digunakan dalam ritual  sebelum perjalanan laut dilakukan, atau mungkin hanya merupakan tempat untuk mengubur hewan peliharaan mereka yang telah mati. Penelitian lebih lanjut diharapkan akan membantu untuk mengungkap alasan yang tepat tentang pemakaman binatang ini, yang akan dapat menjelaskan kehidupan dan budaya yang terjadi di pelabuhan Mesir kuno ini.
 ancient tombs in Egypt
Arkeolog melakukan pengukuran di pemakaman kuno untuk binatang: Marta Osypińska, Piotr Osypiński, Kamila Braulińska. Foto: S. E. Sidebotham / Berenike Project, PCMA UW
Arkeolog yang melakukan penelitian di Berenike juga telah memperoleh kemajuan dalam pemetaan seluruh tata letak pelabuhan kuno ini. Dengan menggunakan metode pemindaian terbaru berteknologi tinggi, tim peneliti telah mampu mengidentifikasi garis besar bangunan dan struktur lain yang belum digali.

"Hasil penggalian tahun ini sangat memuaskan. Kami telah menemukan struktur yang benar-benar tak terlihat di permukaan. Diantaranya adalah bangunan yang menyerupai Tetrapylon (gerbang dengan empat pintu) di persimpangan dua jalan utama dan sebuah kompleks besar, mungkin tempat ini digunakan oleh masyarakat dengan tujuan administrasi atau tempat ibadah, di sebelah utara kota. Kita bisa berharap akan menemukan  bangunan perkotaan yang paling penting di daerah itu, "kata Zych.(RR-14)



Misteri Formasi Lingkaran Stonehenge Akhirnya Terungkap Oleh Musim Panas

 Stonehenge circle formation discovered
Musim kering dan panas telah membantu mengungkap formasi asli Stonehenge, yaitu saat selang yang digunakan untuk menyiram rerumputan tidak dapat mencapai sekitar Stonehenge yang menyebabkan rerumputan mengering dan membentuk formasi lingkaran sempurna pada struktur batu-batu raksasa itu. Sebetulnya para Arkeolog telah menduga tentang formasi tersebut namun sejak sebelum ditemukan fakta tersebut mereka tidak mempunyai bukti tentang dugaan bahwa Stonehange adalah sebuah formasi lingkaran raksasa yang membentuk susunan batu-batu tersebut. Saat ini mereka telah dapat membuktikannya.

Tim Daw, pengelola Stonehenge di Wiltshire, Inggris, mengalami kesulitan menjaga rumput di sekitar Stonehenge agar tetap hijau karena kondisi kekeringan di daerah tersebut saat musim panas beberapa waktu  lalu. Selang yang biasa digunakan untuk menyiram rerumputan terlalu pendek untuk mencapai Stonehenge sehingga menyebabkan rumput menjadi keering. Semula Tim Daw marah melihat kondisi tersebut, daerah Stonehenge tidak lagi hijau dan berubah menjadi warna coklat rumput kering ... hingga akhirnya ia melihat fprmasi lingkaran yang selama ini dicari oleh para Arkeolog.


Daw melaporkan kemudian melaporkan hal tersebut yang disertai dengan foto-foto udara yang diambil dari bintik-bintik coklat. Arkeolog kemudian menegaskan bahwa formasi Stonehenge cocok di mana letak batu-batu yang hilang dalam formasi Stonehenge sebenarnya dibangun dalam bentuk lingkaran.

Penemuan ini kemudian dipublikasikan dalam sebuah artikel edisi terbaru jurnal Antiquity oleh Susan Greaney, seorang sejarawan senior Inggris Heritage, yang mengakui bahwa meskipun situs tersebut telah dipelajari secara ekstensif untuk menemukan bukti formasi Stonehenge yang sebenarnya (yang terakhir menggunakan radar pemotret kontur tanah)- "penemuan kali ini benar-benar signifikan"


 Ini menunjukkan kepada kita betapa banyak hal-hal yang harus kita pelajari tentang Stonehenge. Masih terdapat banyak misteri yang belum terpecahkan hingga hari ini. Tentang bagaimana batu-batu itu diangkut ke lokasi tersebut, dari mana asalnya juga untuk keperluan apa, semuanya masih menjadi misteri bagi para Arkeolog juga masyarakat.

Jadi, di mana batu-batu yang hilang? Greaney mengakui belum ada jawaban hingga saat ini dan tidak ada rencana untuk menggali di bawah bekas-bekas rumput warna coklat yang mengering. Namun, Kemungkinan Inggris Heritage akan membiarkan rumput mengering lagi sehingga formasi lingkaran akan semakin terlihat jelas.
 Stonehenge circle formation discovered
Penjaga Stonehenge Tim Daw (Foto Mysterius Universe)
Stonehenge adalah sebuah peninggalan prasejarah yang berada di Inggris dan merupakan situs yang cukup terkenal di dunia. Diperkirakan dibangun pada zaman Perunggu dan Neolotikum. Bangunan ini terletak di Amsbury Wiltshire, Inggris, sekitar 13 kilometer dari Salisbury.Situs ini berbentuk lingkaran besar yang dibentuk dengan menggunakan batu-batu besar berbentuk persegi panjang yang ditanam di dalam tanah.

Mengenai usia dari Stonehenge hingga kini masih menjadi perdebatan para Arkeolog, namun rata-rata para Arkeolog memperkirakan bangunan ini dibuat antara 3000 hingga 2000 Sebelum Masehi. Uji penanggalan radiokarbon yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa batu pertama didirikan pada
2400 hingga 2200 SM, namun teori lain menyebutkan bahwa dari pengujian yang dilakukan terhadap Blue Stone mengindikasikan bahwa batu tersebut didirikan pada 3000 tahun Sebelum Masehi. 
 Stonehenge circle formation discovered
Tujuan awal pembuatan Stonehenge masih tetap diselimuti misteri, namun temuan bentuk lahan alami adalah petunjuk dramatis di balik mengapa situs Stonehenge harus dibangun di daerah ini (Foto Daily Mail)
Secara harfiah Stone berarti batu sedangkan henge adalah lingkaran, atau dapat diartikan bahwa Sonehenge adalah formasi batu melingkar.Arkeolog mendefinisikan henge sebagai tembok tanah yang berbentuk melingkar dan terdapat parit di dalamnya.
 Stonehenge dibuat selaras membujur ke arah timur laut - barat daya yang merupakan titik balik matahari dan equinox, analoginya pada saat musim panas matahari akan berada searah dengan puncak heel stone (batu tumit), dengan demikian saat sinar matahari setelah melalui heel stone cahaya pertama sinar matahari akan langsung menembus bagian tengah Stonehenge yang berada di antara susunan dua batu berbentuk setengah lingkaran.

 Stonehenge circle formation discovered
Rute, yang kemudian disebut sebagai Avenue, panjangnya 1,5 kilometer terletak disebelah timurlaut pintu masuk. Setelah penutupan A344 (foto), para arkeolog  menggali di lokasi tersebut untuk pertama kalinya. Profesor Parker Pearson mengidentifikasi celah yang pernah ada di antara gundukan tanah yang mengikuti rute yang terjadi secara alamiah (Foto Daily Mail)
Para ahli Arkeologi menyimpulkan bahwa letak batu yang membentuk formasi lingkaran dengan sinar matahari pertama akan menembus pusat Stonehenge bukan dibuat secara kebetulan, mereka yakin formasi tersebut dibuat secara sengaja untuk tujuan tertentu. Matahari akan muncul pada posisi derajat yang berbeda-beda pada bulan yang berbeda dan pada landskap horison yang berlainan.  Untuk penyelarasan itu agar sinar matahari berada tepat dipusat Stonehenge pada saat pertama melewati heel stone, formasi batu Stonehenge harus selaras dengan garis lintang  pada 51° 11'. Penyelarasan inilah yang diduga merupakan dasar untuk menentukan bentuk dan tempat peletakan batu Stonehenge.
 Stonehenge circle formation discovered
Pusat situs Stonehenge formasi batu (warna biru), dengan bentuk lingkaran 'sarsen horseshoe'. Bagian teluar berupa gundukan tanah kembar dengan jarak 12m dipisahkan dengan parit. Garis berwarna merah menandakan bagaimana matahari terbit sejajar dengan parit (Foto Daily Mail)
 Stonehenge circle formation discovered
Formasi Stonehenge selaras dengan pergerakan matahari yang terbenam pada pertengahan musim dingin dalam satu arah dan matahari terbit pada pertengahan musim panas. (Foto Daily Maile)
Para peneliti mengungkapkan bahwa Stonehenge adalah sebuah observatorium kuno yang digunakan oleh masyarakat ketika itu untuk memperkirakan terjadinya gerhana matahari, titik balik matahari, untuk mengetahui kapan matahari melintasi khatulistiwa dan kejadian-kejadian penting lainnya terkait dengan matahari, sistem penanggalan kala itu dan religi kontemporer. (RR/tr/14)


Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang

Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
 UniverScience- Indonesia memang penuh misteri bagi dunia ilmu pengetahuan, berbagai macam peninggalan sejarah yang masih banyak dilupakan oleh dunia menantang para Ilmuwan Indonesia untuk membawanya ke kancah ilmu pengetahuan Dunia. Semuanya menunjukkan bagaimana nenek moyang bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang mempunyai peradaban yang sangat tinggi. Candi-candi dan peninggalan sejarah yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia memperlihatkan kecerdasan para arsitek Indonesia di masa yang lampau.

 Salah satu peninggalan bersejarah yang menantang para arkeolog Indonesia juga dunia adalah situs Megalitikum prasejarah Gunung Padang yang terdapat di Jawa Barat. Situs yang bahkan jauh lebih tua dari peninggalan sejarah Mesopotamia di Mesir dan Yunani ini, hingga sekarang masih menyimpan misteri yang masih dalam penyelidikan tim Arkeologi baik dari Indonesia maupun luar Negari.

Situs Gunung Padang berada di Dusun Gunung Padang berbatasan dengan Dusun Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, sekitar 20 Kilo meter dari Cianjur. Luas reruntuhan batu yang terdapat di kompleks gunung padang kurang lebih 900 m² dan terletak pada ketinggian 885 meter dari permukaan laut. Situs Megalitikum Gunung Padang adalah punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Gambar Elektronik situs Megalitikum Gunung Padang (Sumber Foto: http://nrmnews.com
Yang unik dari situs ini ternyata dibuat dari beberapa generasi dalam jangka waktu yang sangat berbeda, yakni pada lapisan pertama dibuat pada 600 Sebelum Masehi, lapisan kedua 4900 Sebelum Masehi, lapisan ketiga 11500 Sebelum Masehi dan lapisan keempat 25.000 Sebelum Masehi. Sebuah usia yang jauh lebih tua dari Piramida yang ada di Mesir.

Dari penelitian batuan yang terdapat di situs ini yaitu pada kedalaman 1 hingga 4,5 meter ditemukan materi unik yang menunjukkan kemajuan peradaban pada zamannya, dimana ditemukan perekat semacam semen purba yang unik, dan hingga kini masih dilakukan penelitian tentang materi tersebut. Penelitian tidak hanya dilakukan di Indonesia melainkan juga dilakukan di Miami, Amerika Serikat yaitu di Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (BETA). Uniknya pada lapisan yang lebih tua justru ditemukan konstruksi yang lebih canggih, yaitu pada lapisan yang diperkirakan dibangun pada 4500 Sebelum Masehi, dibandingkan dengan struktur luarnya yang diperkirakan dibangun pada tahun 500 Sebelum Masehi.

Sebuah fakta unik yang menantang dunia ilmu pengetahuan untuk menemukan jawaban tentang apa sebenarnya yang telah terjadi ketika itu, dimana pada struktur yang lebih tua justru ditemukan tanda-tanda  tekhnologi yang lebih canggih dibandingkan dengan struktur yang lebih muda. Mungkinkah pada struktur  lebih tua hancur bersama perdaban yang dilaluinya, yang disebabkan oleh peristiwa yang terjadi ketika itu, seperti misalnya bencana alam atau peperangan, sehingga membuat struktur yang lebih tua rusak bersama dengan kecanggihannya, sementara itu struktur yang lebih muda ditemukan bukti memiliki tekhnologi yang tidak secanggih sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa, telah ditemukan bukti pembuatan situs Megalitikum Gunung Padang terdapat  campuran  unsur besi yang digunakan sebagai perekat antara batu yang satu dengan lainnya. Pada struktur yang lebih tua ternyata mengandung unsur besi jauh lebih banyak dibandingkan dengan struktur yang lebih muda, dimana pada unsur yang lebih muda ditemukan kandungan unsur besi hanya 3%. Sementara itu pada struktur yang lebih tua justru ditemukan kandungan unsur besi hingga 45%, tanah liat 15% dan sisanya adalah unsur silika.

Tim ahli juga menyatakan bahwa perdaban ketika itu telah mampu mendeteksi bebatuan yang mengandung besi untuk kemudian dihancurkan dan dibakar hingga meleleh dan dicampur dengan tanah liat dan beberapa bahan lainnya, seperti silika yang juga terdapat dalam semen purba tersebut. untuk kemudian digunakan sebagai bahan perekat untuk menyusun batu-batu tersebut menjadi sebuah bangunan.
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Potongan-potongan batu berbentuk segi empat di Gunung Padang
Meskipun masih harus dilakukan penelitian lebih mendalam atas teori yang dikemukakan oleh tim ahli ini, tentu dapat diambil kesimpulan bahwa tekhnologi ketika itu minimal harus seperti tekhnologi yang saat ini,  atau bahkan lebih maju. Analisanya adalah, untuk membuat besi meleleh dibutuhkan panas hingga 1538 °C, 2800 °F, kemudian jika hasil lelehan besi tersebut harus digunakan untuk merekatkan bebatuan maka harus dalam kondisi setengah cair, karena jika tidak, maka besi tidak akan bisa merekatkan bebatuan. Itu artinya, lelehan besi masih dalam kondisi membara dan dalam bentuk leburan besi setengah cair saat digunakan untuk merekatkan batu-batu tersebut.

Pertanyaan kemudian yang muncul adalah, alat apa yang mereka gunakan untuk bisa melakukan itu semua, dibutuhkan tekhnologi canggih utnuk melakukan itu, untuk mengangkatnya, untuk merekatkannya dan tentu harus ada alat pelindung agar orang yang melakukan pekerjaan tersebut tidak terbakar karena harus membawa besi yang meleleh dengan suhu hingga 1538 °C, 2800 °F. Apalagi jika kemudian harus dicampur dengan tanah liat, ini akan semakin sulit lagi dilakukan, karena dibutuhkan tekhnologi yang tidak hanya sekedar melindungi tubuh melainkan juga dibutuhkan tekhnologi cara pencampurannya, karena sifat dasar besi ketika meleleh akan memisahkan antara cairan besi dengan campuran yang terdapat di dalamnya termasuk juga tanah liat, dengan demikian mereka harus mempunyai tekhnologi tentang bagaimana cara  mencampurkan keduanya. Semuanya harus dibuktikan secara ilmiah, karena ini merupakan masalah yang sangat kompleks.

Jika teori para tim ahli tersebut benar, tentu akan membuka mata dunia betapa sebenarnya nenek moyang bangsa Indonesia adalah manusia-manusia cerdas, yang telah mengenal tekhnologi canggih sejak ribuan tahun silam

Terlepas benar atau tidaknya teori yang dikemukakan oleh tim ahli situs Gunung Padang, saat ini kita melihat dengan mata kepala kita sendiri tentang kemajuan beradaban nenek moyang bangsa Indonesia pada masa lalu. Jika pada Candi Prambanan para Arkeolog telah dibikin kagum dengan tanah urukan hingga 14 meter  pada proses pembuatan candi tersebut, maka mereka akan lebih tercengang lagi ketika mereka melihat bahwa ternyata dalam situs Megalitikum Gunung Padang terdapat susunan batu dengan kedalaman 8 meter di bawah tanah. Ada kemungkinan akan ditemukan banyak penemuan mengagumkan lainnya pada kedalaman 8 meter tersebut, apalagi dalam lokasi seluas situs Gunung Padang yang dibuat jauh sebelum Candi Prambanan pada sekitar tahun 800 Masehi
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Gambar elektronik situs Megalitikum Gunung Padang
Seperti telah dikemukakan di atas, situs Megalitikum Gunung Padang diperkirakan dibangun pada 11600 Masehi, bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh  Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (lab BETA) Miami Florida, umur dari lapisan dari kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter, dibuat sekitar 14500 – 25000 SM/atau lebih tua, ini artinya situs Gunung Padang jauh lebih tua dibandingkan dengan peradaban Mesopotamia Mesir dan Yunani yang dibangun pada tahun 4000 Sebelum Masehi.

Hasil penelitian yang dikemukakan oleh Laboratorium Beta Analytic Miami ini tentu merupakan hasil yang cukup mengejutkan, karena laboratorium di Miami Florida ini bertaraf internasional yang sering menjadi rujukan berbagai riset dunia terutama terkait usia batuan karbon (carbon dating). Hasil penelitian ini akhirnya menjawab keraguan banyak pihak atas uji sampel yang dilakukan oleh BATAN sebelumnya, dimana beberapa fihak meragukan validitas hasil uji yang dilakukan olehnya, bahkan tidak sedikit dari mereka memandang sebelah mata atas kesimpulan yang diperoleh oleh BATAN. Kenyataannya hasil pengujian yang dilakukan oleh BATAN dan Laboratorium Beta Analytic Miami memperlihatkan hasil yang tidak jauh berbeda.

Hingga saat ini penelitian untuk mengungkap misteri situs Megalitikum Gunung Padang masih terus dilakukan dengan melibatkan banyak fihak, kita tunggu hasil terbaru fakta ilmiah situs Gunung Padang. (RR/rw/14)


Perkiraan Arkeolog Tentang Cara Pembuatan Candi Borobudur

Perkiraan Arkeolog Tentang Cara Pembuatan Candi Borobudur
Uscience Ketika kita menyaksikan Candi Borobudur tentu akan menyimpan banyak tanda tanya tentang bagaimana caranya candi ini dibangun. Batu-batu dalam ukuran sangat besar dalam jumlah ribuan ditata sedemikian artistik dengan ukuran yang sangat simetris dan proporsional. Ketika bangunan tersebut dibangun pada masa sekarang tentu kita tidak perlu merasa kagum karena tekhnologi konstruksi, peralatan dan arsitektur sudah sedemikian maju. Namun ketika bangunan tesebut dibuat pada abad ke-9 tentu kita harus kagum karena  tekhnologi ketika itu sangat terbatas.

Menurut para Arkeolog memperkirakan bahwa pada awalnya candi Borobudur adalah merupakan stupa tunggal yang sangat besar dan terdapat mahkota di puncaknya. Kondisi tersebut diperkirakan membahayakan bagi tubuh dan kaki stupa, akhirnya stupa dilakukan desain ulang oleh arsiteknya dengan membongkar stupa raksasa ini, para Arkeolog telah memukan bukti bongkar pasang tersebut. Kemudian setelah stupa raksasa ini dibongkar diganti dengan tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti yang kita lihat saat ini.
Perkiraan Arkeolog Tentang Cara Pembuatan Candi Borobudur
Bagian-bagian Candi Borobudur, Foto: ruangkumemajangkarya.wordpress.com
  Dari tanda-tanda yang ditemukan, diperkirakan pembangunan Candi Borobudur dibangun dalam empat tahap, dan mebutuhkan waktu sekitar 95 tahun walaupun ada juga yang menyebutkan jangka waktu pembangunan sekitar 23 tahun, namun perkiraan yang paling banyak diyakini adalah 95 tahun. Seperti apa tahap pembangunan Candi Borobudur tersebut?

 Tahap pertama: 
 Awal mula pembangunan Candi Borobudur belum diketahui secara pasti, dan penelitian hingga hari ini masih terus berlangsung untuk mendapatkan data-data baru tentang awal mula pembangunan candi. Para Ahli hanya memperkirakan bahwa proses pembuatan candi ini dimulai pada sekitar tahun 750 Masehi hingga 850 Masehi. Dasar candi Borobudur adalah sebuah bukit kecil yang diratakan pada puncaknya dan kemudian diperluas. Struktur bangunan tidak semuanya berupa batuan andesit seperti yang terlihat dari luar, pada bagian dalam candi ini adalah tanah yang dipadatkan. Dengan demikian struktur yang terlihat seperti sekarang ini menyerupai cangkang yang membungkus tanah.

Kemudian setelah itu pada bagian miring dibawahnya ditutup lagi dengan batu lapis demi lapis. Terlihat tanda-tanda bahwa pada awalnya dibangun secara bertingkat seperti sebuah piramida berundak namun kemudian dirubah. Ada beberapa bukti tentang hal tersebut yaitu berupa bekas bongkaran dari bangunan sebeumnya. Pada tahap ini dibangun tiga undakan pertama yang menutupi struktur asli berupa piramida berundak.
Perkiraan Arkeolog Tentang Cara Pembuatan Candi Borobudur
Konstruksi keseluruhan Candi Borobudur, Foto: ruangkumemajangkarya.wordpress.com
Tahap kedua:
Pada tahap ini mulai ditambahkan dua undakan berbentuk persegi, kemudian ditambahkan pagar langkan dan ditambahkan lagi satu undakan dengan konstruksi melingkar yang kemudian langsung ditambahkan stupa induk paling besar di atasnya.

Tahap ketiga
Pada tahap ini rupanya terjadi perubahan dari rencana semula karena suatu hal, yaitu undakan pada bagian atas yang berbentuk linkaran yang terdapat stupa induk paling besar dibongkar dan kemudian diganti dengan tiga undakan lingkaran baru . Setelah itu dibangun stupa-stupa kecil mengeililingi stupa induk pada undakan yang dibuat mengelilingi stupa paling besar. Kemudian setelah itu pondasi diperlebar karena alasan tertentu dan dibuat kaki tambahan yang membungkus kaki asli dan menutupi relief Karmawibhangga.

 Para Arkeolog memperkirakan bahwa semula Candi Borobudur dibuat dalam bentuk stupa tunggal yang memahkotai batur-batur teras bujur sangkar, namun kemudian ternyata stupa besar ini terlalu berat untuk ditopang struktur dibawahnya sehingga menyebabkan struktur dibawahnya terdorong keluar karena beban yang terlalu berat dari bagian atas yang menyebabkan pergesaran struktur dibawanya dari tempat semula.

 Karena candi ini dibuat dengan konstruksi menyerupai cangkang dimana konstruksi batu hanya berada diluar sementara konstruksi dalamnya berupa tanah maka tekanan dari atas akan menyebar ke bagian luar dari konstruksi candi, dengan demikian jika tidak dibangun peindung diluarnya akan menyebabkan candi Borobudur longsor dan runtuh. Mungkin atas pertimbangan itu kemudian diputuskan untuk membongkar stupa induk besar dan menggantikannya dengan teras yang mengelilingi stupa induk dengan penambahan stupa-stupa kecil seperti yang kita lihat saat ini.

Rupanya sang Arsitek memang memang mempunyai otak yang cukup jenius, untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang membungkus kaki asli. Struktur ini sengaja dirancang untuk memperkuat bagian dasar candi yang berfungsi seperti pengikat agar bagian candi tidak tercerai berai karena mendapat tekanan dari struktur diatasnya. Namun dengan penambahan ini kemudian  menutup relief Karmawibhangga pada bagian Kamadhatu.

 Tahap keempat.
Ini adalah tahap terakhir atau finishing, dimana pada tahap ini dilakukan penyempurnaan relief dan penambahan pagar pada bagian langkan paling luar juga penambahan semacam pintu gerbang yang disebut sebagai pelekung pada gawang pintu. Pada tahap ini juga dilakukan pelebaran pada bagian ujung kaki candi, yang akhirnya candi Borobudur terlihat seperti sekarang ini.

Sebetulnya ada beberapa bagian candi yang sekarang sudah tidak berada di tempatnya, karena dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, bahkan pada tahun 1896, Raja Thailand, Chulalongkorn ketika mengunjungi Jawa mengambil bagian-bagian dari candi untuk dibawa ke negaranya. Menurut informasi Raja Thailand ini membawa sekitar 8 gerobak bagian-bagian candi atas ijin Pemerintah Kolonial Belanda ketika itu. Saat ini benda-benda berharga ini di pamerkan di Museum Nasional Bangkok. (RR/rw/14)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Free Zone Film - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger