Now Playing :
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Transkripsi Kuno Menunjukkan Yesus Beristri Dan Punya Dua Anak

Sebuah naskah kuno yang disimpan di Perpustakaan Inggris dan  berusia hampir 1.500 tahun menyebutkan bahwa Yesus ternyata menikah dengan Maria Magdalena dan memiliki dua orang anak, naskah tersebut juga menyebutkan nama dan keturunan mereka  secara rinci dalam teks kuno tersebut. Namun demikian fihak Gereja Inggris telah menolak klaim tersebut , dan mengatakan bahwa hal hanyalah cerita fiksi 'Da Vinci Code' dalam catatan sejarah.
 'Yesus digambarkan mempunyai istri dan dua orang anak ' (1845), oleh Marie Ellenrieder (Wikimedia)
 'Yesus digambarkan mempunyai istri dan dua orang anak ' (1845), oleh Marie Ellenrieder (Wikimedia)

Sebuah naskah yang yang juga disebut "Lost Gospel", yang  diterjemahkan dari bahasa Aram oleh Profesor Studi Agama Barrie Wilson dan penulis sejarah Simcha Jacobovici, diduga juga mengungkapkan hal tersebut dan cukup  mengejutkan, demikian menurut The Sunday Times.

Profesor Wilson mengatakan di dalam situsnya bahwa ia menemukan " naskah Syriac kuno yang tersembunyi di British Museum, yang berasal dari abad ke-6,yang juga mengungkapkan hal ini dan  telah  diterjemahkan dari tulisan Yunani jauh lebih awal." Dia menambahkan bahwa "para agamawan Kristen tahu tentang hal itu selama hampir 200 tahun, tetapi tidak diketahui apa yang membuat mereka tidak mengakui hal tersebut. "

Menurut Wilson dan Jacobovici, dalam naskah ini  juga termasuk rincian tentang hubungan politik Yesus dan  kaisar Romawi Tiberius dan salah satu jenderalnya, Sejanus, dia juga mengatakan bahwa ada upaya pembunuhan terhadap Yesus tiga belas tahun sebelum eksekusi terhadapnya. Namun, klaim paling kontroversial adalah bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena dan mempunyai dua anak dengan dia selama di Nazareth.
Yesus dan Maria Magdalena
Yesus dan Maria Magdalena (1534) oleh Antonio da Correggio (Wikimedia)
Wilson dan Jacobovici sebenarnya bukanlah yang pertama mengklaim bahwa Yesus memiliki hubungan romantis dengan Maria Magdalena. Para teolog dan peneliti juga telah berspekulasi tentang masalah ini selama berabad-abad, tetapi kemudian hal ini menjadi populer setelah dirilis 'The Holy Blood and Holy Grail', yang mengedepankan hipotesis bahwa Yesus sebenarnya  menikahi Maria Magdalena, dan memiliki satu anak atau lebih, yang kemudian  anak-anak atau keturunan mereka beremigrasi ke tempat yang sekarang Perancis selatan. Sesampai di sana, mereka menikah dengan keluarga bangsawan yang akhirnya  menjadi dinasti Merovingian.

Teori ini ini kemudian menginspirasi tulisan Dan Brown dalam film thriller yang laris dengan judul  'The Da Vinci Code', yang menulis bahwa sosok di sebelah kanan Yesus dalam lukisan Leonardo da Vinci "The Last Supper" bukanlah rasul Yohanes, namun sebenarnya sosok tersebut adalah istrinya, Maria Magdalena. Memang kalau diperhatikan dengan seksama gambar di sebelah Yesus adalah sosok seorang perempuan dan bukan laki-laki, pelukis sebesar Leonardo Da Vinci tidak mungkin salah dalam menggambar karakter laki-laki atau perempuan.
The Last Supper oleh Leonardo da Vinci
The Last Supper oleh Leonardo da Vinci (Wikimedia). Dalam novel, 'The Da Vinci Code', Dan Brown menulis bahwa seseorang yang di sebelah kanan Yesus adalah Maria Magdalena.
 Klaim bahwa Yesus menikah juga pernah menjadi sorotan berbagai kalangan pada tahun 2012 ketika sebuah fragmen papirus yang di temukan Mesir diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan ditemukan mengandung referensi eksplisit  bahwa sebenarnya Yesus menikah.  Disebutkan dalam “ Gospel of Jesus’ Wife” dari abad ke-8 , dalam salah satu bagian disebutkan: "Yesus berkata kepada mereka, istri saya ....", Dan "dia akan dapat menjadi murid-Ku".
Injil Istri Yesus
 'Injil Istri Yesus'. Foto kredit: Karen L. Raja
Hal ini memang agak sulit untuk bisa difahami ada  apa sebenarnya, kenapa bagian-bagian dari Injil tersebut bisa  hilang..?  Kita berharap agar beberapa bukti sejarah ini dapat segera di verifikasi oleh dunia akademis yang mengedepankan kebenaran dan kejujuran fakta, dan tidak disembunyikan di balik kepentingan tertentu untuk menutupi fakta sejarah yang ada. Dunia butuh penjelasan siapa sebenarnya Yesus? Benarkah dia sosok Tuhan yang tidak pantas disebut sebagai punya anak, atau dia hanya seorang Nabi seperti Nabi-Nabi lainnya yang juga mempunyai anak dan istri?

Gereja Inggris telah menolak klaim yang dibuat di 'The Lost Gospel', dan mengatakan bahwa hal itu lebih mendekati  fiksi populer ketimbang sejarah yang akurat. ," kata seorang juru bicara gereja Sunday Times.

 

Arkeolog Mememukan Kuburan Masal Binatang Berusia 2000 Tahun Di Mesir

 ancient tombs in Egypt
Tim gabungan arkeolog Internasional dari Polandia dan Amerika Serikat telah sukses mendapatkan dua penemuan penting di pelabuhan kuno berumur sekitar 2.000 tahun di Berenike di pantai Laut Merah Mesir, menurut laporan berita PAP (Sains dan Beasiswa di Polandia). Temuan tersebut juga termasuk lambung kapal dari zaman Romawi dan sebuah lahan pemakaman yang luas untuk binatang. Mereka juga telah menemukan sisa-sia peninggalan yang menunjukkan beberapa bangunan utama pelabuhan melalui penelitian geofisika.

Berenike, yang kadang juga disebut sebagai  Berenice, didirikan pada abad ke-3 SM oleh Firaun Ptolemy II (285-246 tahun SM), sepeninggal ibunya, Berenice I Mesir. Awalnya, pelabuhan ini digunakan untuk pengiriman gajah Afrika, yang digunakan dalam perang melawan Seleucid di daerah Timur Dekat, setelah impor gajah India diblokir. Kota ini juga merupakan tempat berlindung dan tempat tinggal sementara bagi para pelaut, pedagang dan masyarakat umum dari seluruh penjuru dunia, karena tempat ini memberikan tempat yang aman di sepanjang rute pelayaran berbahaya di Laut Merah yang terdapat banyak terumbu karang berbahaya dan perampokan oleh bajak laut. Pada periode Romawi, Berenike berkembang menjadi sebuah kota imperium perdagangan: rempah-rempah, kemenyan, mutiara dan tekstil yang dikirim melalui  Berenike ke Alexandria dan Roma.
 ancient tombs in Egypt

Berenike didirikan sebagai pelabuhan untuk mengimpor gajah perang Afrika. Gambar sumber.
Penggalian pertama kali dilakukan di Berenike pada tahun 1994 dan masih berlanjut hingga sekarang. Salah satu temuan yang paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir adalah lambung kapal, yang merupakan penemuan lambung kapal pertama yang telah terawetkan dan diperkirakan kapal ini dibuat pada periode Romawi di Mesir. Lokasi lambung kapal menunjukkan bahwa kapal telah dibongkar dan bagian-bagiannya disimpan di gudang dekat pelabuhan tersebut.

"Ini akan menjadi penemuan pertama kalinya yang membuat kita tahu ukuran kapal sebenarnya dan konstruksi kapal Laut Merah, karena tidak ada kapal kuno yang ditemukan, atau bahkan bangkai kapal yang masih bertahan sampai hari ini," kata Iwona Zych dari Pusat Arkeologi Mediterania, Universitas Warsawa.
 ancient tombs in Egypt

Rekonstruksi kerangka kapal. Gambar: Rys. J. Rądkowska / Berenike Project, PCMA UW
Penemuan kedua dan sedikit lebih menarik di Berenike adalah sebuah kuburan besar untuk binatang-binatang kecil. Sejauh ini, tim peneliti telah menemukan sisa-sisa 60 hewan yang terdiri dari sejumlah besar kucing, sejumlah kecil anjing, dua monyet vervet, dan babon. Sebagian besar hewan-hewan itu ditemukan di dalam tanah liat. Menariknya, salah satu monyet memiliki kalung logam, yang menunjukkan bahwa mungkin telah dipelihara sebagai hewan peliharaan.

Dr Marta Osypińska, yang memimpin proyek arkeologi ini,  berspekulasi bahwa konsentrasi besar penguburan hewan mungkin menandakan semacam wabah atau penyakit yang terjadi di pelabuhan tersebut. Atau, mungkin binatang-binatang tersebut digunakan dalam ritual  sebelum perjalanan laut dilakukan, atau mungkin hanya merupakan tempat untuk mengubur hewan peliharaan mereka yang telah mati. Penelitian lebih lanjut diharapkan akan membantu untuk mengungkap alasan yang tepat tentang pemakaman binatang ini, yang akan dapat menjelaskan kehidupan dan budaya yang terjadi di pelabuhan Mesir kuno ini.
 ancient tombs in Egypt
Arkeolog melakukan pengukuran di pemakaman kuno untuk binatang: Marta Osypińska, Piotr Osypiński, Kamila Braulińska. Foto: S. E. Sidebotham / Berenike Project, PCMA UW
Arkeolog yang melakukan penelitian di Berenike juga telah memperoleh kemajuan dalam pemetaan seluruh tata letak pelabuhan kuno ini. Dengan menggunakan metode pemindaian terbaru berteknologi tinggi, tim peneliti telah mampu mengidentifikasi garis besar bangunan dan struktur lain yang belum digali.

"Hasil penggalian tahun ini sangat memuaskan. Kami telah menemukan struktur yang benar-benar tak terlihat di permukaan. Diantaranya adalah bangunan yang menyerupai Tetrapylon (gerbang dengan empat pintu) di persimpangan dua jalan utama dan sebuah kompleks besar, mungkin tempat ini digunakan oleh masyarakat dengan tujuan administrasi atau tempat ibadah, di sebelah utara kota. Kita bisa berharap akan menemukan  bangunan perkotaan yang paling penting di daerah itu, "kata Zych.(RR-14)



Fosil Dinosaurus Terbesar Seberat 65 Ton Ditemukan Di Argentina

Dreadnoughtus schrani
Sebuah fosil Dinosaurus sepanjang 85ft atau sekitar 26 meter dengan berat sekitar 65 ton telah ditemukan oleh para ilmuwan. Kerangka dari  Dreadnoughtus, ini besarnya  tujuh kali lipat lebih besar dari T-Rex, Kerangka ini juga merupakan kerangka paling lengkap yang pernah ditemukan dari jenis yang sama, dengan lebih dari 70 persen tulang-tulangnya  termasuk juga tulang kepala.

Penemuan Dinosaurus  sebelumnya hanya merupakan sisa-sisa yang terpisah, Dreadnoughtus memberikan sebuah gambaran penemuan yang  belum pernah terjadi sebelumnya dan penemuan ini merupakan penemuan fosil hewan terbesar yang pernah berjalan di muka bumi.
Dreadnoughtus schrani
Dr Kenneth Lacovara, dari Drexel University College of Arts and Sciences, mengatakan: "Itu mengejutkan besar dan  beratnya sebanding selusin gajah Afrika atau lebih dari kali tujuh T-Rex '
Dreadnoughtus schrani
Dr Lacovara berkata: "Dengan ukuran tubuh sebesar rumah, seberat  kawanan gajah, dan ekor yang weaponised, Dreadnoughtus tidak akan takut terhadap apapun
Dreadnoughtus schrani
Dari penggalian kerangka ditemukan 70 persen tulang lengkap dengan ekor sepanjang 30-kaki (sembilan meter) , tulang belakang leher dengan diameter lebih dari satu meter, tulang belikat, tulang rusuk, jari kaki, cakar, bagian kecil dari rahang dan gigi. .Ahli paleontologi  Kenneth Lacovara berbaring di sebelah kanan salah satu tulang Dreadnoughtus
Dr Kenneth Lacovara, seorang associate professor di Drexel University College of Arts and Sciences, yang menemukan fosil tersebut, mengatakan: 'Dreadnoughtus schrani  membuat kejutan besar. "Beratnya sebanding dengan selusin gajah Afrika atau lebih dari tujuh T-Rex”.

"Lebih Mengejutkan lagi, bukti menunjukkan bahwa ketika kerangka seberat 65-ton ini mati, makhluk ini belum tumbuh sempurna, Ini adalah contoh terbaik yang kita miliki dari salah satu makhluk yang paling besar  yang pernah hidup di planet ini."
Dreadnoughtus schrani
Dreadnoughtus schrani
Lukisan dua Dreadnoughtus schrani menunjukkan mereka sedang menggertak dinosaurus pemakan daging yang lebih kecil. Dreadnoughtus adalah herbivora yang mungkin menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk makan tanaman  dalam jumlah besar untuk mempertahankan ukuran tubuh yang sangat besar
Menurut jurnal ilmiah Laporan dari Nature Publishing Fosil Group,  kerangka ini ditemukan di Patagonia sebelah selatan di Argentina.  Dinosaurus baru termasuk dalam kelompok pemakan tumbuhan besar yang dikenal sebagai titanosaurs, dan fosil itu ditemukan lebih dari empat musim mulai  tahun 2005 hingga 2009.

Lebih dari 100 kerangka Dreadnoughtus ditemukan, termasuk sebagian besar tulang kaki sepanjang 30 kaki (sembilan meter) dan tulang ekor , tulang belakang leher dengan diameter lebih dari satu meter (0,9 meter), tulang belikat, tulang rusuk,  jari kaki, cakar, bagian kecil rahang dan gigi.

Sebuah dinosaurus kecil dengan kerangka yang kurang lengkap juga ditemukan di situs tersebut.

Sebelum penemuan Dreadnoughtus, raksasa Patagonian lain, Elaltitan, memegang gelar dinosaurus terbesar dengan berat mencapai  47 ton, berdasarkan penelitian terbaru.

Laser scan 3D Dreadnoughtus menunjukkan bekas lampiran otot yang dapat memberikan banyak informasi tentang fungsi dan kekuatan otot binatang ini.

Dr Lacovara berkata: "Dengan tubuh seukuran rumah,  dengan berat badan yang luar biasa, dan ekor  yang  dapat berfungsi sebagai senjata, Dreadnoughtus tidak akan takut dengan apapun.

"Itu membuat saya membayangkan sosok  kapal perang masa lalu yang disebut  sebagai dreadnoughts, yang besar, dan  berkulit tebal." Atas dasar tersebuy, Dr Lacovara memilih nama 'Dreadnoughtus,' untuk memberi nama kepada fosil ini yang berarti 'tidak takut pada apapun.'
Dreadnoughtus schrani
Dreadnoughtus hidup sekitar 77 juta tahun yang lalu di hutan beriklim dingin di ujung selatan Amerika Selatan. Di sini, sepasang tulang disebut 'chevron,'. Tulang-tulang ini berada di sepanjang bagian bawah ekor
Dreadnoughtus schrani
Dinosaurus baru digali selama empat  tahun, antara tahun 2005 sampai 2009 . Gambar ini adalah bagian dari ekor Dreadnoughtus schrani
"Saya pikir sudah waktunya herbivora mendapatkan nama itu karena  menjadi makhluk yang paling sulit dikalahkan dalam lingkungannya," tambahnya. Nama spesies, 'schrani,' dipilih untuk menghormati pengusaha Amerika Adam Schran, yang memberikan dukungan atas penelitian ini.

Untuk tumbuh  Dreadnoughtus, harus makan tanaman dalam jumlah banyak, peneliti mengatakan itu akan seperti memiliki 'obsesi seumur hidup untuk makan'.  Dreadnoughtus hidup sekitar 77 juta tahun yang lalu di hutan beriklim di ujung selatan Amerika Selatan.

Dr Lacovara menambahkan: "Setiap hari yang harus dilakukannya adalah tentang bagaimana mengambil cukup kalori untuk menyehatkan tubuh seukuran rumah. Aku membayangkan hari mereka, sebagian besar digunakan untuk diam di satu tempat.
Dreadnoughtus schrani
Sampai saat ini titanosaurs terbesar tetap masih menjadi misteri, karena, dalam hampir semua kasus, fosil yang ditemukan sangat tidak lengkap. Ahli paleontologi Dr Kenneth Lacovara, digambarkan di sebelah tulang kaki Dreadnoughtus schrani.
"Binatang ini memiliki leher dengan panjang  37-kaki [11,3 meter] dengan kaki  30-kaki untuk keseimbangannya [sembilan meter] ditambah lagi ekornya ynag panjang di bagian belakang, agar dapat tegak berdiri untuk makan daun pakis dan tanaman lainnya.

"Binatang ini menghabiskan satu jam atau lebih untuk membersihkan dedaunan yang memiliki ribuan kalori di dalamnya, dan kemudian dia mengambil tiga langkah ke kanan dan menghabiskan satu jam berikutnya membersihkan dedaunan lainnya”. Kurang lebih begitu cara dia dalam mempertahankan hidup. Sumber artikel dan Gambar Daily Mail (RR/tr/14)


Candi Gedong Songo Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Gedong Songo Temple in Semarang
UniverScience- Candi Gedong Songo adalah salah satu kekayaan wisata Kota Semarang yang terletak  di lereng Gunung Ungaran sebelah selatan kota Semarang, Candi ini termasuk salah satu candi Hindu yang terdapat di Jawa Tengah dan dibangun pada sekitar Abad ke-7 Masehi. Hingga kini bangunan kuno ini masih berdiri tegak diatas gunung Ungaran yang mempunyai ketinggian 2050 DPL. Letaknya yang berada di lereng gunung Ungaran dan berada ditengah-tengah hutan pinus membuat tempat ini sangat indah dipandang mata. Suasana sejuk yang berada disekitar lokasi membuat suasana semakin lekat dengan kemurnian alam pegunungan di daerah tersebut
Gedong Songo Temple in Semarang
Pemandangan disekitar Candi Gedong Songo yang indah
Dalam pemandangan yang begitu mempesona. Candi Gedong Songo menyimpan sejuta keindahan landskap dan nilai sejarah yang tinggi. Nama Gedong Songo sendiri adalah berasal dari bahasa Jawa, Gedong berarti bangunan yang terbuat dari batu sedangkan songo berarti sembilan atau dapat diterjemahkan sebagai bangunan sembilan dalam Bahasa Indonesia.
Candi Gedong Songo dapat ditempuh dari Kota Semarang melalui Ungaran ke arah Ambarawa dan melewati tempat wisata lainnya di dekat Gedong Songo yaitu Bandungan. Lokasi ini juga dapat ditempuh lewat Semarang Barat (Ngaliyan) ke arah Boja, setelah masuk desa Tampingan sebelum masuk kota Boja
belok kiri ke arah Limbangan dan selanjutnya ke arah Bandungan. Rute perjalanan melalui Boja akan terasa lebih menyenangkan karena melewati rute pegunungan dan perjalanannya tidak terlalu ramai seperti jika ditempuh melalui Ungaran. Setelah memasuki Kecamatan Limbangan perjalanan akan semakin mengasyikan karena melaewati pegunungan dengan jalan yang terus menanjak dngan jalan aspal yang mulus. Sampai lokasi tanjakan akan semakin tinggi hingga akhirnya masuk ke lokasi sebenarnya, Gedong Songo.

Sejarah singkat Gedong Songo
Menurut catatan ahli sejarah, Candi Gedong Songo dibangun pada jaman Mataram kuno Putera Sanjaya, seorang raja Mataram Kuno. Dari model arsiteknya, candi ini termasuk dalam Candi Hindu, hal tersebut didasarkan pada penemuan arca-arca Dewa Hindu. Arca yang terdapat di dalam kompleks Candi Gedong Songo antara lain  arca Maharsi Agastya, Syiwa Mahaguru,Syiwa Mahakala,  Ganesha  Durgamahesasuramardhani, Syiwa Mahadewa,serta Lingga Yoni seperti yang terdapat pada candicandi Hindu lainnya. Candi Gedong Songo ditemukan oleh Loten pada tahun 1740.

Lokasi Gedong Songo dibuat sesuai dengan kontur tanah tempat dimana bangunan bersejarah ini dibangun. Bangunan terkesan sengaja dibuat mengelilingi kawah air panas yang terdapat di dasar lereng gunung Ungaran dimana antara Gedong I (1.208 mdpl) dan Gedong V (1.308 mdpl) di puncak nirwana terpaut tepat 100 meter. Tata letak Candi Gedong Songo hampir mirip dengan kompleks Candi Dieng, belum diketahui secara pasti apa latar belakang dari kemiripan ini.
Gedong Songo Temple in Semarang
Keindahan arsitektur Gedong Songo, memperlihatkan kehebatan arsitek Indonesia ribuan tahun silam
Di tempat ini juga terdapat sebuah tempat yang dikenal sebagai bukit Kendalisodo yang terdapat sumber mata air panas di dasarnya, juga goa tempat pertapaan Hanoman. Konon, menurut kepercayaan masyarakat setempat tempat ini adalah merupakan tempat dimana Rahwana dikunci diantara dua bukit Gunung Ungaran setelah dikalahkan oleh Hanoman. Meskipun secara ilmiah cerita tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, masyarakat meyakini bahwa keberadaan kawah mempunyai keterkaitan dengan Rahwana musuh bebuyutannya Sri Rama.
Gedong Songo Temple in Semarang
Puncak Candi Gedong Songo, Keindahan arsitektur Gedong Songo, memperlihatkan kehebatan arsitek Indonesia ribuan tahun silam
Mungkin cerita tersebut perlu diluruskan karena cerita peperangan antara Hanoman dan Rahwana bukanlah cerita asli Indonesia namun berasal dari India, yang sudah tentu bila cerita tersebut merupakan kisah nyata tentu kejadiannya bukan di Gedong Songo namun di India sana. Namun karena cerita tersebut adalah cerita Pewayangan yang pernah menjadi cerita rakyat pada masanya, maka masyarakat ketika itu berfikir bahwa cerita tersebut terjadi di sekitar mereka. (RR/ow/14)



10 Manuskrip Kuno Paling Menakjubkan Di Seluruh Dunia

10 Manuskrip Kuno Paling Menakjubkan Di Seluruh Dunia
Peradaban dunia telah meninggalkan ribuan naskah kuno yang luar biasa yang terselamatkan dan dapat kita saksikan saat ini, naskah-naskah tersebut terukir pada tembaga, tertulis pada papirus, terukir di bebatuan, dan bahkan ditulis dengan menggunakan tinta emas dan batu mulia.Kami mencoba mengumpulkan berbagai macam data elektronik dari database kami tentang naskah-naskah kuno tersebut. Sungguh sangat menakjubkan dari naskah-naskah kuno tersebut, kita dapat belajar tentang kehidupan masa lampau dan membuka jendela dari masing-masing peradaban yang berbeda yang telah terpisahkan oleh jaman, tempat dan waktu.

1. Naskah Kuno Dunhuang
Naskah Dunhuang adalah naskah yang terdiri dari sekitar 20.000 gulungan penting yang ditemukan di Gua Mogao Dunhuang. Naskah Dunhuang diperkirakan ditulis antara antara abad ke-5 dan abad ke-11 Masehi, dan kemudian disimpan didalam sebuah ruang di dalam gua, Naskah tersebut telah tersimpan selama sekitar 900 tahun. Naskah Dunhuang berisi teks yang sebagian besar membahas tentang ajaran Buddha, namun demikian di dalam teks ini juga terdapat tulisan lain  yang mebahas tentang Tao, Kristen Nestorian, dan teks Manichaean. Selain itu, dalam Naskah Dunhuang juga terdapat berbagai macam tulisan berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti matematika, sejarah, astronomi dan sastra. Salah satu aspek penting dari Nskah Dunhuang adalah menceritakan tentang sebagian besar sastra rakyat pada jamannya. Seperti misalnya menceritakan tentang kehidupan orang-orang biasa, memberikan perspektif yang unik pada pengalaman mereka, cara mereka berhubungan dengan masyarakat luas dan pemerintah, serta hubungan mereka dengan keluarga dan teman-teman.

The Dunhuang Manuscripts

2. Naskah Kangyur ditulis dengan 9 Batu Mulia
Sebelumnya Orang Tibet adalah penganut ajaran Shamanisme yang disebut sebagai Bon. Pada sekitar abad ke-6 hingga 8 Masehi, Buddhisme perlahan-lahan mulai menembus wilayah Tibet. Ajaran Buddha kemudian diterjemahkan dalam bahasa Tibet, kemudian perkembangan agama Budha  mencapai puncaknya di Tibet terjadi  pada abad ke-14, yang kemudian melahirkan Buddha Tibet Canon. Pesan-pesan Sang Buda kemudian ditulis pada Naskah yang disebut sebagai  Kangyur. Naskah Kangyur kemudian disalin dan disebarkan ke seluruh Tibet.

The Kangyur Written with 9 Precious Stones

 Salah satu salinan tersebut adalah Kangyur yang konon ditulis dengan 9 batu mulia, yang merupakan satu-satunya salinan di dunia. Tinta yang digunakan dalam penulisan Kangyur ini terbuat dari batu mulia. 9 jenis 'batu mulia', yaitu emas, perak, karang, mutiara, ibu dari mutiara, pirus, lapis lazuli, tembaga dan baja, bahan-bahan tersebut kemudian dihancurkan menjadi bubuk. Bubuk bahan tinta ini kemudian dicampur dengan mata air pegunungan atau air hujan dan dicampur dengan perekat khusus susu kambing, yang kemudian dijadikan tinta. Kemudian, dengan menggunakan kuas yang terbuat dari bulu musang, tinta tersebut kemudian digunakan untuk menulis pada kertas berwarna hitam. Selain berupa teks, lukisan juga ditambahkan ke dalam Kangyur. Gambar-gambar ini dibuat menurut tradisi artistik Zanabazar.

3. Legendary Emerald Tablet
Emerald Tablet juga disebut sebagai tablet zamrud atau batu hijau bertulis yang menyimpan rahasia alam semesta. Asak usul Emerald Tablet hingga kini tidak diketahui secara pasti, dipenuhi dengan cerita legenda tentangnya. Legenda yang paling umum menceritakan bahwa tablet itu ditemukan di sebuah makam di bawah patung Hermes di Tyana, tergenggam di tangan mayat Hermes Trismegistus.  


Legendary Emerald Tablet
Legenda lain mengatakan bahwa Emeralad Tablet berasal dari tulisan Seth anak ketiga Nabi Adam dan Hawa. Sementara itu legenda lainnya meyakini bahwa tablet ini adalah bagian dari kitab Perjanjian Tabut. Bahkan ada yang mengklaim bahwa sumber asli dari Emerald Tablet adalah dari kota dongeng Atlantis. Ada juga yang mengatakan bahwa Emerald Tablet akan menjadi salah satu pilar alkimia Barat.  

Emerald Tablet sangat berpengaruh di Abad Pertengahan dan Renaissance alkimia. Selain terjemahan Emerald Tablet, banyak juga komentar juga ditulis tentangnya. Namun demikian, meskipun berbagai penafsiran telah dikemukakan, tampaknya bahwa tidak ada seorang penulispun yang mengklaim bahwa apa yang mereka tulis adalah merupakan teori yang pasti benar tentang Emerald Tablet . Hingga kini, naskah misterius ini masih diteliti untuk ditemukan jawabannya.

4. Kitab tafsir mimpi Mesir
"Mesir Dream Book" Mesir ditulis dalam bentuk papirus dengan model tulisan tangan bersambung. Dream Book Mesir  ini ditemukan oleh seorang pekerja di desa Mesir kuno Deir el-Medina, dekat Lembah Para Raja. Papirus ini diperkirakan berasal dari Ramses II (1279-1213 SM). Setiap halaman papirus dimulai dengan kolom vertikal tanda tangan bersambung, yang jika diterjemahkan akan mempunyai arti 'Jika seorang pria melihat dirinya dalam mimpi'.  


Dalam setiap garis horizontal yang mengikutinya, menjelaskan tentang mimpi sebagai 'baik' atau 'buruk', serta penafsiran tentang mimpi tersebut. Sebagai contoh: jika seseorang melihat dirinya mimpi keluar dari jendela, itu adalah pertanda baik '. Mimpi-mimpi yang baik akan ditampilkan terlebih dahulu, diikuti dengan penafsiran mimpi buruk (ditulis dengan warna merah, karena warna merah adalah pertanda buruk menurut keyakinan mereka saai itu).
The Egyptian Dream Book

5. Gulungan tembaga daftar harta karun
 Copper Scroll adalah bagian peninggalan sejarah yang luar biasa berupa dokumen abad pertama. Dokumen ini ertama kali ditemukan di sekitar gua-gua di Qumran, dan dikenal sebagai Gulungan Laut Mati. Copper Scroll, sangat berbeda dari dokumen lain di perpustakaan Qumran. Bahkan, dokumen ini disebut-sebut  sangat berbeda di antara Naskah Laut Mati lainnya, baik penulisnya, naskah, gaya, bahasa, genre, dan isinya semuanya berbeda dengan gulungan lainnya. Para ahli percaya dokumen ini disimpan di gua pada waktu yang berbeda dari dokumen-dikumen lainnya.  
Copper Scroll

 Profesor Richard Freund menyatakan, gulungan tembaga ini "mungkin yang paling unik, paling penting, dan paling sedikit dipahami." Berbeda dengan gulungan lain, yang hanya berupa karya-karya sastra yang tertulis di dalamnya. Kitab tembaga ini adalah sebuah catatan benda-benda berharga yang mencatat 64 lokasi ditemukannya harta karun. Enam puluh tiga catatan mengacu pada ditemukannya harta emas dan perak, yang telah diperkirakan dalam jumlah ton. Sebuah catatan menyebutkan tentang jubah imam. Diperkirakan total harta yang terdapat di dalamnya, lebih dari 4.600  logam mulia tercatat di dalam gulungan itu yang diperkirakan nilainya sekitar satu miliar dolar.

 6. Prasasti raja-raja Sumeria
 Ini adalah salah satu artefak yang sangat luar biasa yang ditemukan di sebuah situs kuno di Irak di mana pernah bediri kota-kota di Sumeria, artefak ini memuat tentang daftar  raja-raja Sumeria (Irak selatan kuno ) dan dinasti tetangganya, lama pemerintahannya, dan lokasi kerajaan. Apa yang membuat artefak ini begitu unik adalah bahwa daftar tersebut memadukan daftar penguasa pra-dinasti yang tampaknya merupakan mitos dari penguasa sejarah yang diketahui telah ada

The Sumerian King List
 Salah satu contoh artefak daftar raj-raja Sumeria adalah artefak berbentuk prisma Weld-Blundell yang ditulis dalam huruf paku dan tersimpan di Museum Ashmolean, Oxford, dan merupakan versi yang paling luas serta salinan paling lengkap dari daftar raja-raja Sumeria. Artefak berbentuk prisma ini tingginya 8-inci yang terdiri dari empat sisi dengan dua kolom di setiap sisinya.  

Artefak ini diyakini pada awalnya memiliki spindle kayu yang berada pada pusatnya sehingga bisa diputar dan dibaca pada keempat sisinya. Isi artefak ini adalah daftar raja-raja Sumeria kuno sebelum banjir dari dinasti  penguasa keempat belas dinasti Isin (sekitar 1763-1753 SM). Daftar ini nilai sangat menakjubkan  karena mencerminkan tradisi yang sangat tua, sementara itu pada saat yang sama menceritakan tentang kronologis penting yang berkaitan dengan periode yang berbeda dari kerajaan di Sumeria, dan bahkan menunjukkan kesamaan yang luar biasa dengan kitab Kejadian.

7. Kitab Bambu Kuno tentang pengobatan dari China
Pada tahun 2013 yang lalu, para arkeolog menggali 920 naskah potongan bambu yang diperkirakan dibuat oleh  empat Dinasti Han Barat (206 SM - 24 M). Naskah tersebut diperoleh dari sebuah makam yang terletak di kota Tianhui yang terletak di Barat Daya kota Chengdu, China, Naskah ini berisi tentang metode pengobatan pada 2.000 tahun yang lalu. Dari analisis yang dilakukan, teks tersebut mengungkapkan bahwa beberapa bagian dari isi naskah tersebut ditulis oleh dokter legendaris China bernama Bian Que, yang disebut-sebut sebagai dokter pertama China.  
Ancient bamboo medical books of legendary Bian Que
 Dari hasil terjemahan yang dilakukan mengungkap isi yang luar biasa tentang pengobatan China kuno. Para ahli mengatakan naskah ini berisi tentang cara pengobatan yang didasarkan pada penentuan penyakit dari denyut nadi pasien. Terdapat juga  praktek pengobatan lainnya yang disebutkan, termasuk tentang penyakit dalam, bedah, ginekologi, dermatologi, oftalmologi serta traumatologi. Selain itu, ada 184 naskah yang  terkait dengan cara perawatan medis terhadap kuda, yang diperkirakan ditulis oleh salah satu dokter hewan paling penting pada masa Cina kuno.

8. Kode hukum kuno Hamurabbi
Kode hukum Hamurabbi (Hammurabi’s Code of Laws)  adalah salah satu koleksi kitab hukum kuno yang cukup terkenal. Hammurabi (memerintah 1792-1750 SM) adalah penguasa keenam dari Dinasti Pertama Babel. Selama masa pemerintahannya yang panjang, ia melakukan ekspansi besar di kerajaannya, dan membuat Babel menjadi  kekuatan utama di Mesopotamia. Sebelum kematian Hammurabi, Kerajaan Babel mengendalikan seluruh Mesopotamia, meskipun penerusnya tidak mampu mempertahankan kontrol tersebut. Meskipun kemudian terjadi disintegrasi besar-besaran, Hammurabi’s Code of Laws selamat dari kerusakan, dan pada abad ke-20 kitab ini ditemukan kembali oleh arkeolog. Undang-undang ini berisi tetang berbagai jenis kejahatan dan hukuman yang akan diterapkan atas kejahatan tersebut, dan biasanya digambarkan sebagai istem hukum eye for an eye  'mata diganti mata'.

Hammurabi’s Code of Laws

 9. Manuskrip Takenouchi 
Manuskrip Takenouchi adalah merupakan satu set dokumen misterius yang ditulis ulang oleh seorang pria bernama Takenouchino Matori pada 1.500 tahun yang lalu dalam huruf campuran antara Jepang dan Cina. Menurut legenda, dokumen asli ditulis dalam "huruf Dewa" pada ribuan tahun yang lalu oleh 'para dewa'. Teks-teks berisi cerita yang tidak biasa menceritakan kisah kemanusiaan dengan cara yang belum pernah diceritakan sebelumnya, mulai dari awal penciptaan sampai munculnya agama Kristen.  

The Takenouchi Manuscripts
 Manuskrip ini bercerita tentang era di masa lalu kuno manusia, di mana manusia hidup dalam damai dan harmoni, bersatu di bawah kekuasaan anak Tuhan. Upaya untuk mengungkap asal-usul dan keaslian dokumen-dokumen Takenouchi saat ini agaknya merupakan tugas yang mustahil, karena naskah asli tersebut diduga disita oleh pemerintah dan kemudian hilang. Akibatnya, banyak spekulasi beredar mengenai akurasi Manuskrip Takenouchi.

10. Teks kuno Timbuktu
 Timbuktu adalah sebuah daerah yang terletak di gerbang masuk ke gurun Sahara, sekarang Mali, berada dalam  batas-batas zona subur Sudan. Timbuktu adalah salah satu kota Afrika yang namanya paling banyak disebut dalam sejarah. Didirikan pada abad ke-5, sebagai simbol kota intelektual dan spiritual, Timbuktu  mencapai zaman keemasan pada abad 15 dan 16. Sekitar tujuh ratus tahun yang lalu, Timbuktu banyak dikunjungi oleh bangsa Eropa, Afrika sub-Sahara, Mesir, dan Maroko, mereka bertemu untuk perdagangan garam, emas, gading dan budak.

The Takenouchi Manuscripts
Timbuktu adalah tempat di mana ide-ide, filosofi, pemikiran intelektual, dan keyakinan agama datang secara bersama-sama dalam campuran yang dinamis, dan salah satu cara utama di mana ide-ide seperti itu dipertukarkan adalah melalui penjualan buku. Teks-teks kuno Timbuktu adalah merupakan pemandangan yang mengesankan - terbungkus kulit unta, kulit kambing, atau kulit anak sapi dan tertulis dalam tinta emas, merah, dan ink-jet hitam, halaman naskah dipenuhi dengan huruf-huruf mencolok kaligrafi dalam bahasa Arab dan bahasa Afrika, dan berisi array menarik dari desain geometris.  

Subjek dalam koleksi kitab-kitab kuno Timbuku mencakup berbagai macam karya mulai abad ke-13 hingga abad 17 Masehi, termasuk Alquran, tasawuf, filsafat, hukum, matematika, kedokteran, astronomi, ilmu pengetahuan, puisi dan masih banyak lagi. (RR/tr/14)


Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang

Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
 UniverScience- Indonesia memang penuh misteri bagi dunia ilmu pengetahuan, berbagai macam peninggalan sejarah yang masih banyak dilupakan oleh dunia menantang para Ilmuwan Indonesia untuk membawanya ke kancah ilmu pengetahuan Dunia. Semuanya menunjukkan bagaimana nenek moyang bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang mempunyai peradaban yang sangat tinggi. Candi-candi dan peninggalan sejarah yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia memperlihatkan kecerdasan para arsitek Indonesia di masa yang lampau.

 Salah satu peninggalan bersejarah yang menantang para arkeolog Indonesia juga dunia adalah situs Megalitikum prasejarah Gunung Padang yang terdapat di Jawa Barat. Situs yang bahkan jauh lebih tua dari peninggalan sejarah Mesopotamia di Mesir dan Yunani ini, hingga sekarang masih menyimpan misteri yang masih dalam penyelidikan tim Arkeologi baik dari Indonesia maupun luar Negari.

Situs Gunung Padang berada di Dusun Gunung Padang berbatasan dengan Dusun Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, sekitar 20 Kilo meter dari Cianjur. Luas reruntuhan batu yang terdapat di kompleks gunung padang kurang lebih 900 m² dan terletak pada ketinggian 885 meter dari permukaan laut. Situs Megalitikum Gunung Padang adalah punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Gambar Elektronik situs Megalitikum Gunung Padang (Sumber Foto: http://nrmnews.com
Yang unik dari situs ini ternyata dibuat dari beberapa generasi dalam jangka waktu yang sangat berbeda, yakni pada lapisan pertama dibuat pada 600 Sebelum Masehi, lapisan kedua 4900 Sebelum Masehi, lapisan ketiga 11500 Sebelum Masehi dan lapisan keempat 25.000 Sebelum Masehi. Sebuah usia yang jauh lebih tua dari Piramida yang ada di Mesir.

Dari penelitian batuan yang terdapat di situs ini yaitu pada kedalaman 1 hingga 4,5 meter ditemukan materi unik yang menunjukkan kemajuan peradaban pada zamannya, dimana ditemukan perekat semacam semen purba yang unik, dan hingga kini masih dilakukan penelitian tentang materi tersebut. Penelitian tidak hanya dilakukan di Indonesia melainkan juga dilakukan di Miami, Amerika Serikat yaitu di Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (BETA). Uniknya pada lapisan yang lebih tua justru ditemukan konstruksi yang lebih canggih, yaitu pada lapisan yang diperkirakan dibangun pada 4500 Sebelum Masehi, dibandingkan dengan struktur luarnya yang diperkirakan dibangun pada tahun 500 Sebelum Masehi.

Sebuah fakta unik yang menantang dunia ilmu pengetahuan untuk menemukan jawaban tentang apa sebenarnya yang telah terjadi ketika itu, dimana pada struktur yang lebih tua justru ditemukan tanda-tanda  tekhnologi yang lebih canggih dibandingkan dengan struktur yang lebih muda. Mungkinkah pada struktur  lebih tua hancur bersama perdaban yang dilaluinya, yang disebabkan oleh peristiwa yang terjadi ketika itu, seperti misalnya bencana alam atau peperangan, sehingga membuat struktur yang lebih tua rusak bersama dengan kecanggihannya, sementara itu struktur yang lebih muda ditemukan bukti memiliki tekhnologi yang tidak secanggih sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa, telah ditemukan bukti pembuatan situs Megalitikum Gunung Padang terdapat  campuran  unsur besi yang digunakan sebagai perekat antara batu yang satu dengan lainnya. Pada struktur yang lebih tua ternyata mengandung unsur besi jauh lebih banyak dibandingkan dengan struktur yang lebih muda, dimana pada unsur yang lebih muda ditemukan kandungan unsur besi hanya 3%. Sementara itu pada struktur yang lebih tua justru ditemukan kandungan unsur besi hingga 45%, tanah liat 15% dan sisanya adalah unsur silika.

Tim ahli juga menyatakan bahwa perdaban ketika itu telah mampu mendeteksi bebatuan yang mengandung besi untuk kemudian dihancurkan dan dibakar hingga meleleh dan dicampur dengan tanah liat dan beberapa bahan lainnya, seperti silika yang juga terdapat dalam semen purba tersebut. untuk kemudian digunakan sebagai bahan perekat untuk menyusun batu-batu tersebut menjadi sebuah bangunan.
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Potongan-potongan batu berbentuk segi empat di Gunung Padang
Meskipun masih harus dilakukan penelitian lebih mendalam atas teori yang dikemukakan oleh tim ahli ini, tentu dapat diambil kesimpulan bahwa tekhnologi ketika itu minimal harus seperti tekhnologi yang saat ini,  atau bahkan lebih maju. Analisanya adalah, untuk membuat besi meleleh dibutuhkan panas hingga 1538 °C, 2800 °F, kemudian jika hasil lelehan besi tersebut harus digunakan untuk merekatkan bebatuan maka harus dalam kondisi setengah cair, karena jika tidak, maka besi tidak akan bisa merekatkan bebatuan. Itu artinya, lelehan besi masih dalam kondisi membara dan dalam bentuk leburan besi setengah cair saat digunakan untuk merekatkan batu-batu tersebut.

Pertanyaan kemudian yang muncul adalah, alat apa yang mereka gunakan untuk bisa melakukan itu semua, dibutuhkan tekhnologi canggih utnuk melakukan itu, untuk mengangkatnya, untuk merekatkannya dan tentu harus ada alat pelindung agar orang yang melakukan pekerjaan tersebut tidak terbakar karena harus membawa besi yang meleleh dengan suhu hingga 1538 °C, 2800 °F. Apalagi jika kemudian harus dicampur dengan tanah liat, ini akan semakin sulit lagi dilakukan, karena dibutuhkan tekhnologi yang tidak hanya sekedar melindungi tubuh melainkan juga dibutuhkan tekhnologi cara pencampurannya, karena sifat dasar besi ketika meleleh akan memisahkan antara cairan besi dengan campuran yang terdapat di dalamnya termasuk juga tanah liat, dengan demikian mereka harus mempunyai tekhnologi tentang bagaimana cara  mencampurkan keduanya. Semuanya harus dibuktikan secara ilmiah, karena ini merupakan masalah yang sangat kompleks.

Jika teori para tim ahli tersebut benar, tentu akan membuka mata dunia betapa sebenarnya nenek moyang bangsa Indonesia adalah manusia-manusia cerdas, yang telah mengenal tekhnologi canggih sejak ribuan tahun silam

Terlepas benar atau tidaknya teori yang dikemukakan oleh tim ahli situs Gunung Padang, saat ini kita melihat dengan mata kepala kita sendiri tentang kemajuan beradaban nenek moyang bangsa Indonesia pada masa lalu. Jika pada Candi Prambanan para Arkeolog telah dibikin kagum dengan tanah urukan hingga 14 meter  pada proses pembuatan candi tersebut, maka mereka akan lebih tercengang lagi ketika mereka melihat bahwa ternyata dalam situs Megalitikum Gunung Padang terdapat susunan batu dengan kedalaman 8 meter di bawah tanah. Ada kemungkinan akan ditemukan banyak penemuan mengagumkan lainnya pada kedalaman 8 meter tersebut, apalagi dalam lokasi seluas situs Gunung Padang yang dibuat jauh sebelum Candi Prambanan pada sekitar tahun 800 Masehi
Mengungkap Tekhnologi Purba Pembangunan Situs Megalitikum Gunung Padang
Gambar elektronik situs Megalitikum Gunung Padang
Seperti telah dikemukakan di atas, situs Megalitikum Gunung Padang diperkirakan dibangun pada 11600 Masehi, bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh  Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (lab BETA) Miami Florida, umur dari lapisan dari kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter, dibuat sekitar 14500 – 25000 SM/atau lebih tua, ini artinya situs Gunung Padang jauh lebih tua dibandingkan dengan peradaban Mesopotamia Mesir dan Yunani yang dibangun pada tahun 4000 Sebelum Masehi.

Hasil penelitian yang dikemukakan oleh Laboratorium Beta Analytic Miami ini tentu merupakan hasil yang cukup mengejutkan, karena laboratorium di Miami Florida ini bertaraf internasional yang sering menjadi rujukan berbagai riset dunia terutama terkait usia batuan karbon (carbon dating). Hasil penelitian ini akhirnya menjawab keraguan banyak pihak atas uji sampel yang dilakukan oleh BATAN sebelumnya, dimana beberapa fihak meragukan validitas hasil uji yang dilakukan olehnya, bahkan tidak sedikit dari mereka memandang sebelah mata atas kesimpulan yang diperoleh oleh BATAN. Kenyataannya hasil pengujian yang dilakukan oleh BATAN dan Laboratorium Beta Analytic Miami memperlihatkan hasil yang tidak jauh berbeda.

Hingga saat ini penelitian untuk mengungkap misteri situs Megalitikum Gunung Padang masih terus dilakukan dengan melibatkan banyak fihak, kita tunggu hasil terbaru fakta ilmiah situs Gunung Padang. (RR/rw/14)


Perkiraan Arkeolog Tentang Cara Pembuatan Candi Borobudur

Perkiraan Arkeolog Tentang Cara Pembuatan Candi Borobudur
Uscience Ketika kita menyaksikan Candi Borobudur tentu akan menyimpan banyak tanda tanya tentang bagaimana caranya candi ini dibangun. Batu-batu dalam ukuran sangat besar dalam jumlah ribuan ditata sedemikian artistik dengan ukuran yang sangat simetris dan proporsional. Ketika bangunan tersebut dibangun pada masa sekarang tentu kita tidak perlu merasa kagum karena tekhnologi konstruksi, peralatan dan arsitektur sudah sedemikian maju. Namun ketika bangunan tesebut dibuat pada abad ke-9 tentu kita harus kagum karena  tekhnologi ketika itu sangat terbatas.

Menurut para Arkeolog memperkirakan bahwa pada awalnya candi Borobudur adalah merupakan stupa tunggal yang sangat besar dan terdapat mahkota di puncaknya. Kondisi tersebut diperkirakan membahayakan bagi tubuh dan kaki stupa, akhirnya stupa dilakukan desain ulang oleh arsiteknya dengan membongkar stupa raksasa ini, para Arkeolog telah memukan bukti bongkar pasang tersebut. Kemudian setelah stupa raksasa ini dibongkar diganti dengan tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti yang kita lihat saat ini.
Perkiraan Arkeolog Tentang Cara Pembuatan Candi Borobudur
Bagian-bagian Candi Borobudur, Foto: ruangkumemajangkarya.wordpress.com
  Dari tanda-tanda yang ditemukan, diperkirakan pembangunan Candi Borobudur dibangun dalam empat tahap, dan mebutuhkan waktu sekitar 95 tahun walaupun ada juga yang menyebutkan jangka waktu pembangunan sekitar 23 tahun, namun perkiraan yang paling banyak diyakini adalah 95 tahun. Seperti apa tahap pembangunan Candi Borobudur tersebut?

 Tahap pertama: 
 Awal mula pembangunan Candi Borobudur belum diketahui secara pasti, dan penelitian hingga hari ini masih terus berlangsung untuk mendapatkan data-data baru tentang awal mula pembangunan candi. Para Ahli hanya memperkirakan bahwa proses pembuatan candi ini dimulai pada sekitar tahun 750 Masehi hingga 850 Masehi. Dasar candi Borobudur adalah sebuah bukit kecil yang diratakan pada puncaknya dan kemudian diperluas. Struktur bangunan tidak semuanya berupa batuan andesit seperti yang terlihat dari luar, pada bagian dalam candi ini adalah tanah yang dipadatkan. Dengan demikian struktur yang terlihat seperti sekarang ini menyerupai cangkang yang membungkus tanah.

Kemudian setelah itu pada bagian miring dibawahnya ditutup lagi dengan batu lapis demi lapis. Terlihat tanda-tanda bahwa pada awalnya dibangun secara bertingkat seperti sebuah piramida berundak namun kemudian dirubah. Ada beberapa bukti tentang hal tersebut yaitu berupa bekas bongkaran dari bangunan sebeumnya. Pada tahap ini dibangun tiga undakan pertama yang menutupi struktur asli berupa piramida berundak.
Perkiraan Arkeolog Tentang Cara Pembuatan Candi Borobudur
Konstruksi keseluruhan Candi Borobudur, Foto: ruangkumemajangkarya.wordpress.com
Tahap kedua:
Pada tahap ini mulai ditambahkan dua undakan berbentuk persegi, kemudian ditambahkan pagar langkan dan ditambahkan lagi satu undakan dengan konstruksi melingkar yang kemudian langsung ditambahkan stupa induk paling besar di atasnya.

Tahap ketiga
Pada tahap ini rupanya terjadi perubahan dari rencana semula karena suatu hal, yaitu undakan pada bagian atas yang berbentuk linkaran yang terdapat stupa induk paling besar dibongkar dan kemudian diganti dengan tiga undakan lingkaran baru . Setelah itu dibangun stupa-stupa kecil mengeililingi stupa induk pada undakan yang dibuat mengelilingi stupa paling besar. Kemudian setelah itu pondasi diperlebar karena alasan tertentu dan dibuat kaki tambahan yang membungkus kaki asli dan menutupi relief Karmawibhangga.

 Para Arkeolog memperkirakan bahwa semula Candi Borobudur dibuat dalam bentuk stupa tunggal yang memahkotai batur-batur teras bujur sangkar, namun kemudian ternyata stupa besar ini terlalu berat untuk ditopang struktur dibawahnya sehingga menyebabkan struktur dibawahnya terdorong keluar karena beban yang terlalu berat dari bagian atas yang menyebabkan pergesaran struktur dibawanya dari tempat semula.

 Karena candi ini dibuat dengan konstruksi menyerupai cangkang dimana konstruksi batu hanya berada diluar sementara konstruksi dalamnya berupa tanah maka tekanan dari atas akan menyebar ke bagian luar dari konstruksi candi, dengan demikian jika tidak dibangun peindung diluarnya akan menyebabkan candi Borobudur longsor dan runtuh. Mungkin atas pertimbangan itu kemudian diputuskan untuk membongkar stupa induk besar dan menggantikannya dengan teras yang mengelilingi stupa induk dengan penambahan stupa-stupa kecil seperti yang kita lihat saat ini.

Rupanya sang Arsitek memang memang mempunyai otak yang cukup jenius, untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang membungkus kaki asli. Struktur ini sengaja dirancang untuk memperkuat bagian dasar candi yang berfungsi seperti pengikat agar bagian candi tidak tercerai berai karena mendapat tekanan dari struktur diatasnya. Namun dengan penambahan ini kemudian  menutup relief Karmawibhangga pada bagian Kamadhatu.

 Tahap keempat.
Ini adalah tahap terakhir atau finishing, dimana pada tahap ini dilakukan penyempurnaan relief dan penambahan pagar pada bagian langkan paling luar juga penambahan semacam pintu gerbang yang disebut sebagai pelekung pada gawang pintu. Pada tahap ini juga dilakukan pelebaran pada bagian ujung kaki candi, yang akhirnya candi Borobudur terlihat seperti sekarang ini.

Sebetulnya ada beberapa bagian candi yang sekarang sudah tidak berada di tempatnya, karena dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, bahkan pada tahun 1896, Raja Thailand, Chulalongkorn ketika mengunjungi Jawa mengambil bagian-bagian dari candi untuk dibawa ke negaranya. Menurut informasi Raja Thailand ini membawa sekitar 8 gerobak bagian-bagian candi atas ijin Pemerintah Kolonial Belanda ketika itu. Saat ini benda-benda berharga ini di pamerkan di Museum Nasional Bangkok. (RR/rw/14)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Free Zone Film - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger