Now Playing :
Showing posts with label Peninggalan Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Peninggalan Sejarah. Show all posts

Transkripsi Kuno Menunjukkan Yesus Beristri Dan Punya Dua Anak

Sebuah naskah kuno yang disimpan di Perpustakaan Inggris dan  berusia hampir 1.500 tahun menyebutkan bahwa Yesus ternyata menikah dengan Maria Magdalena dan memiliki dua orang anak, naskah tersebut juga menyebutkan nama dan keturunan mereka  secara rinci dalam teks kuno tersebut. Namun demikian fihak Gereja Inggris telah menolak klaim tersebut , dan mengatakan bahwa hal hanyalah cerita fiksi 'Da Vinci Code' dalam catatan sejarah.
 'Yesus digambarkan mempunyai istri dan dua orang anak ' (1845), oleh Marie Ellenrieder (Wikimedia)
 'Yesus digambarkan mempunyai istri dan dua orang anak ' (1845), oleh Marie Ellenrieder (Wikimedia)

Sebuah naskah yang yang juga disebut "Lost Gospel", yang  diterjemahkan dari bahasa Aram oleh Profesor Studi Agama Barrie Wilson dan penulis sejarah Simcha Jacobovici, diduga juga mengungkapkan hal tersebut dan cukup  mengejutkan, demikian menurut The Sunday Times.

Profesor Wilson mengatakan di dalam situsnya bahwa ia menemukan " naskah Syriac kuno yang tersembunyi di British Museum, yang berasal dari abad ke-6,yang juga mengungkapkan hal ini dan  telah  diterjemahkan dari tulisan Yunani jauh lebih awal." Dia menambahkan bahwa "para agamawan Kristen tahu tentang hal itu selama hampir 200 tahun, tetapi tidak diketahui apa yang membuat mereka tidak mengakui hal tersebut. "

Menurut Wilson dan Jacobovici, dalam naskah ini  juga termasuk rincian tentang hubungan politik Yesus dan  kaisar Romawi Tiberius dan salah satu jenderalnya, Sejanus, dia juga mengatakan bahwa ada upaya pembunuhan terhadap Yesus tiga belas tahun sebelum eksekusi terhadapnya. Namun, klaim paling kontroversial adalah bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena dan mempunyai dua anak dengan dia selama di Nazareth.
Yesus dan Maria Magdalena
Yesus dan Maria Magdalena (1534) oleh Antonio da Correggio (Wikimedia)
Wilson dan Jacobovici sebenarnya bukanlah yang pertama mengklaim bahwa Yesus memiliki hubungan romantis dengan Maria Magdalena. Para teolog dan peneliti juga telah berspekulasi tentang masalah ini selama berabad-abad, tetapi kemudian hal ini menjadi populer setelah dirilis 'The Holy Blood and Holy Grail', yang mengedepankan hipotesis bahwa Yesus sebenarnya  menikahi Maria Magdalena, dan memiliki satu anak atau lebih, yang kemudian  anak-anak atau keturunan mereka beremigrasi ke tempat yang sekarang Perancis selatan. Sesampai di sana, mereka menikah dengan keluarga bangsawan yang akhirnya  menjadi dinasti Merovingian.

Teori ini ini kemudian menginspirasi tulisan Dan Brown dalam film thriller yang laris dengan judul  'The Da Vinci Code', yang menulis bahwa sosok di sebelah kanan Yesus dalam lukisan Leonardo da Vinci "The Last Supper" bukanlah rasul Yohanes, namun sebenarnya sosok tersebut adalah istrinya, Maria Magdalena. Memang kalau diperhatikan dengan seksama gambar di sebelah Yesus adalah sosok seorang perempuan dan bukan laki-laki, pelukis sebesar Leonardo Da Vinci tidak mungkin salah dalam menggambar karakter laki-laki atau perempuan.
The Last Supper oleh Leonardo da Vinci
The Last Supper oleh Leonardo da Vinci (Wikimedia). Dalam novel, 'The Da Vinci Code', Dan Brown menulis bahwa seseorang yang di sebelah kanan Yesus adalah Maria Magdalena.
 Klaim bahwa Yesus menikah juga pernah menjadi sorotan berbagai kalangan pada tahun 2012 ketika sebuah fragmen papirus yang di temukan Mesir diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan ditemukan mengandung referensi eksplisit  bahwa sebenarnya Yesus menikah.  Disebutkan dalam “ Gospel of Jesus’ Wife” dari abad ke-8 , dalam salah satu bagian disebutkan: "Yesus berkata kepada mereka, istri saya ....", Dan "dia akan dapat menjadi murid-Ku".
Injil Istri Yesus
 'Injil Istri Yesus'. Foto kredit: Karen L. Raja
Hal ini memang agak sulit untuk bisa difahami ada  apa sebenarnya, kenapa bagian-bagian dari Injil tersebut bisa  hilang..?  Kita berharap agar beberapa bukti sejarah ini dapat segera di verifikasi oleh dunia akademis yang mengedepankan kebenaran dan kejujuran fakta, dan tidak disembunyikan di balik kepentingan tertentu untuk menutupi fakta sejarah yang ada. Dunia butuh penjelasan siapa sebenarnya Yesus? Benarkah dia sosok Tuhan yang tidak pantas disebut sebagai punya anak, atau dia hanya seorang Nabi seperti Nabi-Nabi lainnya yang juga mempunyai anak dan istri?

Gereja Inggris telah menolak klaim yang dibuat di 'The Lost Gospel', dan mengatakan bahwa hal itu lebih mendekati  fiksi populer ketimbang sejarah yang akurat. ," kata seorang juru bicara gereja Sunday Times.

 

Arbatel, Kitab Sihir "Putih" Kuno

Arbatel de magia veterum (Arbatel: Kitab  Magic Kuno) adalah grimoire dari masa Renaissance  yang berisi tentang  teks sihir, kitab ini merupakan salah satu karya paling berpengaruh dari kitab-kitab sihir sejenis. Tidak seperti beberapa naskah kitab sihir  lainnya yang mengandung ajaran sihir gelap dan mantra jahat, Arbatel berisi saran spiritual dan bimbingan tentang bagaimana menjalani kehidupan yang jujur dan terhormat.
Arbatel, Kitab Sihir "Putih" Kuno
Arbatel, Kitab Sihir "Putih" Kuno
Arbatel diperkirakan ditulis pada tahun 1575 Masehi. Perkiraan ini didukung melalui referensi tekstual yang berasal dari 1536 sampai 1583. Diyakini bahwa editor terakhir dari kitab sihir ini  diyakini adalah seorang  dokter Swiss bernama Theodor Zwinger, yang diterbitkan oleh penerbit Italia, Pietro Perna. Penulis dari kitab yang masih misterius ini masih juga belum diketahui, meskipun telah beredar spekulasi bahwa penulis kitab ini adalah seorang pria bernama  Jacques Gohory. Seperti  disebutkan oleh Zwinger dan Perna, Gohory adalah Paracelsian (sebuah kelompok yang percaya dan mengikuti teori medis dan terapi  Paracelsus).
Potret Paracelsus
Potret Paracelsus (Philippus von Hohenheim), Bapak Toksikologi dan Occultist. public Domain
Fokus pembahasan dari Arbatel adalah pada alam, dan hubungan alami antara manusia dan hirarki surgawi yang terfokus pada hubungan  positif antara dunia langit dan manusia, dan interaksi antara keduanya. Penyair dan pengikut mistik ilmiah asal Inggris bernama Arthur Edward Waite (AE Waite) menyebutkan bahwa Arbatel  bersifat Kristiani. Dia menulis bahwa Arbatel  tidak mengandung segala sesuatu yang  yang mengajarkan  ilmu hitam, dan tidak ada hubungannya dengan Greater atau Kunci Lesser Salomo, yang difokuskan pada demonologi.  Kitan sihir “putih” ini banyak sekali mengutip ayat-ayat di dalam alkitab. Diihat dari isi tulisannya, tampak bahwa penulis Arbatel  menandakan bahwa penulis kitab ini hafal terhadap sebagian besar isi Alkitab, sehingga sangat mempengaruhi isi dari kitab ini.
Icon ortodoks sembilan perintah malaikat, membentuk Celestial Hierarchy
Icon ortodoks sembilan perintah malaikat, berbentuk Celestial Hierarchy. public Domain
Arbatel adalah sebuah karya yang sangat berpengaruh pada waktu itu. Dikatakan bahwa seseorang tidak dapat memahami arti dari Arbatel tanpa juga memahami filosofi Paracelsus. Hal tersebut dapat dilihat dari teosofi dalam arti gaib, dan mungkin mrupakan sebuah karya tulis pertama yang membahas tentang hal ini. Sebelum Arbatel, teosofi pada umumnya digunakan sebagai sinonim untuk teologi dan tulisan ini adalah tulisan pertama yang membuat perbedaan penting antara pengetahuan manusia dan pengetahuan ilahi. Namun, tidak semua pandangan dari Arbatel adalah positif. Dokter Belanda, okultis dan demonologist Johann Weyer dalam bukunya De praestigiis daemonum menyebut Arbatel sebagai kitab yang "penuh ketiadaan rasa hormat terhadap hal-hal ghaib". Pada tahun 1617, dua profesor di Universitas Marburg, Jerman bermaksud untuk menggunakan Arbatel sebagai buku teks bagi siswa, namun tindakan ini  menyebabkan pengusiran siswa. Selanjutnya, pada tahun 1623,  Jean Michel Menuisier, mengaku telah menggunakan mantra yang diambil dari Arbatel.
 "Moral dan Filsafat Alam", dari Dictionnaire Infernal, sebuah buku tentang demonologi
Buer, the 10th spirit, who teaches "Moral and Natural Philosophy", dari Dictionnaire Infernal, sebuah buku tentang demonologi. public Domain
Edisi pertama dari Arbatel kemungkinan besar diterbitkan di Basel, namun demikian beberapa klaim menyebutkan bahwa Arbatel telah diterbitkan sebelumnya, meskipun belum ada bukti untuk mendukung hal ini. Sejak tahun  1575, telah dilakukan cetak ulang terhadap isi dari Arbatel. Pada tahun  1655, Robert Turner menerjemahkan Arbatel ke dalam Bahasa Inggris, dan mencetaknya dalam buku "Keempat"  Heinrich Cornelius Agrippa dengan judul "Tiga Buku Filsafat Okultisme." Pada 1686, Andreas Luppius  membuat  terjemahan Arbatel ke dalam bahasa Jerman dan kemudian diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1969 di  British Library’s Sloane Manuscripts. Terjemahan bahasa Inggris ini mengakibatkan banyak kesalahan dan bagian dari kitab ini hilang, termasuk di dalamnya  "Seal of Secrets”. Kemudian pada tahun 1855 Scheible menyempurnakan terjemahan ke dalam bahasa Jerman, dan mengoreksi kesalahan Luppius '. Dan akhirnya, pada tahun 1945, Marc Haven membuat  terjemahan dengan menggunakan bahasa Perancis.

Melalui edisi aslinya dan juga versi terjemahannya, Arbatel memberikan gambaran tentang ajaran   spiritual kuno, dan pandangan  filosofi  dari abad ke-16.


Misteri Penemuan Lebih Dari 400 Mumi Orang Eropa Di Xinjiang, China

Image yang terbentuk saat ini di benak kebanyakan orang ketika disebutkan kata mumi maka meraka akan berfikir tentang kehidupan Fir’aun Mesir di masa lampau, dengan pasir keemasan, piramida, dan Sphinx. Namun, praktek mumifikasi pada manusia dan bahkan juga binatang adalah merupakan budaya dari daerah lain di seluruh dunia juga,  bahkan sebelum orang Mesir kuno mulai melakukannya. Budaya kuno dari Asia, Eropa, dan Amerika Selatan juga melakukan mumifikasi pada mayat, dan bahkan mumi  yang dibuat secara sengaja dengan usia tertua ditemukan di Camarones Lembah Chile, dan diperkirakan dibuat pada sekitar 5050 SM, tidak lama sebelum mumi Mesir pertama ditemukan.
Misteri Penemuan Lebih Dari 400 Mumi Orang Eropa Di China
Selain mumi yang sengaja diciptakan, ada juga mumi yang tercipta karena kondisi alam, karena kondisi alam yang sangat kering dan dikombinasikan dengan panas atau dingin yang ekstrim, atau kondisi anaerob, dengan  tingkat oksigen yang rendah sehingga  mencegah dekomposisi mayat. Seperti beberapa mumi alami  yang ditemukan di seluruh dunia, di setiap benua.
Misteri Penemuan Lebih Dari 400 Mumi Orang Eropa Di China
Sebuah mumi semi alami di gurun pasir Atacam, Chile
Di Asia, banyak ditemukan mumi yang terjadi secara alami seperti  yang ditemukan di China, dengan kondisi mayat  masih utuh yang ditemukan dari dinasti sepanjang sejarah Cina. Yang hingga kini masih menjadi tanda Tanya besar adalah mumi-mumi manusia Eropha yang ditemukan di China yang entah bagaimana orang Eropa yang jaraknya ratusan mil dari China justru memilih tempat peristirahatan terakhir mereka di padang pasir Taklamakan  Xinjiang, di Cina bagian barat. Di sini, di tempat yang disebut sebagai Basin Tarim ini ditemukan sisa-sisa sempurna mayat yang diawetkan oleh alam, mayat-mayat ini diyakini sebagai orang Eropa yang telah berhasil mendarat di China
Misteri Penemuan Lebih Dari 400 Mumi Orang Eropa Di China
Padang pasir Taklamakan
Salah satu mumi yang cukup terkenal  ditemukan di Gurun Taklamakan  yang dikenal sebagai Cherchen Man. Mumi ini sangat  fenomenal karena ditemukan utuh setelah meninggal  pada  sekitar 3.000 tahun yang lalu, Mumi ini sangat  Nordic dengan tulang pipi yang tinggi dan hidung panjang, serta rambut dan janggut berwarna kemerahan. Diperkirakan mumi ini panjangnya  sekitar 6 kaki, dan ketika ditemukan mengenakan twill tunik dan tartan merah legging dan mengenakan baju tenun khas zaman perunggu Celtic. Mumi itu ditemukan bersama  tiga mumi wanita dan seorang bayi, yang semuanya dalam keadaan baik dan termumifikasi oleh alam jauh melampaui apa yang biasanya terlihat pada mumi Mesir yang lebih terkenal. Salah satu perempuan yang ditemukan dengan Cherchen Man memiliki  rambut coklat muda yang indah, yang lebih mengherankan rambutnya masih berkilau meskipun sudah ribuan tahun, tersisir rapi dan dikepang. Semua mayat ditemukan dalam posisi teratur dan berpakaian rapi. Mayat bayi  dibungkus dengan kain coklat kualitas tinggi diikat dengan tali merah dan biru. Pada masing-masing mata bayi terkesan dengan sengaja diletakkan batu berwarna biru, dan botol susu bayi yang terbuat dari ambing domba yang diletakkan disamping bayi, yang semuanya menunjukkan semacam ritual sebelum kematian.

Selain pakaian dan ciri-ciri fisik lainnya yang menunjukkan bahwa mumi tersebut adalah orang Eropa, pada situs pemakaman Cherchen Man ditemukan juga sekitar 200 mumi yang  tampaknya berasal dari suku yang sama yangjuga dari Eropa. Di tempat tersebut ditemuakn  struktur batu Celtic yang dikelilingi oleh patung yang terbuat dari batu.  Penemuan ini tentu saja merupakan penemuan yang unik dan signifikan dimana ratusan mumi manusia Eropa pada Zaman Perunggu Celtic ditemukan di gurun Cina. Bangsa Celtic pada puncak peradaban mereka, di sekitar 300 SM, memiliki pemukiman utama  di Perancis dan Kepulauan Inggris, dengan pengaruh yang cukup luas hingga Turki meskipun tidak sampai sejauh daratan Cina .
Sebuah mumi Tarim
Misteri Penemuan Lebih Dari 400 Mumi Orang Eropa Di China
Sebuah mumi Tarim
Di tempat lain di Cekungan Tarim juga ditemukan  Sebuah mumi seorang wanita berusia 4.000 tahun  yang  ditemukan di dekat kota Loula yang dikenal sebagai Loulan Beauty. Wanita itu diperkirakan  berusia 45 tahun ketika  meninggal, dan memiliki fitur Eropa serta mempunyai postur badan yang tinggi. Rambutnya terurai  mengalir dan tampak seolah-olah seperti disisir kemarin. Wanita itu dikubur bersamaan dengan makanan yang diperkirakan untuk kehidupan berikutnya, ditemukan juga  berbagai sisir dan bulu bersamanya. Di Kota Loulan juga ditemukan  juga beberapa mumi serupa, seorang anak dengan fitur Nordic yang diyakini berusia sekitar 8 tahun pada saat kematiannya dan dibungkus kain wol indah bermotif.
Misteri Penemuan Lebih Dari 400 Mumi Orang Eropa Di China
Mumi Kaukasia lain yang ditemukan China dan juga  dianggap sebagai salah satu mumi yang paling baik diawetkan oleh alam adalah  Yingpan Man, dan kadang-kadang disebut sebagai  Laki-Laki Tampan. Mumi berusia sekitar 2.000 tahun dan memiliki rambut pirang dan wajah berjenggot. Wajahnya tertutup  topeng kematian yang terbuat dari rami yang dilpisi foil emas, dengan senyum dan kumis dicat di atasnya. Masker kematian tersebut adalah tradisi Yunani kuno, dan merupakan petunjuk lain yang ditemukan pada mumi keturunan Yunani. Pria itu mempunyai postur tubuh sangat besar dengan tinggi badan 6 kaki, enam inci. Hal ini merupakan sebuah misteri tentang bagaimana seorang  pria Yunani berhasil datang ke China jauh sebelum orang Yunani datang ke negeri ini, dan juga belum  diketahui apa yang membawa pria ini datang  ke gurun pasir China.
Sebuah mumi Tarim
Misteri Penemuan Lebih Dari 400 Mumi Orang Eropa Di China
Sebuah mumi Tarim
Wilayah Tarim Basin sangat ideal untuk terjadinya mumifikasi mayat karena kondisi tempat ini sangat kering dengan tanah alkalin. Ada sekitar 400 mumi keturunan Eropa ditemukan di wilayah ini,  dari berbagai negara pelestarian dan dari berbagai kurun  waktu, selama 25 tahun terakhir. Tes DNA ekstensif  yang diambil dari mumi  menunjukkan  bahwa mereka memang keturunan Eropa. Hingga kini semua itu tetap menjadi misteri, bagaimana orang-orang ini sampai pergi jauh  ke gurun China, berapa lama mereka menghuni wilayah ini, untuk apa dan mengapa mereka berada di wilayah ini?

Yang pasti semua penemuan mumi di China merupakan tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan untuk memecahkan misteri  awal sejarah Eropa dan Cina, dan penemuan-penemuan ini  merupakan  salah satu penemuan arkeologi paling penting abad ini. Sudah ada banyak study  tentang orang-orang Zaman Perunggu ini yang mempelajari tentang sisa-sisa apapun dari mereka yang masih terjaga dengan baik, seperti tentang alat yang mereka gunakan, pakaian yang mereka kenakan, adat penguburan mereka, dan bahkan karakteristik fisik mereka. Kehadiran mereka di China juga merupakan misteri tersendiri  bagaimana awal orang-orang Eropa ini bisa datang ke tempat ini?, semua itu telah menjadi  perdebatan para ahli dan memunculkan berbagai  teori tentangnya.

Salah satu orang yang telah secara ekstensif mempelajari mumi Kaukasia Cina, adalah Profesor Victor Mair dari Pennsylvania University,Profeser Victor mengatakan  bahwa  orng Eropa awal  telah tersebar ke belahan dunia  yang berbeda. Ia percaya bahwa  orang-orang ini melakukan perjalanan ke barat untuk menjadi bangsa Celtic di Inggris dan Irlandia, yang lain pergi ke utara untuk menjadi suku-suku Jermanik, dan yang lain berangkat ke sebelah timur  dan akhirnya sampai ke wilayah  Xinjiang.  Pemukiman manusia Eropa kuno di Xinjiang ini diyakini mewakili beberapa manusia manusia paling awal di Cekungan Tarim, dan Mair yang telah ada sejak 1800 SM, mumi paling awal  dari bangsa Caucausoid atau Europoid ditemukan secara eksklusif di tempat ini.
Tarim mumi
Misteri Penemuan Lebih Dari 400 Mumi Orang Eropa Di China
Sebuah mumi Tarim
Penemuan mumi-mumi ini telah menyebabkan tidak hanya perdebatan mengenai asal-usul mereka, bahkan memunculkan pendapat bahwa  Eropa berada di wilayah Xinjiang jauh sebelum orang Asia Timur tiba, ribuan tahun sebelum China diyakini secara historis melakukan kontak pertama dengan Barat. Kontroversi  seputar penemuan mumi ini  telah membuat pemerintah China menjaga penelitian mumi ini di bawah kontrol ketat.

Siapakah orang-orang Eropa kuno Cina? Mengapa mereka datang ke gurun pasir Taklamakan? Untuk saat ini, tidak ada yang tahu pasti. Dalam bahasa lokal masyarakat Uighur Xinjiang, bahwa kata "Taklamakan" berarti "Anda datang dan tidak pernah keluar." Hal ini terbukti seperti  mumi Eropa Cina yang ditemukan di tempat ini, kita tunggu perkembangan informasi selanjutnya.

Bangunan Peninggalan Fir'aun Berusia 3400 Tahun Ditemukan Dibawah Air

Bangunan Peninggalan Fir'aun Berusia 3400 Tahun Ditemukan Dibawah Air
Menteri kepurbakalaan Mesir telah mengumumkan sebuah penemuan  kuil Mesir kuno di dekat kota  Kairo, kuil terseut di perkirakan dibuat pada zaman Firaun Thutmose III. Kuil kuno ini ditemukan di bawah sebuah rumah dan  terendam di dalam air tanah. Pada awalnya kuil ini ditemukan oleh sekelompok penjarah benda kuno  yang menggunakan peralatan menyelam untuk menyelam hingga sembilan meter untuk mencapai reruntuhan kuil.

Para penjarah tersebut terdiri dari tujuh orang yang merupakan penduduk Giza, ke tujuh orang tersebut kemudian  ditangkap setelah mereka secara ilegal menggali sisa-sisa sebuah peninggalan kuil Mesir kuno. Penemuan tersebut berupa  blok batu kapur besar, yang diukir dengan teks-teks hieroglif, yang menunjukkan bahwa bangunan ini dibuat  pada  masa pemerintahan Kerajaan  Raja Tuthmose III,  reruntuhan ini ditemukan di daerah Hod Zeleikha distrik Al-Badrasheen.
Bangunan Peninggalan Fir'aun Berusia 3400 Tahun Ditemukan Dibawah Air
Penemuan peninggalan Raja Tuth mose III
Benda-benda kuno ini ditemukan dua pekan lalu, Mayor Jenderal Momtaz Fathi, seorang pembantu kementerian dalam negeri dan seorang direktur di polisi pariwisata, mengatakan “ polisi pariwisata dan barang antik mendengar tentang pekerjaan penggalian ilegal dan menangkap tujuh orang tersebut,  dua di antaranya adalah orang Palestina” kata Fathi, Polisi juga menemukan pakaian selam , tabung oksigen dan masker untuk menyelam .

Menteri Purbakala Mamdouh El-Damaty mengatakan bahwa blok yang ditemukan  adalah asli dan merupakan sebuah kuil besar dari pemerintahan Raja Tuthmose III. Benda-benda yang ditemukan berupa  tujuh relief,  dua tiang marmer dan  sebuah patung orang dalam posisi duduk berukuran besar  yang dibuat dari batu granit merah.
Bangunan Peninggalan Fir'aun Berusia 3400 Tahun Ditemukan Dibawah Air
Pilar yang ditemukan di tempat tersebut mirip dengan pilar-pilar ini (wikimedia commons)
Benda-benda ini kemudian  dibawa ke situs Saqqara untuk dilakukan restorasi dan studi lebih lanjut, kata menteri,  daerah Hod Zeleikha kini telah dinyatakan sebagai situs arkeologi dan berada di bawah pengawasan pemerintah untuk keperluan survey dan penggalian lebih lanjut.

Menurut Ahram Online, kuil, yang ditemukan ini berjarak  40km sebelah selatan dari Piramida Agung Giza, di kota Badrashin, berasal dari zaman Firaun Thutmose / Thutmosis III, salah satu raja terkemuka di Mesir.

Thutmose III adalah Firaun keenam dari Dinasti ke-18. Selama 22 tahun pertama pemerintahannya, ia bersama dengan ibu tiri dan bibinya Hatshepsut, yang terkenal sebagai ratu yang mengambil peran sebagai Fir’aun laki-laki. Setelah kematiannya dia digantikan oleh  Thutmose III yang kemudian membawa Mesir menjadi sebuah  kerajaan terbesar, melalui berbagai ekspansi.

"Kami akan memulai proyek penggalian di daerah ini untuk menemukan benda-benda lainnya yang mungkin  lebih banyak lagi ," kata menteri  kepurbakalaan Mesir  Mahmoud al-Damaty, yang juga menyatakan sebuah harapan bahwa tulisan di dinding kuil bisa membuka informasi baru tentang kerajaan dan pemerintahan Thutmose III lebih lengkap dari yang telah ditemukan sebelumnya.


Candi Gedong Songo Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Gedong Songo Temple in Semarang
UniverScience- Candi Gedong Songo adalah salah satu kekayaan wisata Kota Semarang yang terletak  di lereng Gunung Ungaran sebelah selatan kota Semarang, Candi ini termasuk salah satu candi Hindu yang terdapat di Jawa Tengah dan dibangun pada sekitar Abad ke-7 Masehi. Hingga kini bangunan kuno ini masih berdiri tegak diatas gunung Ungaran yang mempunyai ketinggian 2050 DPL. Letaknya yang berada di lereng gunung Ungaran dan berada ditengah-tengah hutan pinus membuat tempat ini sangat indah dipandang mata. Suasana sejuk yang berada disekitar lokasi membuat suasana semakin lekat dengan kemurnian alam pegunungan di daerah tersebut
Gedong Songo Temple in Semarang
Pemandangan disekitar Candi Gedong Songo yang indah
Dalam pemandangan yang begitu mempesona. Candi Gedong Songo menyimpan sejuta keindahan landskap dan nilai sejarah yang tinggi. Nama Gedong Songo sendiri adalah berasal dari bahasa Jawa, Gedong berarti bangunan yang terbuat dari batu sedangkan songo berarti sembilan atau dapat diterjemahkan sebagai bangunan sembilan dalam Bahasa Indonesia.
Candi Gedong Songo dapat ditempuh dari Kota Semarang melalui Ungaran ke arah Ambarawa dan melewati tempat wisata lainnya di dekat Gedong Songo yaitu Bandungan. Lokasi ini juga dapat ditempuh lewat Semarang Barat (Ngaliyan) ke arah Boja, setelah masuk desa Tampingan sebelum masuk kota Boja
belok kiri ke arah Limbangan dan selanjutnya ke arah Bandungan. Rute perjalanan melalui Boja akan terasa lebih menyenangkan karena melewati rute pegunungan dan perjalanannya tidak terlalu ramai seperti jika ditempuh melalui Ungaran. Setelah memasuki Kecamatan Limbangan perjalanan akan semakin mengasyikan karena melaewati pegunungan dengan jalan yang terus menanjak dngan jalan aspal yang mulus. Sampai lokasi tanjakan akan semakin tinggi hingga akhirnya masuk ke lokasi sebenarnya, Gedong Songo.

Sejarah singkat Gedong Songo
Menurut catatan ahli sejarah, Candi Gedong Songo dibangun pada jaman Mataram kuno Putera Sanjaya, seorang raja Mataram Kuno. Dari model arsiteknya, candi ini termasuk dalam Candi Hindu, hal tersebut didasarkan pada penemuan arca-arca Dewa Hindu. Arca yang terdapat di dalam kompleks Candi Gedong Songo antara lain  arca Maharsi Agastya, Syiwa Mahaguru,Syiwa Mahakala,  Ganesha  Durgamahesasuramardhani, Syiwa Mahadewa,serta Lingga Yoni seperti yang terdapat pada candicandi Hindu lainnya. Candi Gedong Songo ditemukan oleh Loten pada tahun 1740.

Lokasi Gedong Songo dibuat sesuai dengan kontur tanah tempat dimana bangunan bersejarah ini dibangun. Bangunan terkesan sengaja dibuat mengelilingi kawah air panas yang terdapat di dasar lereng gunung Ungaran dimana antara Gedong I (1.208 mdpl) dan Gedong V (1.308 mdpl) di puncak nirwana terpaut tepat 100 meter. Tata letak Candi Gedong Songo hampir mirip dengan kompleks Candi Dieng, belum diketahui secara pasti apa latar belakang dari kemiripan ini.
Gedong Songo Temple in Semarang
Keindahan arsitektur Gedong Songo, memperlihatkan kehebatan arsitek Indonesia ribuan tahun silam
Di tempat ini juga terdapat sebuah tempat yang dikenal sebagai bukit Kendalisodo yang terdapat sumber mata air panas di dasarnya, juga goa tempat pertapaan Hanoman. Konon, menurut kepercayaan masyarakat setempat tempat ini adalah merupakan tempat dimana Rahwana dikunci diantara dua bukit Gunung Ungaran setelah dikalahkan oleh Hanoman. Meskipun secara ilmiah cerita tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, masyarakat meyakini bahwa keberadaan kawah mempunyai keterkaitan dengan Rahwana musuh bebuyutannya Sri Rama.
Gedong Songo Temple in Semarang
Puncak Candi Gedong Songo, Keindahan arsitektur Gedong Songo, memperlihatkan kehebatan arsitek Indonesia ribuan tahun silam
Mungkin cerita tersebut perlu diluruskan karena cerita peperangan antara Hanoman dan Rahwana bukanlah cerita asli Indonesia namun berasal dari India, yang sudah tentu bila cerita tersebut merupakan kisah nyata tentu kejadiannya bukan di Gedong Songo namun di India sana. Namun karena cerita tersebut adalah cerita Pewayangan yang pernah menjadi cerita rakyat pada masanya, maka masyarakat ketika itu berfikir bahwa cerita tersebut terjadi di sekitar mereka. (RR/ow/14)



10 Manuskrip Kuno Paling Menakjubkan Di Seluruh Dunia

10 Manuskrip Kuno Paling Menakjubkan Di Seluruh Dunia
Peradaban dunia telah meninggalkan ribuan naskah kuno yang luar biasa yang terselamatkan dan dapat kita saksikan saat ini, naskah-naskah tersebut terukir pada tembaga, tertulis pada papirus, terukir di bebatuan, dan bahkan ditulis dengan menggunakan tinta emas dan batu mulia.Kami mencoba mengumpulkan berbagai macam data elektronik dari database kami tentang naskah-naskah kuno tersebut. Sungguh sangat menakjubkan dari naskah-naskah kuno tersebut, kita dapat belajar tentang kehidupan masa lampau dan membuka jendela dari masing-masing peradaban yang berbeda yang telah terpisahkan oleh jaman, tempat dan waktu.

1. Naskah Kuno Dunhuang
Naskah Dunhuang adalah naskah yang terdiri dari sekitar 20.000 gulungan penting yang ditemukan di Gua Mogao Dunhuang. Naskah Dunhuang diperkirakan ditulis antara antara abad ke-5 dan abad ke-11 Masehi, dan kemudian disimpan didalam sebuah ruang di dalam gua, Naskah tersebut telah tersimpan selama sekitar 900 tahun. Naskah Dunhuang berisi teks yang sebagian besar membahas tentang ajaran Buddha, namun demikian di dalam teks ini juga terdapat tulisan lain  yang mebahas tentang Tao, Kristen Nestorian, dan teks Manichaean. Selain itu, dalam Naskah Dunhuang juga terdapat berbagai macam tulisan berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti matematika, sejarah, astronomi dan sastra. Salah satu aspek penting dari Nskah Dunhuang adalah menceritakan tentang sebagian besar sastra rakyat pada jamannya. Seperti misalnya menceritakan tentang kehidupan orang-orang biasa, memberikan perspektif yang unik pada pengalaman mereka, cara mereka berhubungan dengan masyarakat luas dan pemerintah, serta hubungan mereka dengan keluarga dan teman-teman.

The Dunhuang Manuscripts

2. Naskah Kangyur ditulis dengan 9 Batu Mulia
Sebelumnya Orang Tibet adalah penganut ajaran Shamanisme yang disebut sebagai Bon. Pada sekitar abad ke-6 hingga 8 Masehi, Buddhisme perlahan-lahan mulai menembus wilayah Tibet. Ajaran Buddha kemudian diterjemahkan dalam bahasa Tibet, kemudian perkembangan agama Budha  mencapai puncaknya di Tibet terjadi  pada abad ke-14, yang kemudian melahirkan Buddha Tibet Canon. Pesan-pesan Sang Buda kemudian ditulis pada Naskah yang disebut sebagai  Kangyur. Naskah Kangyur kemudian disalin dan disebarkan ke seluruh Tibet.

The Kangyur Written with 9 Precious Stones

 Salah satu salinan tersebut adalah Kangyur yang konon ditulis dengan 9 batu mulia, yang merupakan satu-satunya salinan di dunia. Tinta yang digunakan dalam penulisan Kangyur ini terbuat dari batu mulia. 9 jenis 'batu mulia', yaitu emas, perak, karang, mutiara, ibu dari mutiara, pirus, lapis lazuli, tembaga dan baja, bahan-bahan tersebut kemudian dihancurkan menjadi bubuk. Bubuk bahan tinta ini kemudian dicampur dengan mata air pegunungan atau air hujan dan dicampur dengan perekat khusus susu kambing, yang kemudian dijadikan tinta. Kemudian, dengan menggunakan kuas yang terbuat dari bulu musang, tinta tersebut kemudian digunakan untuk menulis pada kertas berwarna hitam. Selain berupa teks, lukisan juga ditambahkan ke dalam Kangyur. Gambar-gambar ini dibuat menurut tradisi artistik Zanabazar.

3. Legendary Emerald Tablet
Emerald Tablet juga disebut sebagai tablet zamrud atau batu hijau bertulis yang menyimpan rahasia alam semesta. Asak usul Emerald Tablet hingga kini tidak diketahui secara pasti, dipenuhi dengan cerita legenda tentangnya. Legenda yang paling umum menceritakan bahwa tablet itu ditemukan di sebuah makam di bawah patung Hermes di Tyana, tergenggam di tangan mayat Hermes Trismegistus.  


Legendary Emerald Tablet
Legenda lain mengatakan bahwa Emeralad Tablet berasal dari tulisan Seth anak ketiga Nabi Adam dan Hawa. Sementara itu legenda lainnya meyakini bahwa tablet ini adalah bagian dari kitab Perjanjian Tabut. Bahkan ada yang mengklaim bahwa sumber asli dari Emerald Tablet adalah dari kota dongeng Atlantis. Ada juga yang mengatakan bahwa Emerald Tablet akan menjadi salah satu pilar alkimia Barat.  

Emerald Tablet sangat berpengaruh di Abad Pertengahan dan Renaissance alkimia. Selain terjemahan Emerald Tablet, banyak juga komentar juga ditulis tentangnya. Namun demikian, meskipun berbagai penafsiran telah dikemukakan, tampaknya bahwa tidak ada seorang penulispun yang mengklaim bahwa apa yang mereka tulis adalah merupakan teori yang pasti benar tentang Emerald Tablet . Hingga kini, naskah misterius ini masih diteliti untuk ditemukan jawabannya.

4. Kitab tafsir mimpi Mesir
"Mesir Dream Book" Mesir ditulis dalam bentuk papirus dengan model tulisan tangan bersambung. Dream Book Mesir  ini ditemukan oleh seorang pekerja di desa Mesir kuno Deir el-Medina, dekat Lembah Para Raja. Papirus ini diperkirakan berasal dari Ramses II (1279-1213 SM). Setiap halaman papirus dimulai dengan kolom vertikal tanda tangan bersambung, yang jika diterjemahkan akan mempunyai arti 'Jika seorang pria melihat dirinya dalam mimpi'.  


Dalam setiap garis horizontal yang mengikutinya, menjelaskan tentang mimpi sebagai 'baik' atau 'buruk', serta penafsiran tentang mimpi tersebut. Sebagai contoh: jika seseorang melihat dirinya mimpi keluar dari jendela, itu adalah pertanda baik '. Mimpi-mimpi yang baik akan ditampilkan terlebih dahulu, diikuti dengan penafsiran mimpi buruk (ditulis dengan warna merah, karena warna merah adalah pertanda buruk menurut keyakinan mereka saai itu).
The Egyptian Dream Book

5. Gulungan tembaga daftar harta karun
 Copper Scroll adalah bagian peninggalan sejarah yang luar biasa berupa dokumen abad pertama. Dokumen ini ertama kali ditemukan di sekitar gua-gua di Qumran, dan dikenal sebagai Gulungan Laut Mati. Copper Scroll, sangat berbeda dari dokumen lain di perpustakaan Qumran. Bahkan, dokumen ini disebut-sebut  sangat berbeda di antara Naskah Laut Mati lainnya, baik penulisnya, naskah, gaya, bahasa, genre, dan isinya semuanya berbeda dengan gulungan lainnya. Para ahli percaya dokumen ini disimpan di gua pada waktu yang berbeda dari dokumen-dikumen lainnya.  
Copper Scroll

 Profesor Richard Freund menyatakan, gulungan tembaga ini "mungkin yang paling unik, paling penting, dan paling sedikit dipahami." Berbeda dengan gulungan lain, yang hanya berupa karya-karya sastra yang tertulis di dalamnya. Kitab tembaga ini adalah sebuah catatan benda-benda berharga yang mencatat 64 lokasi ditemukannya harta karun. Enam puluh tiga catatan mengacu pada ditemukannya harta emas dan perak, yang telah diperkirakan dalam jumlah ton. Sebuah catatan menyebutkan tentang jubah imam. Diperkirakan total harta yang terdapat di dalamnya, lebih dari 4.600  logam mulia tercatat di dalam gulungan itu yang diperkirakan nilainya sekitar satu miliar dolar.

 6. Prasasti raja-raja Sumeria
 Ini adalah salah satu artefak yang sangat luar biasa yang ditemukan di sebuah situs kuno di Irak di mana pernah bediri kota-kota di Sumeria, artefak ini memuat tentang daftar  raja-raja Sumeria (Irak selatan kuno ) dan dinasti tetangganya, lama pemerintahannya, dan lokasi kerajaan. Apa yang membuat artefak ini begitu unik adalah bahwa daftar tersebut memadukan daftar penguasa pra-dinasti yang tampaknya merupakan mitos dari penguasa sejarah yang diketahui telah ada

The Sumerian King List
 Salah satu contoh artefak daftar raj-raja Sumeria adalah artefak berbentuk prisma Weld-Blundell yang ditulis dalam huruf paku dan tersimpan di Museum Ashmolean, Oxford, dan merupakan versi yang paling luas serta salinan paling lengkap dari daftar raja-raja Sumeria. Artefak berbentuk prisma ini tingginya 8-inci yang terdiri dari empat sisi dengan dua kolom di setiap sisinya.  

Artefak ini diyakini pada awalnya memiliki spindle kayu yang berada pada pusatnya sehingga bisa diputar dan dibaca pada keempat sisinya. Isi artefak ini adalah daftar raja-raja Sumeria kuno sebelum banjir dari dinasti  penguasa keempat belas dinasti Isin (sekitar 1763-1753 SM). Daftar ini nilai sangat menakjubkan  karena mencerminkan tradisi yang sangat tua, sementara itu pada saat yang sama menceritakan tentang kronologis penting yang berkaitan dengan periode yang berbeda dari kerajaan di Sumeria, dan bahkan menunjukkan kesamaan yang luar biasa dengan kitab Kejadian.

7. Kitab Bambu Kuno tentang pengobatan dari China
Pada tahun 2013 yang lalu, para arkeolog menggali 920 naskah potongan bambu yang diperkirakan dibuat oleh  empat Dinasti Han Barat (206 SM - 24 M). Naskah tersebut diperoleh dari sebuah makam yang terletak di kota Tianhui yang terletak di Barat Daya kota Chengdu, China, Naskah ini berisi tentang metode pengobatan pada 2.000 tahun yang lalu. Dari analisis yang dilakukan, teks tersebut mengungkapkan bahwa beberapa bagian dari isi naskah tersebut ditulis oleh dokter legendaris China bernama Bian Que, yang disebut-sebut sebagai dokter pertama China.  
Ancient bamboo medical books of legendary Bian Que
 Dari hasil terjemahan yang dilakukan mengungkap isi yang luar biasa tentang pengobatan China kuno. Para ahli mengatakan naskah ini berisi tentang cara pengobatan yang didasarkan pada penentuan penyakit dari denyut nadi pasien. Terdapat juga  praktek pengobatan lainnya yang disebutkan, termasuk tentang penyakit dalam, bedah, ginekologi, dermatologi, oftalmologi serta traumatologi. Selain itu, ada 184 naskah yang  terkait dengan cara perawatan medis terhadap kuda, yang diperkirakan ditulis oleh salah satu dokter hewan paling penting pada masa Cina kuno.

8. Kode hukum kuno Hamurabbi
Kode hukum Hamurabbi (Hammurabi’s Code of Laws)  adalah salah satu koleksi kitab hukum kuno yang cukup terkenal. Hammurabi (memerintah 1792-1750 SM) adalah penguasa keenam dari Dinasti Pertama Babel. Selama masa pemerintahannya yang panjang, ia melakukan ekspansi besar di kerajaannya, dan membuat Babel menjadi  kekuatan utama di Mesopotamia. Sebelum kematian Hammurabi, Kerajaan Babel mengendalikan seluruh Mesopotamia, meskipun penerusnya tidak mampu mempertahankan kontrol tersebut. Meskipun kemudian terjadi disintegrasi besar-besaran, Hammurabi’s Code of Laws selamat dari kerusakan, dan pada abad ke-20 kitab ini ditemukan kembali oleh arkeolog. Undang-undang ini berisi tetang berbagai jenis kejahatan dan hukuman yang akan diterapkan atas kejahatan tersebut, dan biasanya digambarkan sebagai istem hukum eye for an eye  'mata diganti mata'.

Hammurabi’s Code of Laws

 9. Manuskrip Takenouchi 
Manuskrip Takenouchi adalah merupakan satu set dokumen misterius yang ditulis ulang oleh seorang pria bernama Takenouchino Matori pada 1.500 tahun yang lalu dalam huruf campuran antara Jepang dan Cina. Menurut legenda, dokumen asli ditulis dalam "huruf Dewa" pada ribuan tahun yang lalu oleh 'para dewa'. Teks-teks berisi cerita yang tidak biasa menceritakan kisah kemanusiaan dengan cara yang belum pernah diceritakan sebelumnya, mulai dari awal penciptaan sampai munculnya agama Kristen.  

The Takenouchi Manuscripts
 Manuskrip ini bercerita tentang era di masa lalu kuno manusia, di mana manusia hidup dalam damai dan harmoni, bersatu di bawah kekuasaan anak Tuhan. Upaya untuk mengungkap asal-usul dan keaslian dokumen-dokumen Takenouchi saat ini agaknya merupakan tugas yang mustahil, karena naskah asli tersebut diduga disita oleh pemerintah dan kemudian hilang. Akibatnya, banyak spekulasi beredar mengenai akurasi Manuskrip Takenouchi.

10. Teks kuno Timbuktu
 Timbuktu adalah sebuah daerah yang terletak di gerbang masuk ke gurun Sahara, sekarang Mali, berada dalam  batas-batas zona subur Sudan. Timbuktu adalah salah satu kota Afrika yang namanya paling banyak disebut dalam sejarah. Didirikan pada abad ke-5, sebagai simbol kota intelektual dan spiritual, Timbuktu  mencapai zaman keemasan pada abad 15 dan 16. Sekitar tujuh ratus tahun yang lalu, Timbuktu banyak dikunjungi oleh bangsa Eropa, Afrika sub-Sahara, Mesir, dan Maroko, mereka bertemu untuk perdagangan garam, emas, gading dan budak.

The Takenouchi Manuscripts
Timbuktu adalah tempat di mana ide-ide, filosofi, pemikiran intelektual, dan keyakinan agama datang secara bersama-sama dalam campuran yang dinamis, dan salah satu cara utama di mana ide-ide seperti itu dipertukarkan adalah melalui penjualan buku. Teks-teks kuno Timbuktu adalah merupakan pemandangan yang mengesankan - terbungkus kulit unta, kulit kambing, atau kulit anak sapi dan tertulis dalam tinta emas, merah, dan ink-jet hitam, halaman naskah dipenuhi dengan huruf-huruf mencolok kaligrafi dalam bahasa Arab dan bahasa Afrika, dan berisi array menarik dari desain geometris.  

Subjek dalam koleksi kitab-kitab kuno Timbuku mencakup berbagai macam karya mulai abad ke-13 hingga abad 17 Masehi, termasuk Alquran, tasawuf, filsafat, hukum, matematika, kedokteran, astronomi, ilmu pengetahuan, puisi dan masih banyak lagi. (RR/tr/14)


Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang

Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
 UniverScience- Indonesia memang penuh misteri bagi dunia ilmu pengetahuan, berbagai macam peninggalan sejarah yang masih banyak dilupakan oleh dunia menantang para Ilmuwan Indonesia untuk membawanya ke kancah ilmu pengetahuan Dunia. Semuanya menunjukkan bagaimana nenek moyang bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang mempunyai peradaban yang sangat tinggi. Candi-candi dan peninggalan sejarah yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia memperlihatkan kecerdasan para arsitek Indonesia di masa yang lampau.

 Salah satu peninggalan bersejarah yang menantang para arkeolog Indonesia juga dunia adalah situs Megalitikum prasejarah Gunung Padang yang terdapat di Jawa Barat. Situs yang bahkan jauh lebih tua dari peninggalan sejarah Mesopotamia di Mesir dan Yunani ini, hingga sekarang masih menyimpan misteri yang masih dalam penyelidikan tim Arkeologi baik dari Indonesia maupun luar Negari.

Situs Gunung Padang berada di Dusun Gunung Padang berbatasan dengan Dusun Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, sekitar 20 Kilo meter dari Cianjur. Luas reruntuhan batu yang terdapat di kompleks gunung padang kurang lebih 900 m² dan terletak pada ketinggian 885 meter dari permukaan laut. Situs Megalitikum Gunung Padang adalah punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Gambar Elektronik situs Megalitikum Gunung Padang (Sumber Foto: http://nrmnews.com
Yang unik dari situs ini ternyata dibuat dari beberapa generasi dalam jangka waktu yang sangat berbeda, yakni pada lapisan pertama dibuat pada 600 Sebelum Masehi, lapisan kedua 4900 Sebelum Masehi, lapisan ketiga 11500 Sebelum Masehi dan lapisan keempat 25.000 Sebelum Masehi. Sebuah usia yang jauh lebih tua dari Piramida yang ada di Mesir.

Dari penelitian batuan yang terdapat di situs ini yaitu pada kedalaman 1 hingga 4,5 meter ditemukan materi unik yang menunjukkan kemajuan peradaban pada zamannya, dimana ditemukan perekat semacam semen purba yang unik, dan hingga kini masih dilakukan penelitian tentang materi tersebut. Penelitian tidak hanya dilakukan di Indonesia melainkan juga dilakukan di Miami, Amerika Serikat yaitu di Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (BETA). Uniknya pada lapisan yang lebih tua justru ditemukan konstruksi yang lebih canggih, yaitu pada lapisan yang diperkirakan dibangun pada 4500 Sebelum Masehi, dibandingkan dengan struktur luarnya yang diperkirakan dibangun pada tahun 500 Sebelum Masehi.

Sebuah fakta unik yang menantang dunia ilmu pengetahuan untuk menemukan jawaban tentang apa sebenarnya yang telah terjadi ketika itu, dimana pada struktur yang lebih tua justru ditemukan tanda-tanda  tekhnologi yang lebih canggih dibandingkan dengan struktur yang lebih muda. Mungkinkah pada struktur  lebih tua hancur bersama perdaban yang dilaluinya, yang disebabkan oleh peristiwa yang terjadi ketika itu, seperti misalnya bencana alam atau peperangan, sehingga membuat struktur yang lebih tua rusak bersama dengan kecanggihannya, sementara itu struktur yang lebih muda ditemukan bukti memiliki tekhnologi yang tidak secanggih sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa, telah ditemukan bukti pembuatan situs Megalitikum Gunung Padang terdapat  campuran  unsur besi yang digunakan sebagai perekat antara batu yang satu dengan lainnya. Pada struktur yang lebih tua ternyata mengandung unsur besi jauh lebih banyak dibandingkan dengan struktur yang lebih muda, dimana pada unsur yang lebih muda ditemukan kandungan unsur besi hanya 3%. Sementara itu pada struktur yang lebih tua justru ditemukan kandungan unsur besi hingga 45%, tanah liat 15% dan sisanya adalah unsur silika.

Tim ahli juga menyatakan bahwa perdaban ketika itu telah mampu mendeteksi bebatuan yang mengandung besi untuk kemudian dihancurkan dan dibakar hingga meleleh dan dicampur dengan tanah liat dan beberapa bahan lainnya, seperti silika yang juga terdapat dalam semen purba tersebut. untuk kemudian digunakan sebagai bahan perekat untuk menyusun batu-batu tersebut menjadi sebuah bangunan.
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Potongan-potongan batu berbentuk segi empat di Gunung Padang
Meskipun masih harus dilakukan penelitian lebih mendalam atas teori yang dikemukakan oleh tim ahli ini, tentu dapat diambil kesimpulan bahwa tekhnologi ketika itu minimal harus seperti tekhnologi yang saat ini,  atau bahkan lebih maju. Analisanya adalah, untuk membuat besi meleleh dibutuhkan panas hingga 1538 °C, 2800 °F, kemudian jika hasil lelehan besi tersebut harus digunakan untuk merekatkan bebatuan maka harus dalam kondisi setengah cair, karena jika tidak, maka besi tidak akan bisa merekatkan bebatuan. Itu artinya, lelehan besi masih dalam kondisi membara dan dalam bentuk leburan besi setengah cair saat digunakan untuk merekatkan batu-batu tersebut.

Pertanyaan kemudian yang muncul adalah, alat apa yang mereka gunakan untuk bisa melakukan itu semua, dibutuhkan tekhnologi canggih utnuk melakukan itu, untuk mengangkatnya, untuk merekatkannya dan tentu harus ada alat pelindung agar orang yang melakukan pekerjaan tersebut tidak terbakar karena harus membawa besi yang meleleh dengan suhu hingga 1538 °C, 2800 °F. Apalagi jika kemudian harus dicampur dengan tanah liat, ini akan semakin sulit lagi dilakukan, karena dibutuhkan tekhnologi yang tidak hanya sekedar melindungi tubuh melainkan juga dibutuhkan tekhnologi cara pencampurannya, karena sifat dasar besi ketika meleleh akan memisahkan antara cairan besi dengan campuran yang terdapat di dalamnya termasuk juga tanah liat, dengan demikian mereka harus mempunyai tekhnologi tentang bagaimana cara  mencampurkan keduanya. Semuanya harus dibuktikan secara ilmiah, karena ini merupakan masalah yang sangat kompleks.

Jika teori para tim ahli tersebut benar, tentu akan membuka mata dunia betapa sebenarnya nenek moyang bangsa Indonesia adalah manusia-manusia cerdas, yang telah mengenal tekhnologi canggih sejak ribuan tahun silam

Terlepas benar atau tidaknya teori yang dikemukakan oleh tim ahli situs Gunung Padang, saat ini kita melihat dengan mata kepala kita sendiri tentang kemajuan beradaban nenek moyang bangsa Indonesia pada masa lalu. Jika pada Candi Prambanan para Arkeolog telah dibikin kagum dengan tanah urukan hingga 14 meter  pada proses pembuatan candi tersebut, maka mereka akan lebih tercengang lagi ketika mereka melihat bahwa ternyata dalam situs Megalitikum Gunung Padang terdapat susunan batu dengan kedalaman 8 meter di bawah tanah. Ada kemungkinan akan ditemukan banyak penemuan mengagumkan lainnya pada kedalaman 8 meter tersebut, apalagi dalam lokasi seluas situs Gunung Padang yang dibuat jauh sebelum Candi Prambanan pada sekitar tahun 800 Masehi
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Gambar elektronik situs Megalitikum Gunung Padang
Seperti telah dikemukakan di atas, situs Megalitikum Gunung Padang diperkirakan dibangun pada 11600 Masehi, bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh  Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (lab BETA) Miami Florida, umur dari lapisan dari kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter, dibuat sekitar 14500 – 25000 SM/atau lebih tua, ini artinya situs Gunung Padang jauh lebih tua dibandingkan dengan peradaban Mesopotamia Mesir dan Yunani yang dibangun pada tahun 4000 Sebelum Masehi.

Hasil penelitian yang dikemukakan oleh Laboratorium Beta Analytic Miami ini tentu merupakan hasil yang cukup mengejutkan, karena laboratorium di Miami Florida ini bertaraf internasional yang sering menjadi rujukan berbagai riset dunia terutama terkait usia batuan karbon (carbon dating). Hasil penelitian ini akhirnya menjawab keraguan banyak pihak atas uji sampel yang dilakukan oleh BATAN sebelumnya, dimana beberapa fihak meragukan validitas hasil uji yang dilakukan olehnya, bahkan tidak sedikit dari mereka memandang sebelah mata atas kesimpulan yang diperoleh oleh BATAN. Kenyataannya hasil pengujian yang dilakukan oleh BATAN dan Laboratorium Beta Analytic Miami memperlihatkan hasil yang tidak jauh berbeda.

Hingga saat ini penelitian untuk mengungkap misteri situs Megalitikum Gunung Padang masih terus dilakukan dengan melibatkan banyak fihak, kita tunggu hasil terbaru fakta ilmiah situs Gunung Padang. (RR/rw/14)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Free Zone Film - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger