Now Playing :
Showing posts with label Gracilaria. Show all posts
Showing posts with label Gracilaria. Show all posts

Rumput Laut Bahan Baku Agar-Agar Dan Habitat Hidupnya

Kebanyakan agar- agar diekstrak dari rumput laut spesies Gelidium  dan Gracilaria. Spesies yang mempunyai ke dekatan dengan hal Gelidium adalah spesies Pterocladia,Spesies ini ditemukan di Azores (Portugal) dan Selandia Baru meskipun jumlahnya tidak begitu banyak. Gelidiella acerosa adalah sumber utama agar di India. Spesies Ahnfeltia digunakan di Rusia dan Jepang juga untuk pembuatan agar, di Rusia spesies ini ditemukan di pulau Sakhalin (Rusia).

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang habitat hidup rumput laut yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuat agar-agar, sebagai tambahan pengetahuan akan kita bahas tentang zona laut dimana makhluk hidup laut menggunakannya sebagai tempat  tinggal, termasuk di dalamnya rumput laut.  Pembahasan ini diperlukan untuk menggambarkan dimana keberadaan rumput laut tumbuh.

Dimensi vertikal pantai dibagi menjadi dalam beberapa zona. Istilah umum yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi ini adalah zona intertidal dan zona subtidal.  Orang sudah familiar dengan pasang surut air laut akan dapat dengan  mudah memahami istilah-istilah ini. Zona intertidal adalah bagian dari pantai yang terletak pada tingkat tertinggi dan terendah  saat  air laut dalam kondisi  pasang. Sedangkan zona subtidal adalah tempat dimana lokasi tersebut berada di bawah garis ketika air laut tingkat air surut.  Kadang-kadang zona intertidal disebut zona pesisir.
Rumput Laut Bahan Baku Agar-Agar Dan Habit Hidupnya
Gellidium, bahan baku pembuat agar-agar
Rumput Laut Bahan Baku Agar-Agar Dan Habit Hidupnya
Gracilaria, rumput laut bahan baku agar-agar yang banyak dibudidayakan di tambak Indonesia
Namun demikian ahli biologi mempunyai sudut pandang yang berbeda,  mereka lebih suka  menggunakan istilah yang mendefinisikan zona dengan apa yang biasanya tumbuh di dalamnya. Sehingga didefinisikan dengan bantuan garis, di mana organisme menerima pembasahan oleh air laut secara tidak teratur , maka pada garis ini disebut sebagai garis zona eulittoral.

 Di bawah garis ini, dimana organisme selalu terendam dalam air dan jarang tidak terkena air, maka zona  ini disebut sebagai garis zona sublittoral. Zona ini tidak selalu bergantung pada tingkat pasang,  batas atas zona eulittoral dibatasi oleh teritip dan batas bawah adalah titik tertinggi di mana ganggang cokelat besar dapat ditemukan tumbuh ditempat ini. Di atas tepi zona eulittoral, di luar teritip, adalah zona yang hanya dicapai oleh percikan ombak  dan ini disebut sebagai pinggiran pesisir.

Habitat hidup Gelidium
Gelidium tumbuh baik pada arus air yang cukup deras, yang berada di zona eulittoral dan sublittoral, tergantung pada spesies Gellidium itu sendiri. Algae ini dapat ditemukan pada kedalaman air mulai dari 2 hingga 20 meter. Gelidium banyak hidup pada daerah berbatu dengan lereng curam, dan jarang ditemukan di dasar laut berlumpur atau berpasir . Gellidium  biasanya akan tumbuh baik pada suhu air pada 15-20 ° C,  namun alga ini masih dapat mentolerir suhu yang lebih tinggi, bahkan juga  dapat bertahan hidup dalam kondisi laut dengan unsure hara rendah dan juga beberapa spesieslainnya mampu beradaptasi dengan salinitas baik rendah maupun tinggi.

Habitat Hidup Gracilaria
Salah satu rumput laut penghasil agar-agar adalah Gracilaria, rumput laut ini biasanya tumbuh di zona eulittoral pada bagian atas zona sublittoral, dengan kondisi dasar perairan terdapat sedimen  berpasir atau berlumpur dan terlindung dari gelombang dengan kondisi air payau. Oleh karena itu di Indonesia rumput laut jenis ini banyak dibudidayakan di tambak. Gracilaria akan tumbuh baik pada temperature antara 15 hingga 30°C. Rumput laut Gracilaria banyak dibudidayakan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Bali NTB dan Jawa.


Negara-Negara Penghasil Rumput Laut Gracilaria Dan Gellidium

Rumput laut bahan baku pembuatan agar-agar (Agarophyte) dihasilkan dari berbagai belahan dunia, termasuk juga di Indonesia. Hingga saat ini Agarophyte dihasilkan dari dua jenis rumput laut yaitu Gellidium dan Gracilaria, kedua jenis rumput laut ini hidup secara luas dilaut baik hidup di perairan dingin maupun panas.

Rmput laut Gelidium hidup tersebar di wilayah geografis yang luas di berbagai negara. Terbesar dihasilkan dari pantai utara Spanyol, bagian tengah hingga ujung selatan pantai Portugal, dan pantai barat Maroko. Dalam jumlah yang lebih kecil ditemukan di Teluk Biscay pantai di sebelah barat daya Perancis. 

Sebelum Perang Dunia Kedua,  Jepang  merupakan sumber utama penghasil Gellidium terbesar di dunia, tetapi kemudian  industrialisasi telah menyebabkan menipisnya stok alam di Negara Sakura ini, dan jumlah hasil panen Jepang saat ini mirip dengan negara-negara penghasil Gellidium lainnya seperti Spanyol dan Maroko. Sementara itu Republik Korea memanen Gellidium untuk kepentingan komersial bagi industri lokal, di daerah sekitar pelabuhan selatan Pusan​​. Di Meksiko, Gelidium dipanen dari pantai Pasifik di daerah Baja California. Untuk jenis Gellidium Spesies air hangat dipanen secara  alami di pantai selatan Jawa, Sumatera dan pulau-pulau lain di Indonesia yang terletak di antara Pulau Jawa dan Timor. Penghasil Gellidium lainnya adalah adalah Chile, China, Prancis dan Afrika Selatan, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.
Negara-Negara Penghasil Rumput Laut Gracilaria Dan Gellidium
Penjemuran rumput laut Gracilaria di salah satu gudang di Palopo, Indonesia
 Demikian juga dengan rumput laut Gracilaria, Rumput laut yang banyak dibudidayakan di Indonesia di areal tambak ini juga banyak dihasilkan diberbagai Negara, yang hidup sesuai dengan kondisi iklim dan spesies yang berbeda. Di Indonesia banyak dihasilkan didaerah Sulawesi, Jawa dan Bali. Gracilarian juga dihasilkan di Chile selatan dan pantai Atlantik Kanada. Chili adalah Negara yang merintis budidaya secara komersial dari rumput laut Gracilaria dengan menggunakan spesies Gracilaria chilensis, asli pantai selatan yang  mengandung agar berkualitas tinggi. Ada juga Gracilaria liar yang dihasilkan di wilayah Chili. Gracilaria liar juga dihasilkan dari lautan Argentina dan Brazil, meskipun kuantitas kwantitas dan kwalitasnya tidak sebagus Gracilaria asal Chile

Negara China juga memproduksi Gracilaria dalam jumlah yang cukup signifikan, terutama di provinsi-provinsi selatan Guangxi dan Hainan, di tempat ini Gracilaria dibudidayakan di tambak dan muara sungai, Gracilaria juga dibudidayakan di wilayah Taiwan. Sebuah upaya yang lebih terpadu juga telah dilakukan di Viet Nam dalam beberapa tahun terakhir, dengan berbagai spesies Gracilaria yang tumbuh di laguna dan tambak di wilayah utara dan selatan. Di Pantai-wash, Rumput laut  Gracilaria juga  telah dipanen di wilayah Luderitz (Namibia) untuk beberapa tahun belakangan ini. Pada beberapa tahun yang lalu budidaya sukses juga  telah dicapai di Luderitz Bay. 

Sejak Perang Dunia II, rumput laut Gracilaria liar juga diambil dari Saldanha Bay di pantai barat Afrika Selatan. Di Thailand selatan, rumput laut Gracilaria juga telah menjadi sumber pendapatan bagi perempuan yang mengambil Gracilaria  mengambang  dari danau pasang surut dan laguna.



Karakteristik Rumput Laut Gracilaria Palopo Dan Tata Niaganya


Palopo adalah merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut di Sulawesi Selatan, teristimewa wilayah ini merupakan penghasil rumput laut Gracilaria terbesar  dan terbaik kwalitasnya diantara daerah-daerah lain penghasil rumput laut Gracilaria di seluruh Indonesia. Rumput Gracilaria asal Palopo sebenarnya bukan hanya dihasilkan dari wilayah Palopo saja melainkan juga dihasilkan dari beberapa daerah di sekitar Palopo, mulai dari Belopa hingga Malili bahkan ada juga yang berasal dari Morowali, Sulwesi Tengah. Menurut data yang diperoleh dari pemerintah setempat hasil produksi rumput laut Gracilaria asal Palopo mencapai 6.500 ton pada tahun 2012, jumlah tersebut sebagian di export dan sebagian lainnya digunakan untuk produksi agar-agar dalam negeri.

Rumput laut Gracilaria asal Palopo di hasilkan dari tambak-tambak petani dari wilayah Belopa, Ponrang, Palopo, Bone-Bone, Malangke dan Malili. Meskipun berasal dari wilayah yang berbeda rumput laut dari beberapa wilayah ini mempunyai kwalitas yang sama.
Karakteristik Rumput Laut Gracilaria Palopo Dan Tata Niaganya
Rumput Laut Gracilaria asal Palopo, warnanya tidak kabur dengan thallus padat berisi
Tata Niaga rumput lat Gracilaria di Palopo
Tidak jauh berbeda dengan tata niaga rumput laut E. Cottonii, dimulai dari Petani kemudian  pengumpul local yang kemudian dijual kepada exporter di Makassar atau kepada industry pengolahan rumput laut di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Jawa dan Medan. Petani rumput laut Gracilaria di Palopo juga melakukan system pembiayaan seperti  yang dilakukan oleh para petani rumput laut Eucheuma Cottonii, dimana petani melakukan kerja sama dengan pengumpul local dengan menggunakan dana pengumpul local untuk pembiayaan proses produksi dengan system pengembalian pemotongan hasil panen. Meskipun rentan dengan system ijon, pola ini sudah berjalan sejak lama dan cukup membantu petani dalam budidaya rumput laut Gracilaria.

Disamping dijual pada pengumpul local, rumput laut Gracilaria hasil panen petani juga dijual kepada beberapa perusahaan agar-agar yang membuka cabang pembelian di daerah Palopo. Petani pembudidaya rumput laut Gracilaria kadang juga mendapatkan pembinaan dari perusahaan-perusahaan tersebut bahkan kadang juga mendapatkan bantuan modal kerja untuk biaya penanaman rumput laut mereka.
Karakteristik Rumput Laut Gracilaria Palopo Dan Tata Niaganya
Petani rumput laut di Malangke sedang memanen rumput laut Gracilaria
Nama Palopo sudah cukup di kenal di kalangan industry agar-agar dunia, Importir rumput laut sering mensyaratkan agar rumput laut yang akan dibeli berasal dari Palopo, mereka sudah cukup mengenal  kwalitas rumput laut Gracilaria asal Palopo, menurut mereka rumput laut Gracilaria asal Palopo mempunyai kandungan yield yang tinggi dan mudah diproses untuk dijadikan agar-agar. Di Indonesia memang ada beberapa daerah lain yang menghasilkan rumput laut Gracilaria, namun kwalitasnya belum mampu menandingi rumput laut asal Palopo.

Karakteristik rumput laut Gracilaria asal Palopo
Secara fisik rumput laut Gracilaria asal Palopo memang beda dengan daerah-daerah lainnya, dimana rumput laut asal daerah ini mempunyai warna yang tajam, dengan aroma yang menyengat dan thallusnya terlihat padat berisi baik pada saat masih basah maupun setelah kering. Batang thallus rumput Gracilaria asal Palopo juga panjang dan dapat mencapai 30 Centi meter dan tidak mudah putus saat ditarik.
Kwalitas baik yang dimiliki oleh rumput laut Gracilaria asal Palopo sebetulnya lebih disebabkan oleh strktur tanah di wilayah ini yang memang cukup kondusif untuk budidaya rumput laut Gracilaria. Di samping itu petani di wilayah ini sudah cukup mapan dan berpengalaman dalam tekhnik budidaya rumput laut Gracilaria.
Karakteristik Rumput Laut Gracilaria Palopo Dan Tata Niaganya
Penjemuran ulang rumput laut Gracilaria di sebuah gudang di Palopo
Pengelolaan
Rumput laut yang dibeli dari Petani oleh pengumpul biasanya masih belum memenuhi standar kwalitas yang dibutuhkan baik tingkat kekeringannya maupun kebersihannya. Rumput laut yang dibeli dari petani biasanya masih memiliki kadar air hingga 30% dengan tingkat kotoran yang juga masih tinggi. Oleh karena itu proses ulang oleh pengumpul  harus dilakukan agar rumput laut mencapai standar yang dibutuhkan.  Proses ulang yang dilakukan oleh pengumpul biasanya meliputi penjemuran ulang, pembersihan dari kotoran.
Karakteristik Rumput Laut Gracilaria Palopo Dan Tata Niaganya
Rumput laut telah dipress dan sudah dalam bentuk bale dengan ukuran 50 X 75 CM dan berat 50 KG
Standar kekeringan rumput laut Gracilaria adalah 15% dengan kotoran maksimal 4%. Untuk mendapatkan standar sperti itu biasanya pengumpul harus menanggung penyusutan rumput laut yang dibeli dari petani hingga 30%. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan mesin press dengan system hidrolik, rumput laut dipress dengan ukuran 50 x 75 CM dengan berat masing-masing bale 50 kilo gram. Setelah rumput laut dipress, pengumpul membawanya ke Makassar untuk dijual kepada exporter maupun kepada pabrik pengolahan rumput laut untuk dibuat menjadi agar-agar.

Tekhnik Budidaya Rumput Laut Gracilaria Di Tambak

Selain digunakan sebagai tempat untuk budidaya udang dan ikan bandeng, tambak juga digunakan sebagai lahan untuk melakukan budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidayakan di tambak adalah dari jenis rumput laut Gracilaria. Rumput laut Gracilaria adalah merupakan bahan baku pembuat agar-agar atau biasa disebut sebagai agarophyte. Produk agar-agar sendiri  sudah sangat familier ditengah-tengah masyarakat Indonesia dan dijual dalam berbagai merk dagang. Dibeberapa daerah rumput laut ini disebut dengan nama yang berbeda, di Sulawesi disebut sebagai Sango-Sango, Rambu Kasang (Jawa Barat), Bulung Sangu (Bali).

Rumput laut Gracilaria cukup adaptis terhadap kadar garam yang terkandung didalam air tempat tumbuhnya, algae ini dapat tumbuh dengan baik pada kisaran salinitas 15 hingga 30 ppt, oleh karena itu rumput laut Gracilaria dapat tumbuh baik di tambak maupun di laut dengan tingkat kadar garam tersebut
Seperti tanaman darat, rumput laut Gracilaria juga memerlukan tempat yang kondusif untuk pertumbuhannya. Untuk memperoleh hasil yang maksimal ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan budidaya rumput laut Gracilaria, budidaya rumput laut dapat dilakukan secara monokultur maupun bersamaan dengan komoditas budidaya lainnya seperti bandeng misalnya. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya rumput laut Gracilaria.
Tekhnik Budidaya Rumput Laut Gracilaria Di Tambak
Rumput laut Gracilaria basah yang dipanen dari tambak
1.    PEMILIHAN LOKASI BUDIDAYA
Pemilihan lokasi budaya sangat penting untuk dilakukan sebelu melakukan budidaya, hal ini akan sangat menentukan keberhasilan budidaya rumput laut Gracilaria. Ada dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi budidaya, pertama kondisi tambak secara alami dan kondisi tambak yang dapat disiasati secara tehnis.

a.    Kondisi Alami tambak

Masing-masing daerah mempunyai sifat dan kondisi lokasi yang berbeda dan merupakan keadaan yang memang telah ada pada tambak, inilah yang disebut sebagai kondisi alami tambak yaitu.
Tekhnik Budidaya Rumput Laut Gracilaria Di Tambak
Tambak tempat budidaya rumput laut Gracilaria
  • 1. Lokasi tambak, lokasi tempat budidaya pada umumnya  berjarak antara 300 hingga 1000 meter dari laut, hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap salinitas air tambak yang akan digunakan sebagai tempat budidaya.  Lokasi tambak yang terlalu dekat dengan laut akan menyebabkan salinitas air terlalu tinggi yang akan menyebabkan rumput laut tidak dapat tumbuh dengan baik begitu juga sebaliknya.  Pada jarak 300 hingga 1000 meter ini, tambak akan mengikuti pola pasang surut air laut sehingga pergantian air akan berlangsung dengan baik.
  • 2. Pilihlah lokasi dimana struktur tanah  tambak berupa tanah berpasir yang sedikit bercampur lumpur.   
  • 3.  Lakukan pengukuran tingkat kadar garam (salinitas), salinitas air laut syarat tumbuh rumput laut Gracilaria adalah antara 15-30ppt.
  • 4. Suhu air yang ideal bagi pertumbuhan Gracilaria adalah antara 20 hingga 28 derajat Celcius
  • 5.Tingkat keasaman (pH) adalah antara 6 hingga 9
  • 6.Dekat dengan sumber air tawar, hal ini diperlukan untuk mengurangi salinitas ketika kadar air tambak terlalu asin.
b. Kondisi tambak yang dapat disiasati
Maksudnya adalah bahwa kondisi dari suatu tambak dapat diperbaiki saat keadaan tambak kurang atau tidak sesuai dengan standar budidaya rumput laut, antara lain:
  • Pilihlah lokasi tambak yang dapat dengan mudah diatur sirkulasi airnya
  • Kedalaman air dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi idealnya adalah tambak tersebut mempunyai kedalaman antara 0,5 hingga 1 meter
  • Tidak terkontaminasi oleh polusi berupa limbah industry atau polusi lainnya yang akan mengganggu pertumbuhan rumput laut
  • Kondisi air tidak terlalu keruh, sehingga sinar matahari dapat menembus kedalaman air yang akan akan digunakan untuk budidaya yang akan mempermudah bagi rumput laut untuk melakukan fotosintesis.
  • Kondisi tambak mudah dibuat saluran sirkulasi air baik keluar tabak maupun ke dalam.
  2.    PENANAMAN
Budidaya rumput laut Gracilaria lebih mudah dilakukan jika dibandingkan dengan rumput laut Eucheuma Cottonii, karena lokasi budidayanya berada di tambak sehingga tidak perlu diikat dan dan dapat dilakukan pemupukan jika kondisi rumput laut memperlihatkan tanda-tanda kurang subur. Kondisi air tambak yang tenang juga membuat rumput laut tidak hanyut oleh arus air. Adapun persiapan yang harus dilakukan adalah.
Persiapan Lahan budidaya dan penanaman

Langkah ini diperlukan untuk membuat kondisi tambak menjadi kondusif terhadap proses pertumbuhan rumput laut Gracilaria yang dibutuhkan. Kondisi tambak yang kurang standar akan mengganggu pertumbuhan rumput laut, hal-hal yang harus dilakukan untuk mempersiapkan lahan antara lain;
Tekhnik Budidaya Rumput Laut Gracilaria Di Tambak
Rumput laut Gracilaria yang tumbuh dengan baik akan memenuhi dasar tambak pada usia 6 Minggu
  1. Keluarkan seluruh air yang ada didalam tambak , setelah air habis taburkan pupuk kandang diatasnya kemudian dilakukan pembajakan atau dicangkul agar tanah dan dan pupuk dapat tercampur. Dapat juga dicampurkan TSP jika kondisi tanah terlalu keras. Ketebalan tanah pada dasar lahan budidaya idealnya berada pada ketebalan antara 10 hingga 15 CM. Setelah selesai dilakukan pembajakan, biarkan permukaan tambak terpapar sinar matahari hingga kering selama kurang lebih 3 hari.
  2. Semprotkan saponin untuk membunuh pathogen tambak dan hama lain yang  dapat mengganggu pertumbuhan rumput laut yang akan di tanam. Dosis penyemprotan Saponin adalah 40 hingga 50 KG per-hektar, setelaha dilakukan penyemprotan masukkan air kembali kedalam tambak hingga kedalaman 20 CM diamkan selama satu hari satu malam kemudian keringkan kembali.
  3. Setelah tambak mengering kembali bersihkan gulma, bangkai binatang dan sampah dari dalam kolam agar nantinya tidak mengganggu pertumbuhan rumput laut.
  4. Persiapkan bibit yang telah disediakan, tentang cara pemilihan bibit silahkan baca artikel dengan judul Cara Pembuatan Bibit Eucheuma Cottonii, dalam artikel tersebut secara spesifik membahas tentang cara pembuatan bibit Eucheuma Cottonii, namun pada prinsipnya dalam pengelolaan bibit Gracilaria tidak jauh berbeda dengan pengelolaan bibit E.Cottonii.
  5. Masukkan kembali air kedalam tambak  setinggi 10 CM dan lakukan penebaran bibit secara merata, jangan terlalu rapat juga jangan terlalu jarang. Penebaran bibit dilakukan sore hari untuk menghindari terjadinya stress pada rumput laut. 1 hektare tambak dibutuhkan bibit 1 ton, jika memperlihatkan pertumbuhan baik maka dapat dapat ditambah lagi 1 ton bibit.
  6. Setelah penebaran bibit selesai masukkan kembali air hingga ketinggian 50 CM dan usahakan salinitas air berada pada level 15 hingga 30 ppt.

3.    PEMELIHARAAN
Rumput laut Gracilaria lebih mudah dipelihara dibandingkan dengan rumput Eucheuma Cottonii, penyebabnya adalah lokasi budidaya rumput laut Gracilaria yang berada di tambak yang bisa dikatakan tanpa arus air, sehingga jika ada masalah kesuburan dapat dilakukan pemupukan. Pada rumput laut Eucheuma Cottonii kadang rumput laut yang ditanam patah karena terjangan ombak dan meyebabkannya jadi hanyut dan kerusakan pada tali bentangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan ruput laut Gracilaria antara lain:
  1. -Rumput laut menyerap makanan dari air tempat tumbuhnya, oleh karena itu ketersediaan unsur makanan didalam air sangat diperlukan untuk pertumbuhan rumput laut , untuk keperluan itu pergantian air di dalam tambak sangat penting dilakukan untuk memperbarui unsur hara tempat tumbuhnya rumput laut. Penggantian air harus dilaukan minimal 1 kali dalam 1 minggu, penggantian air dapat dilakukan dengan memanfaatkan pasang surut air laut.
  2. Pada masa awal pertumbuhan usahakan kedalaman air berada pada 40 hingga 50 CM, pertahankan kedalaman tersebut hingga tanaman mencapai umur tiga Minggu, selanjutnya pada minggu keempat hingga masa panen (Minggu ke-8) kedalam air di kondisikan pada kedalaman 60 hingga 70 CM.
  3. Amati tanaman pada minggu ke-dua, jika memperlihatkan tanda-tanda kurang subur lakukanlah pemupukan dengan pupuk yang mengandung unsur N seperti urea. Jika tanaman sudah berkembang lakukanlah pemecahan rumput laut yang telah tumbuh subur untuk kemudian disebarkan ke daerah yang masih jarang terdapat rumput laut.
  4. Bersihkan rumput laut dari lumpur, sampah dan tanaman lain yang tumbuh bersama rumput laut agar tidak menjadi competitor dalam penyerapan unsur  hara.
  5. Bersihkan tambak dari binatang-binatang yang dapat menjadi predator bagi rumput laut seperti keong, kerang, sumpil, ikan mujahir, berang-berang dan lain sebagainya.
  6. Hindarkan tambak dari suplay air tawar yang berlebihan yang dapat menurunkan salinitas air tambak yang dapat mengganggu pertumbuhan rumput laut.
Tekhnik Pemecahan Bibit
Pilihlah rumput laut yang mengalami pertumbuhan pesat kemudian pisahkan rumput laut tersebut menjadi 3 atau 4 bagian. Hasil pemecahan dapat  ditanam pada tambak baru atau dapat digunakan untuk menyulam bagian tambak yang masih kosong atau jarang. Pada 2 minggu berikutnya lakukan pemecahan lagi dan lakukan hal yang seperti 2 minggu sebelumnya.
Tekhnik Budidaya Rumput Laut Gracilaria Di Tambak
Pecahkan rumput laut yang tumbuh subur dan kemudian sebarkan
Setelah pemecahan ke-2 jangan dilakukan pemecahan lagi agar usia tanam dapat seragam dan biarkan hingga 7 sampai 8 minggu hingga siap panen. Pada usia 7 hingga 8 Minggu apabila rumput laut tumbuh dengan baik dasar tabak sudah dipenuhi oleh rumput laut Gracilaria.

Jenis-Jenis Rumput Laut Asal Indonesia Yang Dieksport Ke Luar Negeri

Peraian Indonesia adalah surga bagi berbagai macam habitat laut baik berupa tumbuhan laut maupun binatang laut, sebagian besar kekayaan laut Indonesia telah dianfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Rumput laut adalah merupakan komoditas laut yang telah sejak lama menjadi penopang bagi kehidupan asyarakat pesisir pantai. Komoditas Rumput laut di Indonesia sebagian dibudidayakan dan sebagian lainnya dipanen dari alam, rumput laut dibudidayakann di air asin juga air payau. Hasil produksi rumput laut yang tinggi membuat Indonesia menjadi Negara penghasil rumput laut terbesar di dunia. Tahun 2013 hasil produksi rumput laut Indonesia mencapai 8,5 juta ton rumput laut basah, sedangkan pada tahun 2014 ini ditargetkan, Indonesia akan menghasilkan rumput laut basah sebanyak 10 juta ton rumput laut.
Rumput laut di Indonesia dijual sebagai komoditas eksport dan untuk keperluan industry pengolahan rumput laut dalam negeri. Proseentase export tertinggi Indonesia adalah ke Negara China disusul kemudian Korea, Philipina, Spanyol, Chile dan beberapa Negara lainnya. Rumput laut rata-rata di export atau untuk keperluan industry dalam Negeri dalam bentuk kering.

Rumput laut di Indonesia telah dibudidayakan mulai dari Sabang sampai Merauke walaupun belum semua kepulaun melakukan budidaya rumput laut, dari pulau-pulau besar yang ada di Indonesia hanya pulau Sumatera  yang masih sedikit terdapat  lokasi budidaya rumput laut. Dimulai dari Pulau Jawa, Kaliantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT dan Irian semua pulau-pulau tersebut telah elakukan budidaya rumput laut secara intensif. Ada 4 jenis rumput laut di Indonesia yang dijual esbagai komoditas export yaitu:

1. Eucheuma Cottonii.
Rumput laut Eucheuma Cottonii trmasuk dalam komoditas laut yang dibudidayakan, di Indonesia rumput laut ini dibudidayakan dengan menggunakan metode longline, sebetulnya ada beberapa metode penanaman namun metode ini lebih disukai oleh para petani rumput laut Indonesia karena lebih praktis dan tidak membutuhkan biaya banyak. Rumput laut Euchema Cottonii mempunyai bentuk fisik silindris dengan dengan banyak cabang, dibudidayakan dengan cara diikat dengan menggunakan tali plastic pada tali panjang yang dipancangkan pada tiang yang di tancapkan didasar laut. Nama Ilmiah rumput laut ini adalah Kappapicus Alfarezy sedangkan nama Eucheua Cottonii adalah nama dagang dari rumput laut yang termasuk dalam dalam Famili Solieracea Genus ini.
Jenis-Jenis Komoditas Eksport Rumput Laut Asal Indonesia
Rumput Laut Eucheua Cottonii Basah
Secara fisik rumput laut ini dapat dikenali dengan ciri-ciri batang halus dengan warna transparan (seperti botol kaca) mempunyai banyak cabang, bahkan untuk jenis sakul cabangnya sangat banyak menyerupai brokoli. Rumput laut Eucheuma Cottonii dapat tumbuh dengan berbagai macam warna tergantung habitat tumbuhnya, salinitas air dan tingkat kesuburan lokasi budidaya, warna yang biasa ditemukan pada jenis rumput laut ini adalah hijau muda hingga hijau tua, ungu, kuning keemasan dan coklat.

Rumput laut Eucheuma Cottonii digunakan sebagai bahan baku pebuatan Carrageenan dengan method  ekstraksi menggunakan berbagai macam bahan kimia, untuk kemudian dijadikan tepung dan tepung inilah yang disebut sebagai Carrageenan. Carrageenan digunakan untuk berbagai macam keperluan industry baik industry makanan, kecantikan, body care, obat-obatan dan lain sebagainya.

Daerah penghasil rumput laut Eucheuma Cottonii meliputi Pulau Jawa, Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, Kalimantan dan Irian. Rumput laut Eucheuma Cottonii diproduksi dengan cara budidaya dan tidak dipanen dari alam.

2.Gracilaria
Habitat tumbuh rumput laut Gracilaria adalah air payau, rumput laut ini juga termasuk dalam komoditas budidaya yang telah banyak dibudidayakan di tambak-tambak di berbagai daerah di Indonesia. Berbeda dengan Eucheuma Cottonii, cara budidaya rumput laut Gracilaria adalah dengan cara ditebarkan di dasar tambak tanpa diikat karena dibudidayakan di tambak yang mempunyai kondisi air tenang. Kondisi tambak dengan air yang tenang ini membuat rumput laut Gracilaria lebih mudah cara perawatannya, seperti misalnya   ketika kesuburannya kurang bagus, maka dapat dilakukan pemupukan tidak seperti rumput laut Eucheuma Cottonii yang tidak dapat dilakukan pemupukan karena habitat hidupnya dilautan lepas.
Jenis-Jenis Komoditas Eksport Rumput Laut Asal Indonesia
Rumput Laut Gracilaria basah
Rumput laut gracilaria secara fisik menyerupai Eucheuma Cottonii namun ukurannya jauh lebih kecil dengan thallus yang panjangnya  dapat mencapai 20 hingga 30 centi meter dengan diameter thallus antara 2 hingga 3 mm. Pada saat kering rumput laut Gracilaria dapat berubah enjadi berbagai macam warna seperrti misalnya warna hitam, ungu, abu-abu dan coklat.

Rumput laut Gracilaria banyak dibudidayakan di daerah Sulawesi, Jawa, NTB dan Bali, penghasil terbanyak rumput  laut jenis ini adalah Sulawesi Selatan yaitu di daerah Palopo, disamping merupakan penghasil rumput laut terbesar di Indonesia rumput laut Gracilaria asal Palopo memiliki kwalitas terbaik dari seluruh penghasil rumput laut di Indonesia. Rumput laut Gracilaria dibudidayakan mulai dari Belopa hingga Malili.

3.Eucheuma Spinossum
Sebagian besar rumput laut Eucheuma Spinossum dipanen dari alam dan sebagian kecil lainnya telah dibudidayakan. Rumput laut yang dipanen dari alam biasaya merupakan rumput laut kasar yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan Carrageenan dari jenis Iota Carrageenan. E.Spinossum budidaya biasanya merupakan E.Spinossum yang dikonsumsi secara langsung tanpa harus melalui proses industrialisasi, masyarakat biasa menyebutnya sebagai spinossum halus biasa dikonsumsi langsung sebagai salad maupun makanan olahan berbahan baku rumput laut lainnya.
Jenis-Jenis Komoditas Eksport Rumput Laut Asal Indonesia
Rumput Laut Eucheuma Spinossum basah
Ciri-ciri Spinossum kasar adalah mempunyai thallus hampir sama dengan E.Cottonii namun pada batang thallusnya bergerigi menyerupai duri-duri halus, batangnya berlendir dengan percabangan yang banyak. Warna dari E.Spinossum kasar juga mirip dengan E.Cottonii, berwarna ungu, coklat, kuning keemasan dan hijau muda. Sementara itu untuk E.Spinossum halus mempunyai ciri-ciri bebatang panjang dengan diameter sekitar 3 mm bergerigi namun ada juga yang tidak bergerigi.

Rumput laut Eucheuma Spinossum banyak dihasilkan di wilayah Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, di luar Sulawesi rumput laut jenis ini juga terdapat di Bali dan NTB, sebagian besar dipanen dari alam. Untuk Spinossum halus banyak dibudidayakan di Sulawesi Selatan khususnya di kepulauan Dewakang, dari kepulauan ini dihasilkan rumput laut Spinossum halus dengan kwalitas sangat bagus.

4. Sargassum
Salah satu hasil rumput laut Indonesia yang juga merupakan komoditas Export adalah rumput laut Sargassum. Rumput laut jenis ini bukan termasuk komoditas budidaya dan masih dipanen dari alam, tumbuh sepanjang tahun dengan panjang thallus dapat mencapai 1 hingga 3 meter. Ciri khas algae ini mempunyai pelampung berbentuk bulat  yang disebut sebagai “Bladder” menyerupai bola kecil yang berfungsi sebagai alat pelampung agar tetap dapat mengambang pada permukaan laut untuk mendapatkan sinar matahari dalam proses fotosintesisnya. Karena tumbuh liar di laut tumbuhan ini sering terdampar dipantai bahkan tidak jarang disebut sebagai sampah laut.
Jenis-Jenis Komoditas Eksport Rumput Laut Asal Indonesia
Rumput Laut Sargassum Basah
Di Indonesia ada dua jenis Sargassum yang dijual sebagai komoditas export yaitu Sargassum daun lebar dan Sargassum daun kecil. Sargassum daun lebar banyak dijumpai di Bima (NTB), Lampung dan pesisir pantai Selatan Jawa. Sargassum daun kecil banyak ditemui di daerah Sulawesi dan Madura. Sargassum biasanya tumbuh menempel pada batu karang, karang mati dan batuan vulkanik . Sargassum akan tumbuh dengan baik pada perairan tropis dengan  27,25 - 29,30 derajat Celcius dan salinitas 32-33,5 %ppm.  Sargassum membutuhkan intensitas sinar matahari yang tinggi dibandingkan dengan rumput lainnya.

Sargassum mempunyai kandungan Algine, oleh karena itu rumput laut jenis ini digunakan sebagai bahan pembuatan Alginat dengan melalui proses ekstraksi yang cukup rumit dibandingkan dengan pembuatan Carrageenan dan agar-agar.  Selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan alginate, Sargassum juga dimanfaatkan sebagai  bahan pembuat pupuk atau makanan Abalone dan Teripang.

Itulah empat jenis rumput laut yang paling banyak dijual sebagai komoditas export, disamping itu masih ada beberapa jenis lain seperti Gellidium dan Ulva Lactufa namun jumlahnya sangat terbatas dan masih belum ada upaya untuk membudidayakannya.



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Free Zone Film - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger