Now Playing :
Showing posts with label Dunia Binatang. Show all posts
Showing posts with label Dunia Binatang. Show all posts

Manfaat Mengkonsumsi Teripang Bagi Tubuh Anda

Habitat hidup teripang adalah di perairan asin pada ke dalaman yang  bervariasi, tergantung dari masing-masing jenis teripang, bahkan pada spesies tertentu hanya dapat ditemukan pada kedalaman air laut hingga ratusan meter. Teripang atau yang dalam bahasa China disebut sebagai haishom adalah binatang laut yang menyerupai ulat besar berkutil  dan berkulit kasar. Teripang banyak digunakan sebagai makanan berkelas dan obat tradisional di  Negara-negara Timur Tengah dan Asia.  Meskipun  rasa asli teripang adalah hambar, namun jaringan kulit teripang dapat dengan mudah menyerap rasa dari bumbu yang digunakan untuk memasaknya. Binatang yang kadang juga disebut sebagai gingseng laut ini mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan manusia, bahkan dapat mencegah kanker. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengkonsumsi teripang antara lain:

1. Mencegah Kanker
Mengkonsumsi  teripang dapat membantu mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker. Hal ini karena teripang mengandung senyawa yang dikenal sebagai glikosida triterpen dalam jumlah yang cukup  tinggi , senyawa ini bermanfaat bagi tubuh sebagai antitumor. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan Cina yang diterbitkan pada bulan Agustus 2005 dengan judul  " Cancer Biology & Therapy," teripang juga mengandung senyawa yang dikenal sebagai E philinopside, atau PE. PE sendiri dapat menghambat pembentukan pembuluh darah yang memasok nutrisi kepada tumor. Dengan demikian akan  menekan pertumbuhan dan proliferasi tumor dalam tubuh Anda.

2. Sebagai antikoagulan
Pembekuan darah membantu mencegah perdarahan yang berlebihan saat Anda terluka. Namun, pembekuan juga dapat terbentuk di dalam pembuluh darah Anda bahkan ketika Anda tidak memiliki cedera fisik yang jelas sekalipun. Kondisi ini akan dapat menyebabkan sebuah kondisi fatal bagi tubuh Anda seperti emboli paru –paru dimana gumpalan darah menumpuk pada paru-paru  yang akan  menghambat aliran darah. Teripang mengandung senyawa yang dikenal sebagai kondroitin sulfat. Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan Brasil yang diterbitkan pada bulan September 1996 di "Journal of Biological Chemistry" menemukan bahwa kondroitin sulfat dapat berfungsi sebagai  antikoagulan.

3. Anti-inflamasi
Teripang juga memiliki efek anti-inflamasi yang kuat, yang dapat membantu mengurangi rasa sakit pada pasien dengan kondisi seperti arthritis. Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan Malaysia yang diterbitkan pada bulan Oktober 2011 di "Marine Medicine" menemukan bahwa suplemen teripang mengurangi peradangan pada tikus jantan dan betina. Hewan laut ini mengandung senyawa seperti mucopolysaccharides, chondroitin dan glukosamin, yang dapat membantu meringankan gangguan arthritis. Senyawa-senyawa tersebut membantu dalam pengaturan keseimbangan lipid tertentu yang dikenal sebagai prostaglandin.  Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 dalam "American College of Rheumatology."Pasien dengan rheumatoid arthritis biasanya memiliki tingkat konsentrasi tinggi pada prostaglandin tertentu.

4. Penyembuhan Luka
Mengkonsumsi  teripang  atau ekstrak teripang  juga dapat  mempercepat penyembuhan luka, karena teripang mampu berfungsi dalam pembentukan jaringan baru dalam waktu singkat . Hal ini mungkin disebabkan oleh karakter teripang yang mempunyai zat tertentu yang dapat dengan cepat meregenerasi  jaringan tubuhnya yang rusak karena terluka.  Hal tersebut dikemukakan oleh  "Marine Drugs" dalam sebuah Studi yang dilakukan pada bulan Oktober 2011, kemampuan teripang dalam meregenerasi tubuhnya yang rusak, karena binatang ini  mengandung  asam lemak tertentu, seperti misalnya asam arakidonat.

Demikian beberapa manfaat mengkonsumsi teripang bagi tubuh, meskipun teripang tergolong makanan laut dengan harga yang cukup maha,l namun manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsinya cukup sebanding dengan harganya.

Kadal Iblis Berduri Memiliki Pertahanan Diri Yang Menakjubkan

 thorny devil
 Kadal Iblis berduri (Moloch horridus) ini juga dikenal sebagai naga berduri atau biasa disebut juga sebagai  setan gunung.  Kadal ini mempunyai ukuran hingga 8 inci panjangnya , dan merupakan kadal endemik Australia. Habitat hidupnya adalah di semak belukar kering dan gurun pasir. Iblis berduri adalah satu-satunya spesies dalam genus Moloch, dan mereka dapat hidup antara 6 hingga 20 tahun.

Moloch horridus memiliki sejumlah alat pertahanan yang terdapat di tubuhnya terhadap predator dan spesialisasi untuk hidup di padang pasir. Namun kenapa binatang ini dijuluki sebagai Iblis berduri?  Berikut ini alasannya

 thorny devil
1.Nama ilmiah Iblis berduri  adalah Moloch horridus, terinspirasi oleh puisi John Milton yang berjudul "Paradise Lost." Dalam puisi tersebut, Milton menjelaskan tentang  dewa Moloch sebagai raja yang mengerikan dan seluruh tubuhnya berlumuran darah pengorbanan manusia. Sedangkan Horridus adalah bahasa Latin yang bisa berarti kasar atau berbulu, atau mengerikan.

2.Moloch horridus  juga dikenal sebagai myrmecophages obligat: mereka  adalah pemakan semut. Moloch horridus dapat makan ribuan semut hitam kecil setiap hari dengan cara duduk dan menunggu setelah menemukan kerumunan semut dan menunggu mangsanya lewat di hadapannya. Mereka menggunakan lidah lengket yang memang sudah didesain  untuk menangkap semut. Gigi mereka telah dimodifikasi untuk berurusan dengan benda keras, tubuh keras mangsanya, gigi rahang bawah dan atas rata yang memang didesain oleh Sang Pencipta untuk  penghancur mangsa mereka.

3 Moloch horridus terlihat seperti dipenuhi dengan paku mulai dari kepala hingga tubuh sebesar duri bunga mawar, yang membuatnya tampak menakutkan seperti monster. Paku-paku yang terlihat seperti memenuhi  tubuh  ini  membuat predator berpikir dua kali sebelum mencoba untuk memakannya.

4. Moloch horridus memiliki mekanisme pertahanan yang unik  di mana mereka mampu mengembangkan dada dengan udara untuk membuatnya tampak lebih besar sehingga terkesan  sulit bagi predator untuk menelannya.

5. Mereka juga memiliki cara berjalan yang lucu, berjalan perlahan, sering berhenti, dan bergoyang-goyang. Lambat, kadang menggetarkan tubuhnya, gerakan tersentak-sentak dan berhenti tidak bergerak sama sekali  sebagai kamulflase di tengah padang pasir, sehingga tampak seperti batu.

6 Moloch horridus mempunyai pelet tinja yang khas. Kotoran setan berduri mengkilap, spheroids yg tersebar luas hitam, yang dapat menghancurkan kulit semut yang keras

 thorny devil
7 Kadal ini dapat juga berkamulflase dengan cara  merubah warna kulitnya. Pada sat cuaca hangat biasanya berubah menjadi warna kuning dan merah pucat, tetapi mereka juga dapat berubah warna dengan cepat  pada saat cuaca dingin dengan merubah warna kulitnya menjadi gelap demikian juga saat ada bahaya.  Saat matahari terbit  mereka akan menjadi lebih aktif.

8 Kadal Iblis berduri ini tidak familier dengan suhu yang ekstrim panas ataupun dingin. Mereka mempunyai  pola musiman aktifitas bimodal. Mereka hampir tidak aktif sama sekali selama musim panas (Januari dan Februari) dan musim dingin (Juni dan Juli), ketika musim tersebut tiba mereka berlindung di liang bawah tanah, dan aktif kembali pada musim gugur (Maret, April, dan Mei) serta musim dingin mendekati awal musim panas (Agustus-Desember), di mana mereka akan kawin dan bertelur.

9. Yang lebih unik setan berduri ini memiliki "kepala palsu" yang terdapat di pundak mereka. Ketika terancam, kadal dapat menyelipkan kepala sebenarnya turun di antara kaki depannya, dan memperlihatkan  kepala palsunya

10. Yang lebih luar biasa lagi kadal ini mempunyai system pertahanan yang unik saat situasi lingkungannya sulit mendapatkan air.  Disamping permukaan kulit keras tubuhnya yang berduri berfungsi untuk  melindungi mereka dari predator, kulit tersebut juga berfungsi untuk menyerap air di habitat kering mereka. Ada higroskopis (moisure-menarik) alur di antara duri mereka. Mereka mendapatkan air dari embun yang menempel pada tubuh mereka saat malam hari, selama curah hujan langka, atau kadang menggunakan tubuhnya untuk berguling pada rumput yang berembun. Setiap air yang masuk ke dalam alur yang terdapat di antara duri yang diserap oleh semacam pipa kapiler ke mulutnya, yang memungkinkan kadal berduri ini untuk menyedot air dari seluruh tubuhnya.

Sangat luar biasa, demikianlah keagungan Sang Pencipta selalu memberikan yang terbaik untuk makhlukNya dalam kondisi apapun dia berada. (RR/tr/14)


Wajah Lebah Jika Sebesar Kucing

Bunatang yang satu ini memang mempunyai keunikan tersendiri, mendengar namanya saja kadang orang sudah ngeri dengan sengatannya, seperti misalnya lebah terbesar di duia dari spesies Vespa Mandarinia  Namun dibalik karaktenya yang menakutkan, binatang ini kalau difoto dalam jarak dekat ternyata tampak imut-imut. Perhatikan foto-foto dibawah ini: (sumber foto: animalplanet.com)

Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees


Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees

Beautiful Up Close Images of Bees

Mengungkap Kebenaran Legenda Cacing Raksasa Pembunuh Di Mongolia

Mengungkap Kebenaran Legenda Cacing Raksasa Pembunuh Di Mongolia
UniverScience- Jauh di pedalaman Gurun Gobi, Mongolia terdapat cacing pembunuh yang disebut oleh masyarakat setempat sebagai  Olgoi-khorkhoi, seekor cacing yang mempunyai ukuran besar yang dapat membunuh apapun di sekitarnya, termasuk juga manusia, cacing tersebut di sebut juga sebagai Death Worm Mongolia.
Death Worm Mongolia adalah cacing berwarna merah cerahmakhluk misterius yang disebut-sebut  menghuni sebelah selatan Gurun Gobi. Suku Mongolia lokal mengaku telah melihat makhluk itu dalam perjalanan mereka, tapi cerita tersebut belum terkonfirmasi kebenarannya, bahkan setelah banyak upaya oleh beberapa ekspedisi penelitian selama bertahun-tahun belum juga ditemukan titik terang tentangnya.

Olgoi-khorkhoi termasuk salah satu binatang misterius di Mongolia dimana 'cacing usus besar' ini  digambarkan mempunyai panjang hingga 1 meter (3 kaki). Warnanya merah, seperti usus yang dipenuhi  dengan darah. Ilustrasi artistik menggambarkan bahwa cacing tersebut mempunyai mulut menganga bulat penuh dengan gigi-gigi tajam. Beberapa orang yang mengaku pernah melihat menggambarkannya memiliki gigi runcing, dengan kemampuan  menyemprotkan asam panas yang dapat membunuh korban yang diserang olehnya. Ada juga yang menyebutkan cacing ini dapat mengeluarkan arus listrik dari tubuhnya. Dia akan menyemprotkan cairan asamnya dari bawah pasir tanpa peringatan untuk membunuh korbannya, seperti unta, anjing dan hewan pengerat bahkan manusia juga dapat menjadi korbannya.
Mengungkap Kebenaran Legenda Cacing Raksasa Pembunuh Di Mongolia

Mongolian Death Worm di lukis oleh pelukis Belgia Pieter Dirkx. Kredit: Creative Commons, Pieter0024
Konon kabarnya Olgoi-khorkhoi awalnya tumbuh didalam usus unta yang menelan telur cacing, itulah sebabnya kenapa cacing ini berwarna seperti usus unta, berwarna merah

Banyak penduduk setempat yakin akan keberadaan makhluk misterius ini. Bahkan Perdana Menteri Mongolia Damdinbazar mendatangkan seorang penjelajah Barat pada tahun 1922 untuk menyelidinya.

Sebagian besar masyarakat menanggapinya dengan skeptis, sebagian besar mengatakan bahwa kisah cacing pembunuh adalah hanya cerita rakyat saja. Cerita yang berkembang cukup deskriptif dan seragam, tetapi belum satupun kebenarannya dapat dikonfirmasi. Banyak peneliti independen, petualang, dan ahli zoologi telah berusaha mencari kebenaran tentang makhluk ini di Gurun Gobi untuk menemukan cacing pembunuh yang cukup terkenal ini, tapi tak ada satupun yang berhasil melihatnya, apalagi mengambil gambarnya.

Sejarah cacing kematian di Mongolia telah di ceritakan secara turun temurun selama beberapa generasi, tetapi baru mendatangkan perhatian dari dunia barat pada tahun 1920, setelah buku paleontolog Roy Chapman Andrew menggambarkan informasi tentangnya secara rinci. Namun demikian Andrew tetap skeptis tentang keberadaannya.
Mengungkap Kebenaran Legenda Cacing Raksasa Pembunuh Di Mongolia
Peta tempat hidupnya The Death Worm Mongolia, Gurun Gobi. Kredit: Wikipedia
Cryptozoologist Ivan Mackerle ditugaskan sebagai penyidik ​​utama dari cacing kematian ini. Dia mendapat informasi tentang Death Worm dari mahasiswa, kemudian Ivan datang ke Mongolia selatan pada tahun 1990 untuk mengungkap lebi
h jauh tentang Death Worm. Investigasinya mengalami banyak kendala, karenarata-rata orang  Mongolia enggan untuk berbicara tentang binatang legendaris tersebut. Kondisi tersebut diperparah dengan lararangan yang diterapkan oleh pemerintah Mongolia untuk pencarian Death Wor ini, Mackerle-pun akhirnya gagal untuk  mencari jawaban tentangnya

Dalam bukunya yang berjudul "Mongolské záhady", Mackerle mencatat tentang Death Worm. Mackerle menyebutkan bahwa makhluk tersebut adalah " cacing yang menyerupai sosis dengan panjang lebih dari setengah meter (20 inci), dan besarnya seukuran
lengan manusia, mirip usus sapi. Kulitnya berfungsi sebagai exoskeleton yang akan mengalami molting setiap kali sakit. Ekornya pendek seperti terputus, tapi tidak meruncing. sulit untuk untuk membedakan kepala dari ekornya karena tidak memiliki mata yang terlihat, lubang hidung atau mulut. " Walaupun dia tidak pernah menyaksikannya sendiri, tetapi Ivan Mackerle akhirnya menyatakan bahwa Olgoi-khorkhoi bisa saja nyata".

LiveScience mengutip perkataan ahli biologi Inggris Dr Karl Shuker, penulis buku "The Unexplained". Shuker menggambarkan binatang legendaris ini sebagai "salah satu makhluk yang paling sensasional di dunia, tersembunyi di tengah padang pasir di selatan Gurun Gobi. Binatang ini, menghabiskan banyak waktu untuk bersembunyi di bawah gurun pasir, tetapi setiap kali ada peneliti yang akan mengungkap kebenarannya  dihindari oleh penduduk setempat. "Shuker sendiri tidak pernah  menyaksikan Death Worm Mongolia, tetapi hipotesis bahwa cacing ini mungkin amphisbaenid karnivora, tanpa kaki, berupa kadal yang hidup di iklim hangat.
Mengungkap Kebenaran Legenda Cacing Raksasa Pembunuh Di Mongolia
Amphisbaena alba. Kredit: Creative Commons, Diogo B. Provete
Peneliti lain menunjukkan deskripsi lebih lebar tentangnya, kemungkinan binatang ini adalah keluarga ular cobra, yang ditemukan di Australia dan New Guinea, secara fisik mirip dengan cacing mati, dan mampu menyemburkan racun hingga beberapa meter.

Mengungkap Kebenaran Legenda Cacing Raksasa Pembunuh Di Mongolia
 Acanthophis antarcticus. Kredit: Creative Commons, R.Soedirman
 Reputasinya sebagai hewan yang menakutkan memang belum tergoyahkan ekspedisi ke padang gurun oleh wartawan, wartawan hiburan, dan program reality-TV baru-baru ini, Semua upaya penelitian, termasuk serangkaian liputan National Geographic Channel terhadapnya, telah datang dengan tanpa membuahkan hasil apapun, dan akhirnya mereka menarik kesimpulan bahwa mungkinkah Death Worm Mongolia hanyalah legenda yang bisa saja pernah ada dan sekarang sudah punah. Walaupun demikian penduduk setempat sangat yakin bahwa mereka ada, dan selalu menyarankan agar siapapun waspada jika melintasi Gurun Gobi. (RR/tr/14)



Lebah Raksasa Vespa Mandarinia Panjangnya Mencapai 6 Senti Meter

UniverScience-  Pernahkah anda bayangkan jika suatu saat anda diserang oleh tawon raksasa, Vespa Mandarinia sebuah spesies tawon dengan ukuran tubuh yang sangat besar, panjangnya bisa sampai 6 CM dengan bentangan sayap bisa sampai 8 CM dan mampu terbang dengan kecepatan 25 KM/jam. Spesies ini banyak hidup di Asia seperti China, Korea, Sri Lanka, India dan Jepang.
Lebah Raksasa Vespa Mandarinia Panjangnya Mencapai 6 Senti Meter
Ukuran Vespa Mandarinia yang luar biasa besar
Vespa mandarinia japonica, memangsa spesies lain dari jenis lebah dan tawon. Ketika mereka menemukan sarang lebah maka akan menandai dengan sekresi yang ada didalam perutnya. Ketika mereka melihat sarang lebah mereka akan enyerang dan memangsa lebah-lebah kecil didalamnya. Lebah madu Eropa seperti spesies  Apis mellifera adalah kesukaan tawon ini, dan dapat membunuh 40 ekor setiap menitnya. Namun lebah madu Jepang asli, Apis Cerana Japonica, memiliki pertahanan yang menarik terhadap lebah predator seperti Vespa Mandarinia ini Lebah madu Jepang dapat mendeteksi sekresi lebah, dan menyerang lebah yang masuk ke dalamnya secara massal.
Lebah Raksasa Vespa Mandarinia Panjangnya Mencapai 6 Senti Meter
Predator terhadap lebah yang lebih kecil


 Serangan dari serangga inipun culup mematikan dan dapat menimbulkan bekas seperti bekas luka terkena peluru. Predator rakus ini memiliki sengat seperempat inci (6.35mm), yang pernah merasakan sengatan dari tawon ini menggambarkan dengan rasa sakit sebagai menyiksa dan sangat menyakitkan. Masato Ono, seorang entomolog di Tamagawa University, dekat Tokyo, mengatakan itu "seperti paku panas menembus  kaki saya."
Lebah Raksasa Vespa Mandarinia Panjangnya Mencapai 6 Senti Meter
Luka bekas sengatan Vespa Mandarinia

Untunglah di Indonesia tidak terdapat lebah spesies ini, sehingga kita tidak akan pernah merasakan sengatan mereka. Walaupun demikian, di Indonesia juga ada lebah yang ganas seperti lebah madu gunung atau dalam istilah Jawa disebut sebagai "tawon dowan", lebah ini mempunyai karakter yang cukup menakutkan juga, dimana ketika sarangnya di ganggu maka mereka akan memburu pengganggu kemanapun dia pergi, bahkan konon jika pengganggu sembunyi dengan cara menyelam mereka akan menunggunya hingga pengganggu muncul ke permukaan kembali. (RR/tr/14)




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Free Zone Film - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger