Now Playing :
Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Candi Gedong Songo Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Gedong Songo Temple in Semarang
UniverScience- Candi Gedong Songo adalah salah satu kekayaan wisata Kota Semarang yang terletak  di lereng Gunung Ungaran sebelah selatan kota Semarang, Candi ini termasuk salah satu candi Hindu yang terdapat di Jawa Tengah dan dibangun pada sekitar Abad ke-7 Masehi. Hingga kini bangunan kuno ini masih berdiri tegak diatas gunung Ungaran yang mempunyai ketinggian 2050 DPL. Letaknya yang berada di lereng gunung Ungaran dan berada ditengah-tengah hutan pinus membuat tempat ini sangat indah dipandang mata. Suasana sejuk yang berada disekitar lokasi membuat suasana semakin lekat dengan kemurnian alam pegunungan di daerah tersebut
Gedong Songo Temple in Semarang
Pemandangan disekitar Candi Gedong Songo yang indah
Dalam pemandangan yang begitu mempesona. Candi Gedong Songo menyimpan sejuta keindahan landskap dan nilai sejarah yang tinggi. Nama Gedong Songo sendiri adalah berasal dari bahasa Jawa, Gedong berarti bangunan yang terbuat dari batu sedangkan songo berarti sembilan atau dapat diterjemahkan sebagai bangunan sembilan dalam Bahasa Indonesia.
Candi Gedong Songo dapat ditempuh dari Kota Semarang melalui Ungaran ke arah Ambarawa dan melewati tempat wisata lainnya di dekat Gedong Songo yaitu Bandungan. Lokasi ini juga dapat ditempuh lewat Semarang Barat (Ngaliyan) ke arah Boja, setelah masuk desa Tampingan sebelum masuk kota Boja
belok kiri ke arah Limbangan dan selanjutnya ke arah Bandungan. Rute perjalanan melalui Boja akan terasa lebih menyenangkan karena melewati rute pegunungan dan perjalanannya tidak terlalu ramai seperti jika ditempuh melalui Ungaran. Setelah memasuki Kecamatan Limbangan perjalanan akan semakin mengasyikan karena melaewati pegunungan dengan jalan yang terus menanjak dngan jalan aspal yang mulus. Sampai lokasi tanjakan akan semakin tinggi hingga akhirnya masuk ke lokasi sebenarnya, Gedong Songo.

Sejarah singkat Gedong Songo
Menurut catatan ahli sejarah, Candi Gedong Songo dibangun pada jaman Mataram kuno Putera Sanjaya, seorang raja Mataram Kuno. Dari model arsiteknya, candi ini termasuk dalam Candi Hindu, hal tersebut didasarkan pada penemuan arca-arca Dewa Hindu. Arca yang terdapat di dalam kompleks Candi Gedong Songo antara lain  arca Maharsi Agastya, Syiwa Mahaguru,Syiwa Mahakala,  Ganesha  Durgamahesasuramardhani, Syiwa Mahadewa,serta Lingga Yoni seperti yang terdapat pada candicandi Hindu lainnya. Candi Gedong Songo ditemukan oleh Loten pada tahun 1740.

Lokasi Gedong Songo dibuat sesuai dengan kontur tanah tempat dimana bangunan bersejarah ini dibangun. Bangunan terkesan sengaja dibuat mengelilingi kawah air panas yang terdapat di dasar lereng gunung Ungaran dimana antara Gedong I (1.208 mdpl) dan Gedong V (1.308 mdpl) di puncak nirwana terpaut tepat 100 meter. Tata letak Candi Gedong Songo hampir mirip dengan kompleks Candi Dieng, belum diketahui secara pasti apa latar belakang dari kemiripan ini.
Gedong Songo Temple in Semarang
Keindahan arsitektur Gedong Songo, memperlihatkan kehebatan arsitek Indonesia ribuan tahun silam
Di tempat ini juga terdapat sebuah tempat yang dikenal sebagai bukit Kendalisodo yang terdapat sumber mata air panas di dasarnya, juga goa tempat pertapaan Hanoman. Konon, menurut kepercayaan masyarakat setempat tempat ini adalah merupakan tempat dimana Rahwana dikunci diantara dua bukit Gunung Ungaran setelah dikalahkan oleh Hanoman. Meskipun secara ilmiah cerita tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, masyarakat meyakini bahwa keberadaan kawah mempunyai keterkaitan dengan Rahwana musuh bebuyutannya Sri Rama.
Gedong Songo Temple in Semarang
Puncak Candi Gedong Songo, Keindahan arsitektur Gedong Songo, memperlihatkan kehebatan arsitek Indonesia ribuan tahun silam
Mungkin cerita tersebut perlu diluruskan karena cerita peperangan antara Hanoman dan Rahwana bukanlah cerita asli Indonesia namun berasal dari India, yang sudah tentu bila cerita tersebut merupakan kisah nyata tentu kejadiannya bukan di Gedong Songo namun di India sana. Namun karena cerita tersebut adalah cerita Pewayangan yang pernah menjadi cerita rakyat pada masanya, maka masyarakat ketika itu berfikir bahwa cerita tersebut terjadi di sekitar mereka. (RR/ow/14)



Gereja Blenduk, Wisata Kota Tua Peninggalan Belanda Di Semarang

Gereja Blenduk, Wisata Kota Tua Peninggalan Belanda Di Semarang
Semarang adalah salah satu kota di Jawa yang kaya akan peninggalan bersejarah di dalamnya, di kota ini terdapat banyak bangunan kuno peninggalan Pemerintahan Kolonial Belanda yang masih dipertahankan hingga sekarang, seperti misalnya Gedung Lawang Sewu, Stasiun Tawang, Gereja Blenduk dan lain sebagainya. Gereja Blenduk adalah salah satu tempat paling terkenal di kota Semarang.

Nama asli Gereja Blenduk sebenarnya adalah Gereja GPIB Immanuel, disebut sebagai Gereja Blenduk oleh masyarakat setempat mungkin diambil dari model atap Gereja ini yang bentuknya "mblenduk". Dalam bahasa Jawa Blenduk berarti cembung seperti kubah yang ada di Gereja ini. mBlenduk juga kadang digunakan untuk menyebut perut orang yang sedang hamil atau orang yang memiliki perut besar. Jadi kurang lebih begitu arti kata dari kata blenduk itu sendiri.
Gereja Blenduk, Wisata Kota Tua Peninggalan Belanda Di Semarang
Interior Gereja Blenduk
Gereja Blenduk, Wisata Kota Tua Peninggalan Belanda Di Semarang
Atap Kubah Gereja Blenduk
Gereja Benduk dibangun pada tahun 1753 oleh pemerintah Kolonial Belanda dan termasuk Gereja tertua yang ada di Jawa Tengah. Bentuk bangunan Gereja Blenduk adalah persegi delapan atau heksagonal dengan gaya arsitektur Yunani kuno. Kubahnya dilapisi Perunggu, dengan arsitektur interior menyerupai Gereja-Gereja yang ada di Yunani. Dalam perkembangannya, Gereja Blenduk pernah direnovasi beberapa kali dan renovasi pertama kali dilakukan pada tahun 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde dengan menambahkan dua menara di depannya sehingga mempercantik bangunan ini.

Bangunan megah ini termasuk salah satu landmark kota Semarang, dengan bentuk yang khas ditengah-tengah kota tua Semarang. Di sekitar bangunan ini juga terdapat bangunan-bangunan peninggalan jaman Kolonial Belanda lainnya yang terletak di Jalan Letjen Suprapto No 32 Kota Lama Semarang. Gereja ini terdiri dari dua lantai dengan arah menghadap ke Selatan.

Hingga sekarang tempat ini masih digunakan untuk tempat peribadatan Umat Kristiani dari berbagai penjuru kota Semarang dan dari luar kota Semarang, tempat ini juga menjadi salah satu tujuan wisata baik Wistawan lokal maupun Manca Negara, khususnya Wisatawn Belanda yang ingin melihat jejak Nenek Moyang mereka di Indonesia.  Tidak hanya dijadikan sebagai tujuan wisata, Gereja Blenduk juga sering digunakan untuk tujuan  fotografi  bagi mereka yang sedang melakukan foto prewedding untuk menampilkan kesan klasik.
Gereja Blenduk, Wisata Kota Tua Peninggalan Belanda Di Semarang
Gereja Blenduk saat ini
Gereja Blenduk, Wisata Kota Tua Peninggalan Belanda Di Semarang
Gereja Blenduk Tempo dulu


Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo, Limbangan, Kendal

Limbangan adalah wilayah Kabupaten Kendal paling selatan berbatasan dengan kecamatan Sumowono, Kecamatan Limbangan mempunyai obyek wisata terbanyak di Kabupaten Kendal yaitu Pemandian Air panas Gonoharjo, Perkebunan teh Medini dan Wisata Kampoeng Jawa. Salah obyek wisata yang menjadi kebanggaan Kecamatan Limbangan adalah obyek wisata pemandian Air Panas Gonoharjo. Obyek wisata ini terletak di lereng gunung Ungaran sebelah barat, letaknya di dusun Nglimut, Desa Gonoharjo tepatnya berada di sebelah tenggara Desa Gonoharjo.

Obyek Wisata Gonoharjo dapat ditempuh lewat jalur Semarang dengan jarak sekitar 35 Kilometer lewat Ngalian ke arah Selatan melalui jalur Cangkiran, Ngabean dan Margosari. Jika ditempuh lewat Selatan dari arah Jogjakarta dapat ditempuh melalui jalur Temanggung, Kecamatan Limbangan, Desa Tabet dan Margosari. Jika ditempuh lewat Kendal dapat ditempuh lewat Kaliwungu, Brangsong, Boja, Tampingan dan Margosari, jarak dari Kendal sekitar 40 Kilometer.

Setelah memasuki Desa Margosari, pengunjung akan melewati jalan menanjak dengan pemandangan perkebunan masyarakat yang indah dan asri. Di Desa Margosari ini terdapat juga obyek wisata kuliner Kampoeng Jawa. Begitu memasuki wilayah Gonoharjo anda akan semakin terpesona dengan pemandangan alam di sekitarnya, gunung Ungaran sebelah barat terlihat begitu anggun dengan latar belakang perkebunan teh Medini. Jalan terus menanjak hingga anda sampai ke tempat tujuan Pemandian Air Panas Gonoharjo.

Sampai di lokasi wisata Pengunjung akan semakin dimanjakan oleh keindahan alam di tempat wisata seperti misalnya hutan cemara, air terjun, perkebunan teh dan yang lebih utama adalah kawah gunung ungaran atau pemandian air panas Gonoharjo.

Seiring dengan kebutuhan wisata, saat ini telah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas pendukung untuk semakin memanjakan Pengunjung. Fasilitas yang ada saat ini di antaranya, kolam renang, kebun binatang mini, Cafetaria, taman bermain anak-anak, outbond, bumi perkemahan dan hotel melati.

Kawasan wisata Pemandian Air panas Gonoharjo termasuk wilayah dengan suhu rendah, oleh karenanya Wisatawan yang mempunyai rencana untuk melakukan kemah di tempat ini sangat disarankan agar membawa bekal jaket tebal untuk mengantisipasi suhu udara yang sangat dingin saat malam hari. (RR/ow/14)

Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo, Limbangan, Kendal
Papan nama Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo
Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo, Limbangan, Kendal
Kawah Air Panas
Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo, Limbangan, Kendal
Air Terjun Gonoharjo
Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo, Limbangan, Kendal
Wisatawan sedang berjalan menuju kawah
Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo, Limbangan, Kendal
Air sungai yang jernih, ciri khas sungai pegunungan
Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo, Limbangan, Kendal
Gazebo yang terdapat di dalam kompleks wisata
Obyek Wisata Pemandian Air Panas Gonoharjo, Limbangan, Kendal
Kolam renang yang berada di dalam kompleks pemandian air panas Gonoharjo



Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, jarak dari kota tidak terlalu jauh. Tempat ini dapat ditempuh sekitar 1 jam dari Bandara Hasanudin dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Di tempat ini ada beberapa obyek wisata yang dapat di kunjungi, yaitu konservasi kupu-kupu, situs prasejarah Leang-Leang, Air terjun dan Gua Batu. Pengunjung dapat melihat pemandangan eksotis batu-batu gunung yang menjulang tinggi diantara aliran sungai jernih yang mengalir di bawahnya. Berikut ini tempat-tempat yang dapat di kunjungi di taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Konservasi Kupu-kupu
Ada sekitar 250 spesies kupu-kupu yang terdapat di lokasi ini dan 20 spesies diantaranya dilindungi oleh pemerintah. Ditaman Nasional ini mempunyai beberapa spesies kupu-kupu yang unik yang hanya terdapat di Sulawesi Selatan, yaitu Troides Helena Linne, Troides Hypolitus Cramer, Troides Haliphron Boisduval, Papilo Adamantius, dan Cethosia Myrana. Antara tahun 1856-1857, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya di kawasan tersebut untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu. Wallace menyatakan Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly (kerajaan kupu-kupu). Menurutnya di lokasi tersebut terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu.
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Tempat penangkaran Kupu-Kupu di taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Salah satu spesies kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Gua Leang leang
Leang Leang adalah sebuah peninggalan prasejarah yang terdapat diwilayah ini juga, letaknya hanya beberapa kilo meter sebelum  konservasi kupu-kupu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Di tempat ini tersapat  pegunungan Karst yang telah ada sejak ribuan tahun silam. Leang Leang menduduki urutan ketiga sebagai pegunungan Kars terbesar di dunia setelah Guangzhou di China. Meliputi area seluas 43.750 hektar, wilayah ini memiliki 286 goa dengan lebih dari 30 goa prasejarah. Di dalam goa terdapat beberapa gambar tangan yang ditinggalkan oleh manusia prasejarah, juga gambar-gambar lain seperti gambar babi, ikan, manusia dan gambar lainnya.

Goa prasejarah yang terdapat di Leang Leang ini sangat menarik, karena goa ini dulunya sebagai tinggal tempat dan penghuninya meninggalkan jejak dalam berbagai bentuk gambar di dinding goa.
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Tempat wisata prasejarah Leang Leang
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Cap tangan manusia prasejarah yang terdapat didalam dinding gua
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Air Terjun
Lokasi air terjun terpisah dengan goa Leang Leang, satu lokasi dengan penangkaran kupu-kupu dan goa batu. Air terjun terjadi dari sungai yang mengalir dari celah-celah batu gunung yang berada ditempat ini, dengan air yang jernih. Pengunjung tempat ini  biasanya mandi di air terjun dan sungai yang mengalir di bawahnya, dan inilah yang menjadi favorit bagi pengunjung Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Disekitar lokasi air terjun juga terdapat saung yang sengaja di buat sebagai tempat bersantai bagi para Pengunjung, juga terdapat wahana permainan lainnya seperti flying fox dan kolam renang.
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Pemandian di dalam kompleks Taman Wisata Bantimurung Bulusaraung
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Air Terjun di dalam kompleks Bantimurung Bulusaraung
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Wahana permainan Flying Fox
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Goa Batu
Letaknya sekitar 1 Kilometer dari air terjun dan dapat ditempuh dengan jalan kaki sembari menikmati keindahan hutan yang terdapat di sepanjang jalan menuju goa batu. Yang menarik dari goa ini adalah  terdapat danau kecil dengan air yang jernih di depannya. Untuk memasuki goa anda akan diantar oleh seorang Pemandu dengan lampu petromax yang siap memberikan informasi tentang goa ini.
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Dinding Goa Batu
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Obyek Wisata Prasejarah Taman Nasional Bantimurung Dan Penangkaran Kupu-Kupu
Pintu masuk kedalam Goa Batu
Anda punya rencana berkunjung ke Sulawesi Selatan? Tempat ini sangat sayang sekali untuk anda lewatkan, cukup hanya dengan membayar ticket masuk Rp 20.000 anda dapat menikmati keindahan alam yang berada di kompleks Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (RR/ow/14)


Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya

Inilah Borneo, sebuah pulau raksasa di khatulistiwa yang di dalamnya terdapat tiga wilayah negara, Indonesia di bagian selatan serta Brunei dan Malaysia di bagian utara. Dengan luas 743.330 kilometer persegi (287.000 mil persegi) Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di dunia dan terbesar di Indonesia. Dikelilingi oleh laut tropis dan berada tepat di garis khatulistiwa, Kalimantan mempunyai berisi hutan hujan tertua dan keanekaragaman hayati terkaya di Bumi Nusantara dan dunia. Sungai-sungai besar berlumpur, hutan shaggy yang hangat, hujan monsunal, membuat pulau ini menjadi hutan tropis surga bagi kehidupan yang ada didalamnya. Binatang-binatang eksotis, tanaman langka juga suku pedalaman berbaur menjadi satu semakin mebuat pulau ini benar-benar menjadi Wonderland bagi Indonesia.
Di Kalimantan masih banyak ditemukan pohon-pohon Tropis dengan usia ratusan tahun yang dilindungi oleh Pemerintah setempat.
Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya
Gunung Santubong
Gunung Santubong (Gambar), Seorang ilmuwan pernah menghabiskan waktunya disini selama 8 tahun untuk meneliti keanekaragaman hayati yang terdapat didalamnya, dia adalah  Alfred Russel Wallace (1823 - 1913) seorang ilmuwan yang mengembangkan teori evolusi melalui seleksi alam. Wallace tidak pernah menetap lebih lama di tempat lain, namun dapat bertahan hingga 8 tahun di Borneo karena begitu banyaknya keanekaragaman hayati yang membuatnya takjub dengan Borneo.
Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya
Orangutan (Pongo Pigmeus)
Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya
Orangutan (Pongo Pigmeus)
Orangutan (Pongo Pigmeus) adalah binatang khas hutan-hutan di Kalimantan, sayang sekali binatang ini banyak diburu oleh penduduk setempat untuk dibunuh karena sering merusak tanaman, namun demikian upaya untuk menyelamatkan dari kepunahan terus dilakukan baik oleh Pemerintah Indonesia maupun Dunia.
Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya
Kupu-Kupu renda
Hutan Kalimantan diperkirakan memiliki lebih dari 3.000 spesies arthropoda. Banyak lagi belum ditemukan dan dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Dari kupu-kupu sayap-renda halus (foto) kumbang badak; ulat berbulu berbisa, kupu-kupu Birdwing cantik; kaki seribu raksasa, rayap, dan berbagai macam jenis serangga.
Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya
Bunga Raflesia Arnoldi
 Rafflesia Arnoldi adalah keluarga dari tanaman berbunga parasit asli Kalimantan dan beberapa tempat Asia Tenggara. Mewakili lebih dari 28 spesies, bunga terbesar di dunia.  Rafflesia arnoldi (Foto) dapat tumbuh lebih dengan diameter lebih dari 100 cm (39 inci) dan berat hingga 10 kilogram (22 pon)

Bunga ini juga dijuluki sebagai "bunga bangkai," bunga Rafflesia telah berkembang sebagai tanaman pemangsa serangga dengan mengeluarkan bau  seperti daging yang membusuk, untuk menarik lalat, sebagai penyerbuk. Tanaman ini banyak ditemukan di Gunung Gading National Park, beberapa jam perjalanan dari Kuching.
Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya
Katak Penyanyi
Baru sekitar 61 spesies katak dapat didokumentasikan. Jumlah tersebut baru sekitar 1/3 dari semua spesies katak yang ditemukan di Kalimantan. Di jantung Borneo, sekitar 600 spesies baru amfibi ditemukan antara tahun 1995 dan 2010 menurut World Wildlife Fund. Bahkan cukup mengejutkan pernah ditemukan tiga spesies baru dalam sebulan!

Katak dalam jumlah besar dan berbagai spesies katak yang ditemukan adalah berita baik ditengah penurunan jumlah spesies amfibi di seluruh dunia. Binatang yang bernapas melalui kulit ini juga sangat sensitif terhadap perubahan ekologi dan iklim. Sensitivitas alami ini membuat mereka menjadi indikator lingkungan hidup yang baik. Di tengah hutan belantara Kalimantan juga ditemukan katak bertelinga, Tree Frog (Polypedates otilophus).
Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya
Ular Hijau (Tropidolaemus wagleri)
Dengan begitu banyaknya katak dan makhluk kecil lainnya di hutan pada malam hari, maka tidak mengherankan jika banyak juga predator yang muncul di dlamnya,  seperti ini ular hijau ,WaglerPit Viper (Tropidolaemus wagleri). Tuhan selalu menciptakan binatang dengan predatornya untuk menjaga keseimbangan alam didalamnya.
Menjelajahi Hutan Kalimantan Dan Mengungkap Kehidupan Di Dalamnya
Bekantan, salah satu binatang endemik Kalimantan
 Maskapai biasa, hampir lucu melihat monyet adalah beberapa yang paling dikenal di dunia dengan hidung panjang dan perut pot. Bekantan makan berbagai daun dan buah-buahan dan hidup dalam kelompok yang terdiri dari satu laki-laki dewasa dan beberapa betina dan bayi mereka. Pria tumbuh jauh lebih besar dari betina. Semakin besar hidung dan perut lebih seksi atau "cocok" laki-laki adalah perempuan.

Bekantan adalah salah satu binatang endemik Kalimantan, monyet ini terancam punah dan hanya ditemukan di sekitar hutan dataran rendah dan di sepanjang sungai dan rawa-rawa di bagian pesisir Kalimantan. Banyak ditemukan di sekitar Gunung Santubong dan beberapa tempat lain di hutan Kalimantan.

Itulah sebagian kecil kekayaan hayati yang terdapat di Borneo, sebuah wilayah yang masih banyak terdapat hutan yang masih perawan, walaupun pembalakan liar juga masih terjadi disana yang tentu akan berpengaruh besar terhadap kehidupan ekosistem disana. (RR/tr/14)



 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Free Zone Film - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger